Saturday, December 19, 2020

Weak Sense

Antrian huruf-huruf sambung sibuk berjejeran menganyam simulasi alam semesta di atas kertas dimensi. Menunggu giliran tiba untuk menguntai ide menggunakan kata.

Mengekstrak ide dan visual grafis ke dalam kalimat-kalimat, menyusun mereka menjadi sebuah paragraf.

Bak sebuah ekstraktor serba-serbi, segalanya yang tumpah ke dalam kertas dimensi akan berubah menjadi huruf sambung. Entah itu visual kosmik seperti Nebula, uranus, batu, galaksi, bulan, lubang hitam dan sebagainya maupun ide.

Aku sedang mengayam aku.

Sementara fokus sang kreator sedang dialihkan oleh kegiatan kertas dimensi, ia tidak menyadari adanya keganjilan pada jejeran antrian huruf-huruf sambung yang telah jauh dilewati kuas pena.

Mereka (huruf-huruf sambung) bergetar rontak seakan ingin menongolkan diri, mewujudkan entitas mereka yang hanya berupa ide menjadi kenyataan yang bisa disentuh.

Getaran mereka semakin menjadi-jadi namun belum juga menyadarkan perhatian sang kreator.

Diakibatkan oleh getaran continu tersebut sehingga menimbulkan asap kecoklatan diikuti dengan debu emas yang menandakan akan terjadinya kilatan cahaya mini.

Blitz!

Selama sepersekian detik, blitz cahaya menangkap seisi ruang baca sang kreator. Ia tidak terlihat kaget, sepertinya kejadian ini sering terjadi sebelumnya. Ia bahkan masih melakukan aktivitas kertas dimensi tanpa menggubris kehadiran entitas huruf-huruf sambung (ide) yang telah mewujudkan dirinya menjadi nyata.

"Lagi-lagi kau, lelaki bulu. Apa yang kau inginkan dariku." Kata sang kreator sembari menulis tanpa melihat kehadiran sang ide.

"Itu adalah kejadian yang tidak perlu, aku tidak mau terlihat konyol di hadapan para bintang. Kau memang orang yang menyebalkan!" Ketus sang ide dengan nada suara agak tinggi sehingga membuat sang kreator tersenyum sambil menyeringai kecil yang kemudian menghentikan aktivitas kertas dimensi.

Lalu ia (sang kreator) membalikkan pandangannya sehingga sekarang ia berhadapan dengan sang ide.

"Kamu terlihat indah ketika jatuh di langit namun kamu mengerti bahwa kamu tidak benar-benar jatuh karena kamu adalah sebuah bintang."

"Namun tetap saja terasa sakit!" Balas sang ide dengan masih bernada ketus.

"Ya, aku bisa melihatnya di matamu. Tidak ada yang melebihi keindahan dari rasa sakit. Seumpama pizza, saat potongan pertamanya (rasa sakit) menyentuh lidahmu (matamu) akan membuatmu terus melahap potong-potongan berikutnya (rasa sakit berkelanjutan yang semakin menjadi-jadi). Terkadang aku berharap bahwa kamu adalah seorang wanita sehingga aku bisa menikmati rasa sakit itu karena kamu tahu aku tidak bisa menyakiti mereka (wanita)."

Kamu dapat memalsukan semua keindahan di dunia ini namun kamu tidak bisa memalsukan keindahan dari rasa sakit.

"............ " Sang ide tidak membalas.

"Jadi lelaki bulu, tujuanmu mewujudkan diri menjadi nyata hanya untuk komplain masalah saja?" Lanjut sang kreator membuka percakapan lain.

"Tidak juga, aku sedang merasa bosan karena tidak ada yang bisa dikerjakan di angkasa. Semua bintang terlihat sibuk dengan pekerjaan mereka di langit. Matahari sibuk berpikir untuk memberi kehidupan di planet bumi yang juga sibuk berpikir mengerjakan sisa momentum solar nebula. Bulan juga selalu terlihat sibuk dengan pekerjaan nya terhadap samudera. Saat malam tiba untuk sedikit mengurangi rasa jenuh terkadang aku berkumpul bersama  teman-temanku para bintang, berkerlap-kerlip dan berdansa bersama menghiasi langit malam mengelilingi kegelapan total. Namun aku sudah bosan dengan rutinitas langit yang telah berlangsung selama jutaan tahun itu."

