Malam yang dingin dengan langit cerah adalah saat yang tepat untuk melihat ke belakang, ke atas jauh sana di mana ketidaksengajaan rancangan abstrak terbentang megah dengan cara yang sederhana. Sungguh mencolok mata sehingga membuat kesadaran-kesadaran muda di bawahnya menjadi haus, menerka-nerka, meraba-raba mencoba meyingkap apa yang ada di balik kabut kesadaran mereka. Ketidaksengajaan terdekat berada pada 4,4 tahun yang lalu dengan garis sepanjang 7 KM, sampai saat ini definisi dari dua angka tersebut masih yang paling dekat.
"Aku tidak memerlukan mesin waktu untuk pergi ke masa lalu karena atap rumahku telah menyediakan fasilitas itu."
Sudut kesadaran :
Aku menyadari bahwa aku tidak hanya ingin mengetahui, aku juga menyadari bahwa aku selalu ingin menyadari sebanyak-banyaknya dan karena itu aku menyadari bahwa aku lebih dari sekedar keinginan, aku adalah hasrat.
Aku sangat memabukkan jika terlihat dan dirasakan, terutama jika disadari... karena aku adalah hasrat yang akan terus tumbuh di dalam dirimu, diawali dengan sentuhan lembut, meraba-raba di atas kulitmu, menyerap masuk ke dalam tubuhmu, dan akan terus tumbuh berkembang dengan ganas dan sangat cepat sampai kebijaksanaan menyadarkanmu. Merupakan hal yang baik jika "tidak selalu" memiliki hasrat berlebih karena itu bisa membuatmu kehilangan apa yang telah kamu miiliki.
Kesadaran menangkap banyak hal namun tidak semua kesadaran menyadarinya, apa kamu menyadari berapa usia kamu sekarang? Belum ada yang tahu berapa tepatnya umur alam semesta, jika ada maka itu bukan ilmu pasti, belum. Namun ilusi tersebut akan mengempis jika disandingkan dengan pernyataan bahwa alam semesta selalu ada.
Indera juga menangkap banyak hal namun tidak semua indera dapat mencernanya secara otomatis. Bayangkan kamu adalah zombie yang bergerak lambat mencari daging segar serta lemak pantat yang lezat mantap di jalan besar sebuah kota. Mobil-mobil usang berserakan jejer acak di jalan tersebut dan kamu tidak menyadari bahwa ada beberapa manusia yang mengendap-endap bersembunyi di balik mobil-mobil, berusaha menyintas jalan dengan sangat berhati-hati dan akhirnya merekapun berhasil lolos tanpa sepengetahuanmu.
Apa yang baru saja terjadi? Mengapa kamu tidak tahu apa yang sedang terjadi?mengapa kamu tidak menyadari keberadaan manusia sehingga mereka berhasil lolos?
Mengapa kamu tidak menyadarinya?
:'(
Karena kamu adalah zombie, hasrat berlebihanmu yang ganas akan daging segar telah melemahkan inderamu sehingga kamu tidak menyadari apa yang bisa kamu miliki pada saat beberapa manusia mencoba untuk menyintas.
Kamu adalah tipikal orang dewasa, kamu tidak suka berfantasi. Maka dari itu kamu lebih membutuhkan contoh riil dari aktivitas penangkapan indera. Baiklah, saya akan mengganti persona penulisan saya.
Kamu sedang berjalan di pinggir danau, di seberang danau tersebut terdapat sebuah bangunan tua yang berdiri tegak. Tepat dari sudut pandangmu saat itu terlihat jelas bangunan tua beserta refleksi bayangannya pada permukaan danau.
Apa yang otomatis tercerna dalam pikiranmu? Apa yang kamu sadari saat itu?
Kamu sedang menyaksikan refleksi entitas, sudut tertinggi bangunan tua tersebut adalah entitas yang sama dengan sudut terendah refleksi bangunan tua pada permukaan danau, As above so below.
Di zaman modern seperti sekarang, bagi saya pikiran seperti ini sudah cukup kuno karena kita tidak dapat selalu membandingkan segala hal yang dicerna oleh indera, seperti :
3+3= "6" adalah entitas yang sama dengan entitas 4+2= "6"
"Air" yang dikeluarkan oleh mata adalah entitas yang sama dengan "Air" Di lautan
"Jenggot" Pada lelaki dewasa merupakan entitas yang sama dengan "Jenggot" Pada singa.
