Saturday, August 15, 2020

Weak Sense (Skeleton Heart)

Ukirannya terlihat agak pudar sehingga sulit untuk dibaca. Apa ini akibat radiasi kosmik atau sesuatu yang lain?

Di mana kamu menemukan ini?

Selagi kau sedang asyk berpikir, aku menemukannya dengan kondisi lebih saling berdekatan dari binar-binar lainnya, bahkan menempel. Aku penasaran kenapa tidak terjadi momentum binar cahaya ketika mereka saling bersentuhan. Lantas akupun tidak hanya membuat mereka bersentuhan, namun melebur mereka menjadi satu.

Kowalski Van Jare... Sampai sini ukirannya sudah tidak terbaca, merah.

Pasangannya berwarna biru pekat, merefleksikan kedalaman dan kesuraman pada mata. Binar ini terlihat sedih. Di situ terukir Tete... Teter... Sulit dibaca, abstraksi yang menyebalkan.

Untuk saat ini, mereka adalah binar yang paling menonjol. Aku yang pertama kali menemukannya, apakah aku boleh menganggap kehadirannya untukku dan memilikinya?

Tidak boleh, kita sudah mengambil tiga binar cahaya. Itu sudah cukup banyak untuk dimiliki. Sifat ingin memiliki adalah benih keserakahan, itu bukan caraku dalam melihat sebuah keindahan.

Sebagai contoh, kita anggap saja entitas keindahan dalam soal ini adalah wanita. Caraku melihat wanita tidak hanya melalui sudut pandang visual organis. Jika kamu hanya memiliki sudut pandang ini, lambat laun ketertarikanmu padanya akan memudar karena segalanya yang bersifat organis akan menua dan visual tersebut akan membuatmu tidak tertarik lagi.

Aku juga melihat mereka sebagai sebuah ide. Entitas yang merangsang indera dan pikiranku sehingga memberi aku alasan untuk berpikir. Dan jika seandainya kebetulan kamu mendapatkan wanita ideal yang juga melihatmu sebagai ide, kalian akan menciptakan dan mengeksplorasi dunia ide bersama-sama, menambah banyak kesadaran baru bersama-sama serta berevolusi bersama-sama. Koneksi pasangan ideal seperti ini bersifat abadi karena dunia ide berbeda dengan dunia materi. Visual organis yang diserap oleh indera kita dalam dunia materi akan menua dan menjadi tidak menarik, keindahan dalam dunia materi hanya bersifat sementara. Berbeda dengan dunia ide. Keindahan dalam dunia ide tidak menua namun berevolusi. Abadi dan selamanya.

Sebagai contoh,
Ribuan tahun yang lalu manusia membutuhkan sebuah ide untuk menyeberangi sungai, Maka dari itu ditemukanlah ide untuk membuat perahu parit sederhana berbentuk kotak tanpa atap. Lambat laun ide tentang membuat perahu parit berevolusi menjadi ide membuat kapal pesiar. Dan sampai saat ini ide tersebut tidak akan pudar karena tidak mungkin manusia menyeberangi samudera dengan cara berenang. Abadi dan selamanya. 

Begitu pula ide cinta dalam dunia ide. Dalam dunia ide, cinta bersifat abadi dan selamanya. Cinta dalam dunia ide mencintai segala kekurangan dan kelebihanmu. Cinta dalam dunia ide tidak mencintai kamu sebagai bukan kamu, melainkan mencintai kamu sebagai kamu. Cinta dalam dunia ide tidak hanya melihatmu sebagai subyek visual, cinta dalam dunia ide melihatmu sebagai cinta karena dalam dunia dunia ide kalian berdua adalah dua entitas yang sama, yaitu cinta.

Lambat laun cinta dalam dunia ide berevolusi. Cinta dalam dunia ide menyadari bahwa cinta tidak cukup jika hanya mencintai. Cinta dalam dunia ide harus merefleksikan ide cintanya menjadi kenyataan melalui tindakan yang mengandung afeksi. Bagus saja tidak cukup, cinta dalam dunia idepun berusaha untuk menjadi hebat. Hebat saja tidak cukup, cinta dalam dunia idepun berusaha untuk menjadi bagus.

Cinta dalam dunia ide adalah cinta yang mudah mati karena cinta dalam dunia ide begitu rapuh. Cinta dalam dunia ide mudah sekali untuk tenggelam karena cinta dalam dunia ide adalah perenang payah yang rela menyeberangi samudera. Hidup cinta dalam dunia ide berlangsung abadi dan selamanya begitu juga dengan kematiannya, karena cinta dalam dunia ide hanya terjadi sekali.

Kematiannya yang abadi tidak berarti membuat cinta dalam dunia ide kehilangan eksistensinya. Kematian membuat Ia berevolusi menjadi entitas yang pekat dan gelap. Yang awalnya hidup seni cinta dalam dunia ide bersifat cair dan hangat kini kandungan itu berubah menjadi dingin dan beku, meneriakkan (scream) kematiannya melalui seni kandungan tersebut.

Skeleton heart emo love - The evolution of the dying idea of love.

No comments:

Post a Comment