"Lantas, apa yang kamu inginkan dariku?" Tanya sang kreator.

"Ava.. Maafkan logat langitku yang agak cadel maksudku apa aku terlihat seperti seseorang yang menginginkan sesuatu?" Tanya balik sang ide.

"Ya, kau terlihat seperti bintang yang membutuhkan bintang lain untuk dipikirkan."

Sang ide tidak membalas percakapan sang kreator. Diam sesaat dan sedikit berpikir ringan. "Aku masih terbayang dengan kejadian 300 juta tahun yang lalu." Lanjut sang ide.

Sang kreator sedikit terperangah terhadap ucapan bintang muda di hadapannya itu. Ia tidak menyangka bahwa sang ide masih memikirkan kejadian tersebut dan belum melepasnya pergi.

Sang kreator melepas kacamata baca dari wajahnya kemudian ia bangkit berdiri dan berjalan mendekati sang ide.

Ia menaruh telapak tangan dari sebelah tangannya di bahu sang ide. "Kita tidak perlu membicarakannya lagi. Langit telah membuat keputusan bahwa  padamnya gelombang cahaya barat bukan hanya kesalahanmu."

"Jujur, apakah aku orang yang pertama kali menghisap jiwanya?" Tidak ada nada ketus, lebih terdengar seperti bisikan.

Kedua entitas yang terlihat berbeda itu saling bertatapan. Di mata lelaki bulu alias sang ide terlihat rasa ingin tahu sementara di mata sang kreator terlihat keyakinan.

"Gadis itu masih berusia sangat muda, cantik dan energik. Ya, kamu adalah malaikat kematian yang pertama kali merenggut cahaya jiwa dari dalam matanya."

"Aku merasa sangat istimewa."

"Merry Christmas."
Sang kreator.

Artist : Iwan Rheon

Saturday, September 19, 2020

Weak Sense

picsart: Figur Astronot

Aku sedikit lupa dengan pernyataanmu tentang tidak ada tempat yang benar-benar liar di planet bumi kecuali samudera di lautan.

Maksud pernyataanku adalah bahwa setiap inci ruang di planet bumi telah di eksplorasi oleh manusia kecuali lautan. Hanya beberapa persen bagian dari lautan yang mampu dijamah oleh manusia, untuk saat ini.

Palung Mariana merupakan tempat terdalam di planet Bumi yang berlokasi di dasar barat laut samudera pasifik, dekat dengan Jepang di Asia. Kedalamannya dapat dibandingkan dengan ketinggian gunung everest dalam kondisi terbalik dan masih lebih dalam lagi.

Ruang terdalam di planet bumi yang masih perawan dan belum disentuh oleh manusia.

Sampai saat ini belum ada ilmu pasti yang mampu menyelam segelap itu namun tidak untuk imajinasi. Pikiranku sudah menyentuhnya.

Aku sudah berkali-kali mengunjungi palung Mariana. Zona kegelapan abadi tempat di mana sinar matahari tidak bisa masuk. Alat penerang (pikiran) atau senter tangan yang kubawa adalah cahaya pertama yang menyinari kegelapan di tempat itu (The Holy Darkness dalam bahasa Inggris).

Aku merupakan orang pertama yang tidak sengaja membuat gelembung kentut di sana. Saat itu aku sedang masuk angin dan sedikit lapar.

Sebagai kenang-kenangan aku mengambil batu dari tempat itu dan kujadikan sebuah cincin sebagai hadiah ulang tahun untuk kekasihku.

Ketkasihmu yang cantik membuat batu cincin itu terlihat sangat indah.

Terima kasih untuk pujiannya itu sungguh sopan sekali.

***

3. Dunia ide sosial-Ide Murni

Ini merupakan tempat bagi populasi ide (manusia) yang di kenal sebagai pribadi yang lebih suka mendiskusikan dan memikirkan ide-ide dari dunia ide daripada mendiskusikan dan memikirkan manusia dan peraturan hidup manusia di dunia materi.

