Wandering soul
Mereka tidak menyadari keberadaanku. Mereka tidak menyadari bahwa ada yang berbeda dariku yang saat ini merupakan salah satu dari mereka. Aku terlihat sungguh sama namun caraku bergerak sangat berbeda. Aku merasa kaku mengepak-epakan sirip dan meliak-liuk ekor selagi berenang ke sana-sini. Berbeda sekali dengan mereka. Sikap mereka masih primitif, bersifat sosial dan tidak terlihat agresif.
Aku tidak melihat aktivitas konsumtif pada mereka. Mereka bukan termasuk organisme seperti kita yang membutuhkan aktivitas itu. Segala hal yang telah kita lihat dan pelajari di planet bumi hanyalah bagian yang sangat kecil dari alam semesta.
Bakteri bukanlah satu-satunya tanda kehidupan.
Segalanya yang bergerak adalah tanda kehidupan. Alam semesta adalah gerakan. Alam semesta adalah kehidupan. Rotasi bumi adalah kehidupan. Jantung yang bergerak untuk berdetak adalah kehidupan.
Bagaimana dengan benda langit lainnya yang juga memiliki gerakan namun hingga kini diyakini tidak memiliki tanda kehidupan?
(Aku menjawab pertanyaannya tanpa menyadari kehadiran ia yang merupakan sesuatu yang lain dalam diriku, ada di sini. Memperhatikanku sejak tadi. ikut berpikir.)
Bukan tidak namun, belum atau mungkin tidak.
Benda langit yang lain tidak (mungkin belum) memiliki tanda kehidupan dikarenakan mereka tidak (mungkin belum) mengalami terjadinya ketidaksengajaan kombinasi bermacam-macam substansi yang memungkinkan terjadinya (bukan tercipta, karena tercipta adalah definisi dari ketiadaan menjadi ada) kehidupan biologis.
Kehidupan biologis merupakan salah satu kejadian mikro dari apa yang sedang terjadi dengan alam semesta.
Sudut kesadaran:
Apa yang sedang terjadi...
Jika kamu memperhatikan dengan seksama tentang apa yang sedang aku pikirkan sebelumnya. Maka kamu akan mengerti bahwa yang sedang kupikirkan saat ini bukan kehidupan berdasarkan biologi namun kehidupan berdasarkan segalanya.
Sebelumnya kamu memotong pikiranku yang berpikir bahwa alam semesta adalah kehidupan karena alam semesta memiliki gerakan. Hingga saat ini gerak kembang big bang masih terus berlanjut dan diyakini bahwa suatu saat nanti alam semesta akan mengempis menjadi kecil lagi lalu mengembang dan mengempis lagi. Seperti jantung yang berdetak.
Bintang jatuh di langit merupakan sebuah kehidupan. Ia masih mencari-cari dan menunggu raga (wadah) mana yang akan ia hinggapi. Mungkin ia akan menjadi sebatang pohon, atau menjadi mata air, bisa juga menjadi cicitmu nanti.
•
Seperti rusa yang ragu-ragu untuk menyeberang sungai yang dipenuhi oleh buaya, akhirnya aku memutuskan untuk menyelam. Begini rasanya berenang.
Aku masih belum terbiasa menjadi alien. Aku masih kaku. Jika saja sirip ini adalah tangan dan ekor ini adalah kaki, mungkin saat ini aku sudah tenggelam.
Aku sudah menyelam cukup dalam namun aku tidak melihat adanya perbedaan. Segalanya masih terlihat sama. Akupun menyelam semakin dalam. Meladeni jiwaku yang rindu akan asal usulnya. Rindu akan bagaimana rupa tempat jiwa ini berasal sebelum hinggap di dalam ragaku. Apakah di sana terdapat jiwa-jiwa lain. Apakah hanya aku.
Selagi sibuk berpikir, inderaku menangkap sesuatu.
Terdapat perbedaan di kejauhan sana. Jarak kerlap-kerlip cahaya dengan kerlap-kerlip cahaya lainnya lebih saling berdekatan. Mereka berwarna-warni. Saling menyinari antara warna satu dengan warna lainnya.
Setelah bergegas mempercepat ayunan siripku akhirnya aku sampai di tempat perbedaan itu berada. Berenang sejauh ini membuat jiwaku begitu haus.
Tempat ini merupakan kondisi purba yang telah berusia sekitar 14,7 milyar tahun. Aku (pikiranku) tidak boleh ceroboh dan sembarangan terhadap tempat ini. Butuh waktu ratusan juta tahun untuk kesembuhan alami jikalau aku melakukan kesalahan dan merusak tempat ini, itu tidak cukup tua.
Aku memperhatikan mereka. Cara mereka bersinar begitu anggun. Berbeda warna dan saling menyinari.
Dengan sangat berhati-hati aku mencoba menyentuh mereka. Mencari tahu apakah mereka merupakan entitas yang sama dengan raga alien yang raganya aku hinggapi saat ini.
Sama.
Cahayanya meleleh ketika kusentuh. Sangat rapuh seperti lilin yang mencair namun tidak bersuhu. Dan ketika sentuhanku terlepas lelehan itu kembali ke tempatnya semula. Caranya meleleh dan kembali sangat lambat, anggun.
Pikiranku meraba-raba apakah mereka merupakan sebuah keadaan pasif atau bagian dari sebuah proses kejadian seperti kejadian mikro yang terjadi pada planet bumi yaitu kehidupan biologis.
Jikalau mereka merupakan sebuah bagian dari sebuah proses kejadian maka akan terjadi sebuah hal besar di tempat ini. Aku berdoa semoga bukan kehidupan biologis. Aku mengharapkan sesuatu yang lain. Sesuatu yang memiliki kesadaran seperti kita namun bukan keadaan organis. Pastinya akan terjadi sesuatu yang indah di sini karena mereka terlihat begitu cantik dan imut sehingga membuatku sangat ingin memilikinya. Seandainya saat ini aku memiliki toples kaca, aku akan membawa satu, dua, atau tiga dari mereka untuk kubawa pulang ke rumah.
Sudut kesadaran:
Apa yang akan terjadi.
Itu adalah sifat merusak! Jika banyak orang sepertimu maka tidak hanya situs ini, situs-situs lainnya di angkasa akan membutuhkan pertumbuhan alami!
Apa salahnya memiliki satu, dua, atau tiga artefak jika jumlahnya ada berjuta-juta di angkasa.
Lagi, tiba-tiba saja inderaku menangkap sesuatu. Aku merasakan kehadiran seseorang di tempat ini namun bukan ia yang merupakan sesuatu yang lain dalam diriku.
Tidak, ini bukan hanya seorang. Aku merasakan kehadiran beberapa orang di tempat ini. Tidak, ini bukan hanya beberapa. Ini adalah keramaian.
Situs ini masih terlihat begitu alami. Tidak mungkin sudah dilihat oleh banyak mata.
Aku bukan jiwa pertama yang datang ke tempat ini.
Aku bukan jiwa pertama yang menyentuh sinarmu (kataku dalam hati kepada cahaya yang sebelumnya kusentuh.)
Chris Martin - English singer, songwriter, musician, record producer, and philanthropist. He is the lead singer and co-founder of the rock band Coldplay.


No comments:
Post a Comment