Tidak, aku bukan tipe superficial. Jika aku orang yang begitu, itu sama saja dengan aku kurang mengenal dunia ide. Aku juga menaruh perhatian dan memikirkan hal yang terlihat jelek :p
Kebanyakan orang yang lebih suka hidup di dunia materi menggunakan metode mengindrai kemudian berpikir. Mereka berpikir bahwa tahap awal mereka lahir di dunia adalah dengan menggunakan indera mereka.
Kamu adalah seorang bayi yang baru saja dilahirkan. Pengalaman pertama kamu di dunia adalah indera. Indera pendengar, pengalaman pertamu kamu di dunia adalah mendengar kondisi suasana rumah sakit, puskesmas, di rumah sendiri, atau dukun dll. Indera pembau, pengalaman pertama kamu di dunia adalah dengan mencium aroma kondisi suasana tempat kamu dilahirkan. Dan dengan ketiga indera lainnya.
Meskipun indera kamu belum cukup kuat namun itulah pengalaman pertama kamu hidup di dunia, bukan berpikir. Kerjaan kamu sebagai seorang bayi yang baru saja dilahirkan adalah menangis, tidur, menangis, tidur, tak ada waktu bagimu untuk berpikir hingga nanti saatnya tiba fase bayi melihat untuk berpikir.
• Fase bayi melihat untuk berpikir
Hari ini adalah hari pertama kamu melihat untuk berpikir. Hari ini adalah hari pertama dunia menyentuh pikiranmu.
Sebagai contoh, hari ini adalah hari pertama kamu melihat wajah ayahmu dengan menggunakan pikiranmu. Cara kamu melihatnya adalah dengan cara ketidaktahuan yang begitu hebat. Kamu seperti sedang melihat alien luar angkasa bertubuh besar yang mengeluarkan suara bip bip bip nang ning ning nang ning nung. Ketidaktahuan kamu akan visual ayah kandungmu diserap oleh indera yang kemudian merangsang pikiran abstraksimu untuk terus berpikir tanpa jeda. Karena Kondisi pikiranmu masih sangat muda dan tunas sehingga kamu merespon ketidaktahuan itu dengan menggunakan emosi hati. Senyum pertama pada bayi di fase melihat untuk berpikir adalah senyum murni dari hati, tanpa alasan.
• Fase berpikir untuk melihat
Pada saat ini kamu bukan lagi seorang bayi. Kamu adalah :
Anak kecil yang sudah cukup dewasa
Remaja
Orang tua
Pada fase ini kamu tidak hanya melihat untuk berpikir namun juga sebaliknya, kamu berpikir untuk melihat.
Kamu sedang melihat sebatang pohon. Pada saat melihatnya kamu tidak lagi berpikir bahwa itu adalah sebatang pohon. Pikiranmu sudah mengetahui bahwa itu adalah sebatang pohon karena sosok visual sebatang pohon sudah terekam di dalam pikiranmu. Kali ini kamu berpikir untuk melihat sebatang pohon. Kamu berpikir apa yang dapat kulakukan kepada sebatang pohon itu. Akhirnya muncul ide di dalam pikiranmu untuk membuat ayunan anak-anak.
°
Jika kamu benar-benar menyimak apa yang sudah aku pikirkan di atas tadi, apa inti yang kamu dapatkan dari-nya?
Dunia materi adalah melihat untuk berpikir sedangkan, dunia ide adalah berpikir untuk melihat.
Tidak hanya sampai disitu, pengembangan dan pendewasaan diri masih terus berlanjut pada fase berpikir untuk melihat.
Peradaban manusia seperti seni budaya, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya adalah bagian yang dihasilkan dari dunia ide.
Estetika akan keindahan juga merupakan bagian dari dunia ide. Suara indah yang ditimbulkan dari sebuah siulan membuat manusia dari dunia ide untuk berpikir menciptakan seruling.
Kamu sedang mendengarkan musik Jazz. Lantunan nada yang diserap oleh indera kemudian dikenal atau diketahui oleh otak sebagai entitas yang indah sehingga membuatmu menangis dengan alasan karena kamu sudah memasuki fase berpikir untuk melihat.
Kali ini aku akan memberikan contoh indera penglihatan. Pemandangan indah di gunung adalah sebuah estetika. Keayuban dan ketidaksengajaan pembentukan visual yang diserap oleh indera penglihatanmu lalu dikirim ke otak dan kemudian menimbulkan perasaan indah adalah sebuah kejadian berpikir untuk melihat karena otakmu sudah mengenal obyek-obyek yang mendukung penampakan indah tersebut. Obyek-obyek itu bisa seperti pepohonan, sungai, sinar matahari, burung dll.
Fase kualitas pengembangan dan pendewasaan diri manusia tidak hanya sampai di situ. Perasaan indah (esteteka) juga bisa timbul dari obyek yang tidak indah jika pikiranmu mampu melihatnya.
Sebagai contoh, aku bisa menangis karena melihat karang-karang jelek berwarna cokelat yang berjongkokkan di dalam laut. Kenapa aku menangis? Karena pikiranku sedang melihat sebuah kondisi purba bawah air yang terbentuk alami dalam waktu 500 tahun.
"Semuanya memiliki keindahan namun tidak semua orang melihatnya"
(Andy Warhol)
Jadi kesimpulan lain dari pikiran hari ini adalah :
Dunia materi adalah segala hal yang kita lihat di dunia seperti pohon, burung, matahari, air dsb.
Dunia ide adalah buah pikiran yang kita pikirkan sehingga menghasilkan sebuah ide atau banyak ide seperti karya seni, ilmu pengetahuan, gagasan, opini (bukan seratus persen ide murni karena sifatnya bukan menggagas) dsb.

No comments:
Post a Comment