Secara bukan harfiah, tidak ada anak kecil (Children) di dunia ide murni. Kondisi Psikologis anak kecil di dunia ide murni berbeda dengan kondisi anak kecil di dunia ide sosial-materi. Kebanyakan anak kecil normal di dunia sosial-materi bercita-cita ingin menjadi dokter, astronot, polisi dan lain sebagainya ketika mereka sudah besar nanti. Anak kecil di dunia ide murni bercita-cita ingin menciptakan manusia (Kloning). Anak kecil di dunia ide murni lebih cepat dewasa.

Hampir seratus persen ilmu pasti berasal dari sini sebelum disampaikan ke dunia ide sosial-materi dan kemudian dipublikasikan ke rakyat luas.

Asal muasal ilmu pasti berasal dari hasil evolusi pikiran filosofi selama ribuan tahun. Apa kamu menyadarinya? Alam bawah sadar dan segalanya yang kamu pikirkan semenjak kamu membuka mata di pagi hari sampai kamu tidur di malam hari seperti menggosok gigi, membaca koran, sekolah, bekerja di kantor, matematika, biologi, kopi, busana pakaian, televisi, mall dan lain sebagainya. Semua itu adalah aktivitas dan kondisi kesadaran yang berasal dari hasil evolusi pikiran manusia selama ribuan tahun. Kamu berusia lebih tua daripada yang kamu "ketahui". Kamu adalah hasil evolusi pikiran selama ribuan tahun. Itu adalah usiamu dalam sudut pandang filosofi.

Mayoritas ide (manusia) yang berada di dalam populasi dunia ide murni adalah ide-ide (manusia) yang memiliki pikiran mandiri yang merupakan sifat dasar dari pikiran filosofi.

Ketika mendapatkan informasi, mereka tidak hanya menyerap pesan harfiah dan non-harfiah yang ingin disampaikan namun juga merenenungkannya.

Mereka merenungkan (berfilosofi) tentang kondisi pesawat antariksa di ruang angkasa dan akhirnya mereka menyadari bahwa tidak ada mesin yang mampu bergerak di ruang angkasa karena tidak adanya gaya dorong gravitasi atau materi lainnya dalam kehampaan ruang angkasa.

Mereka menyadari bahwa potret galaksi hanyalah sebatas karya seni fiksi ilmiah. Dibutuhkan lensa yang mega besar untuk menangkap gambar keseluruhan galaksi dan jika seandainya ada lensa sebesar itu, membutuhkan waktu jutaan tahun untuk mengambil keseluruhan gambar yang memiliki rentang jarak jutaan tahun cahaya (Cara kerja lensa kamera saat mengambil gambar adalah dengan menggunakan kecepatan cahaya, blitz).

Mereka menyadari bahwa belum ditemukannya materi non-transparan sebagai alat penerang yang mampu menahan tekanan air seberat itu di kedalaman ekstrim palung mariana.

Barusan adalah contoh-contoh kasus perenungan (berfilosofi) pada ilmu pasti yang ternyata adalah fiksi ilmiah.

Tepat. Jika kamu tidak berpikiran mandiri atau berfilosofi atau merenungkan tentang apa yang sedang terjadi dalam hidup ini, kamu tidak akan menyadari bahwa kamu sedang hidup di dalam dunia fiksi atau ilusi semata. Kurikulum standar pendidikan adalah mengajarkan bahwa kita hidup di dalam galaksi bla bla bla tanpa menyadari bahwa pikiran formal kita hanya hidup di dalam dunia fiksi atau ilusi, bahkan seorang doktor... Atau mungkin professor...

Ini merupakan salah satu kegunaan berfilosofi di dunia ide, menyadarkanmu dari ilusi belaka.

(Anak kecil dari dunia ide murni begitu mengerikan... Kondisi pikirannya lebih tua dari gelar profesor...)

Jika kamu berhasil mengerti secara harfiah, pasti ada maksud non-harfiah atau pesan tersembunyi yang ingin di sampaikan oleh NASA mengenai astronot dan peluncuran pesawatnya.

Pernyataan yang bagus!
NASA memiliki selera humor yang sangat hebat!!

Beritahu aku tentang apa pesan tersembunyi itu.

Tidak. Kamu harus memecahkan sendiri pesan tersembunyi itu agar pikiran kamu menjadi mandiri.