Meski terdengar kuno dan tidak relevan, namun contoh pencernaan indera yang saya sebutkan di atas merupakan sebuah ide universal. Universality akan alam semesta merupakan hal yang tidak relevan, kamu akan mendapati bahwa oksigen yang kamu hirup saat ini adalah entitas yang sama dengan oksigen yang dihirup di belahan benua bumi lainnya. Substansi dari dimensi galaxi tempat tinggal kita saat ini merupakan entitas yang sama dengan substansi dimensi galaxi yang lainnya. Begitu juga dengan 6, air, dan jenggot.
Ide tentang indera disebut sudah kuno karena ide ini telah hidup sejak zaman Socrates dan masih digunakan hingga saat ini. Sumbangsih beliau pada dunia ide masih terpakai meski sudah berusia ribuan tahun. Staff National Geographic memanfaatkan indera mereka untuk menyatakan bahwa kucing perumahan yang berada di sekeliling kita adalah keluarga yang sama dengan singa di sabana. Hanya dengan indera penglihatan saja anak kecilpun dapat menyatakan itu bahwa cara berjalan, menyergap, dan menatap dari kucing adalah sama dengan singa.
Sudut kesadaran:
Apakah kamu pernah menyadari perbedaan cara melihat dari anak kecil dan orang dewasa?
Orang dewasa melihat dunia ini sebagai tempat biasa dengan semestinya karena memang indera dan pikiran mereka sudah matang dan dewasa, mereka sudah biasa dengan dunia ini karena ya memang mereka sudah dewasa. Sedangkan anak kecil melihat dunia ini dengan penuh rasa ingin tahu, Ketidaktahuan yang ingin selalu mengetahui menjadikan mereka sebagai makhluk yang berhasrat. Apa yang tidak diketahui harus dijelajahi dan bahkan indera mereka akan terangsang oleh hal kecil remeh temeh seperti bintang di langit, bayangan di danau, 3+3 dll.
Bintang di langit yang cerah.
Aku menyadari persamaan bintang di langit dengan plankton di lautan. Ketidakrelevanan ini merupakan universalitas karena alam semesta bukan merupakan ilmu pasti (terlepas dari pernyataan bahwa alam semesta selalu ada)
Jika tepat saat ini ada bocah berumur kecil duduk bersamaku, aku akan bercerita kepadanya tentang bintang di langit melalui fiksi ilmiah. Namun aku tidak akan membeberkan jika terdapat kandungan fiksi di dalamnya karena itu akan melunturkan hasratnya sebagai penjelajah ketidaktahuan jika dia sampai menyadari bahwa tanpa imajinasi, dunia ini tidak begitu menarik. aku akan berkata kepadanya bahwa ini adalah ilmu pasti.
Pertama-tama aku akan memperlihatkan kepadanya sebuah video alien bawah laut yang meliuk-liuk indah bersama plankton-plankton di sekelilingnya. Setelah itu aku akan memperlihatkan video bintang di langit. Kedua video itu sudah keperlihatkan dan aku menunggu apakah indera bocah ini menangkap sesuatu, jika tidak aku akan membuat ia sadar.
Bagaimana jika...
Bagaimana jika di angkasa luar sana benar-benar terdapat hewan-hewan transparan yang berenang indah bersama bintang-bintang? Namun kita tidak dapat melihatnya, apakah kita beramsumsi bahwa kita adalah kesadaran yang sempurna? Apakah kita beramsumsi bahwa kita adalah organisme yang sempurrna? Apakah kita yakin bahwa kondisi organis kita saat ini adalah puncak evolusi?
Bagaimana jika di dalam kandungan mata kita tidak terdapat susbstansi yang memungkinkan kita untuk melihat substansi yang terkandung pada hewan-hewan transparan dilangit? Aku dapat melihat pintu karena di dalam mataku terkandung substansi yang terkandung pada pintu, aku dapat melihat bulan karena di mataku terkandung substansi yang terkandung pada bulan.