"When we realize how little we mean to the universe, we realize how important we are to each other"

Tom DeLonge

Tuesday, September 15, 2020

Weak Sense

 Jadi, kamu beranggapan bahwa ide-ide pada dunia ide sosial-materi menyadari bahwa mereka adalah bagian dari kesengajaan-kesengajaan yang terjadi?

Tepat sekali.

Ide-ide menyadari bahwa mereka adalah bagian dari sesuatu yang lebih besar dan aku tidak sedang berpikir secara harfiah.

Ide-ide menyadari bahwa mereka adalah bagian dari kesengajaan-kesengajaan kosmik.

Bagian dari sebuah proses...

Ide yang cemerlang!
Aku juga menyadari bahwa bagaimana jika kehidupan organis adalah bagian dari proses kesengajaan-kesengajaan kosmik yang masih berlangsung.
Jika sebelumnya aku berpendapat bahwa kondisi organis kita saat ini belum mencapai puncak evolusi, bagaimana jika kehidupan organis (pada manusia) belum mencapai puncak kesadaran? Bagaimana jika ada sesuatu yang lain yang mana sesuatu tersebut merupakan proses yang masih berlangsung atau belum terjadi yang nantinya akan memiliki kesadaran yang melampaui kondisi kesadaran pada kehidupan organis (manusia) ?

Belum saatnya memikirkan hal itu, kamu melewati standar kurikulum xD

Kamu telah memberi contoh ide mengenai kesengajaan-kesengajaan yang terjadi pada dunia ide sosial-materi modern namun, yang kamu berikan adalah kesengajaan-kesengajaan yang bersifat sementara atau hanya terjadi sekali atau hanya sesekali. Aku menginginkan contoh ide kesengajaan-kesengajaan yang terjadi secara simultan atau berlangsung selamanya.

Pernyataan yang bagus, Aku mulai menyukaimu. Memikirkan filosofi tentang ide pada dunia ide memang tidak menghasilkan uang namun, dapat meningkatkan kualitas diri atau hidupmu melalui efek interpersonal secara temporer maupun permanen.

Ide (kesengajaan-kesengajaan) yang terjadi pada dunia ide sosial-materi merupakan ide yang sengaja terjadi oleh ide yang lebih besar yaitu manusia. Kesengajaan-kesengajaan itu dapat berupa kejadian yang terjadi pada dunia materi yang berada di dalam dunia ide sosial-materi modern dan juga kesengajaan-kesengajaan itu dapat berupa kejadian yang terjadi pada dunia ide yang berada di dalama dunia ide sosial-materi modern tersebut.

Contoh kesengajaan yang terjadi pada dunia materi di dalam dunia ide sosial-materi modern merupakan contoh kesengajaan-kesengajaan yang telah aku berikan sebelumnya; burung-burung yang bertengger di kabel tiang listrik, pedagang tahu bulat yang mangkal di bahu jalan, warna baju yang dipakai temanmu, hutan buatan seperti sekolah orang utan, aliran sungai dan bahkan bintang di langit.

Apa maksudmu dengan bintang di langit?

Tidak hanya di daratan, manusia juga turut mengambil andil aturan langit.

Manusia turut mengambil andil tentang apakah malam ini langit bersinar terang. Apakah malam ini di langit terhampar binar-binar yang bermunculan menampakkan kerlap-kerlip cahayanya?

Bagaimana bisa?

Hujan.
Dengan mengumpulkan benih-benih hujan di langit pada hari-hari sebelumnya, manusia dapat merencanakan datangnya hujan. Pada dunia ide sosial-materi modern, Ilmu pengetahuan ini lazim diterapkan pada proses bercocok tanam skala pertanian. Namun, aku yakin ada cara yang lebih efektif dan itu masih menjadi rahasia langit bahkan google menyembunyikannya.

Google yang terbuka untuk umum hanya menampilkan permukaan dan zona fotik. Untuk mendapatkan hal yang anomali kamu harus menyelam lebih dalam melalui "Deep Web"

Itu di luar kemampuanku, namun aku memiliki kenalan yang mungkin bisa menyelam segelap itu, afotik.

Sekarang mari kita kembali ke dalam kurikulum. Kamu yang membuat ide ini berpikir secara formal, aku lebih suka terlihat mandiri.

Barusan adalah contoh mengenai ide (kesengajaan-kesengajaan) yang terjadi pada dunia materi yang berada pada dunia sosial-materi modern (pada dunia ide sosial-materi modern karena ide-ide atau manusia yang berada di dalam dunia ide tersebut menyadari akan ide atau
kesengajaan-kesengajaan yang terjadi)

Bagaimana dengan contoh tentang ide (kesengajaan-kesengajaan) yang terjadi pada dunia ide di dalam dunia ide sosial-materi modern?

Aku menyebutnya terjadi pada dunia ide karena kejadian itu terjadi di dalam ide (manusia) yang berada di dalam dunia ide sosial-materi modern.

Ide (kesengajaan-kesengajaan) tidak hanya terjadi di dalam dunia materi namun juga terjadi di dalam dunia ide (manusia) yang mampu menimbulkan dampak psikologis dan membentuk karakter ide (manusia) tersebut.

Pada dunia ide sosial-materi modern, standar etis dasar dalam interaksi sosial merupakan hal yang biasa dan dapat ditemukan di banyak tempat.

Sebagai contoh,
Ada beberapa orang muda yang ingin mengamati bintang di atap gedung apartemen mereka tinggal. Sesampainya di lokasi pengamatan,  mereka menyadari bahwa mereka melupakan teleskop yang tertinggal di kamar dan salah satu dari mereka harus turun untuk mengambil barang yang tertinggal itu.

Apa ide (Kesengajaan) paling etis yang terjadi jika kamu memiliki kualitas sebagai rule?

Yang paling muda yang kembali ke kamar untuk mengambil teleskop yang tertinggal.

Tepat sekali lagi.
Kamu akan mendapatkan perlakuan yang layak dalam interaksi sosial internasional dengan bermodal pengertian ide tentang standar etis dasar pada interaksi sosial di dalam dunia ide sosial-materi modern.

Contoh berikutnya,
Ide tentang standar etis dasar interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari tidak berlaku pada konteks ini.
Ide ini bukan tentang ide cara memperlakukan teman namun lebih dari itu.

Gentleman?

Lebih dari itu.

Pangeran?

Aku bukan seorang pangeran jika aku tidak tahu cara memperlakukan wanita sebagai ratu. (Happy birthday Prince Harry! Prince of wales)

Malaikat?

Bisa dibilang. Ide tentang malaikat tidak hanya ditemukan dalam kegiatan spiritual, namun kamu juga bisa menerapkannya (ide tentang malaikat) terhadap orang yang kamu cintai seperti kekasihmu misalnya.


American-born vet Christine Nelson.
"Operation Orang Utan" On National Geographic Wild. 


Tuesday, September 8, 2020

Weak Sense

Apa maksudmu bahwa opini bukan 100 persen ide murni?

Opini bukanlah buah pikiran. Opini hanya bersifat mengkritik, tidak menciptakan atau menggagas. Pernyataan ini bukan kesadaran originalku, aku mempelajarinya dari sebuah buku karya Hans Albert Rekonstruksi Nalar Kritis.

Sama halnya dengan Quotes (kata-kata mutiara), motivasi dsb. Quotes bukanlah buah pikiran, quotes hanya sekedar perkataan.

Kamu sedang membaca sebuah buku novel, kamu tidak hanya sedang membaca kata-kata tetapi kamu sedang merasuki dunia ide si pengarang novel tersebut.

Jangan-jangan kamu adalah tipe orang yang jarang membaca buku sampai begini saja tidak mengerti?

Hee... xD xD xD

Waduh susah juga jika harus menjelaskan dengan cara formal. aku bukan sebuah kurikulum pendidikan yang memiliki titel, aku hanya seorang "Free Thinker" alias pemikir bebas atau pemikir mandiri.

(Ia yang merupakan ia yang lain di dalam diriku tampak ke permukaan dengan berubah-ubah persona. Terkadang ia muncul sebagai ia yang mengerti, terkadang ia muncul sebagai ia yang polos tidak mengerti apa-apa, terkadang ia sebagai ia yang tidak cukup berupaya untuk mengetahui apa yang tidak diketahui, terkadang ia sebagai ia yang tidak cukup berupaya untuk mengerti atau menyerah untuk mengerti. Ada lebih dari satu ia yang lain di dalam diriku)

Baiklah, aku akan menjelaskannya dengan sesederhana mungkin. Jika kamu tidak suka membaca buku, kamu merupakan termasuk tipe orang yang lebih suka hidup di dunia materi. Nah, karena kamu juga termasuk orang awam yang baru mengenal apa itu dunia ide dan dunia materi, yang dimaksud dunia materi di sini bukanlah materialisme yang telah banyak dikenal di dunia orang awam. Dunia materi di sini adalah tipe orang yang lebih menaruh perhatian pikirannya pada dunia nyata contohnya pergaulan sehari-hari. Mereka (Orang-orang dunia materi) lebih suka memperhatikan secara visual daripada membaca buku. Memperhatikan dan mempelajari tingkah laku teman-temannya, mempelajari apa arti kehidupan melalui pengalaman empiris mereka, mempelajari apa arti sahabat sejati atau persaudaraan, dan berbagai retorika kehidupan lainnya.

Yang barusan aku jabarkan di atas merupakan contoh level awam dari dunia materi, contoh level selanjutnya dapat kamu ambil dari refleksi bangunan tua pada permukaan danau.

Bukan sebuah opini namun aku hanya memberitahu bahwa aktivitas otak lebih bekerja dengan membaca daripada memperhatikan secara visual. Kamu akan lebih tenggelam saat membaca sebuah buku novel daripada memperhatikan versi visualnya di televisi.

Jadi kesimpulannya, ketika aku sedang membaca sebuah buku aku sedang melihat apa yang telah dilakukan pikiran si pengarang buku tersebut terhadap buah pikiran miliknya di dunia ide menjadi sebuah buku di dunia materi (dunia nyata) ?

Tepat sekali. Contoh lainnya selagi kamu sedang berjalan di trotoar pinggir jalan sambil melihat gedung-gedung berjejeran saat itu kamu sedang melihat pikiran-pikiran para arsitek. Kamu sedang asyk dengan gagdet di tanganmu saat itu juga kamu sedang asyk dengan pikiran si pembuat gadget tersebut. Dan masih banyak contoh lainnya, aku yakin kamu bisa memikirkannya meski kamu bukan tipe idealis.

Barusan adalah contoh dunia ide individual. Bagaimana dengan contoh dunia ide sosial? Dunia ide di mana terdapat lebih dari satu orang di dalamnya? Apakah ada dunia seperti itu? "Perfect Circle"

1. Dunia Ide Sosial Satu Arah

Definisi dasar dari kegiatan sosial adalah interaksi individu terhadap individu lainnya di mana di dalam interaksi tersebut terdapat dua individu atau lebih.

Di sini aku juga akan memberikan contoh dasar dari dunia ide sosial yaitu kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Ketika murid-murid sedang mendengarkan penjelasan dari seorang guru di depan kelas, mereka tidak hanya sedang mendengarkan hanya sekedar kata-kata namun mereka sedang bergumul ke dalam dunia ide yang diciptakan/digagas oleh guru tersebut.

Kita ambil contoh di sini misalnya si guru sedang menjelaskan rumus matematika. Matematika adalah contoh buah pikiran yang berasal dari dunia ide.

Atau misalnya si guru sedang menjelaskan kelas biologi. Biologi adalah ilmu pasti dari dunia materi yang diserap oleh indera lalu kemudian dipikirkan di dunia ide (berpikir untuk melihat) contoh biologis di sini misalnya adalah sebatang pohon. Setelah memperhatikan sebatang pohon selama berbulan-bulan nalarku menangkap bahwa pohon adalah sesuatu yang hidup karena ia bertumbuh tinggi dan pigmen pada kulit daun berubah warna seiring berjalannya waktu seperti warna rambut pada manusia. Ini adalah contoh obyek dari dunia materi (sebatang pohon) yang diamati oleh indera penglihatan (mata) kemudian dipikiran di dunia ide.

Karena dinamakan dunia ide satu arah, bukan berarti bahwa hanya ada satu mediator di dalam interaksi dunia ide tersebut. Para murid juga memiliki peran sebagai feedback (umpan balik) terhadap buah pikiran yang di sampaikan oleh guru (mediator).

2. Dunia Ide Sosial-Materi

Dunia ide Sosial-Materi merupakan tempat di mana terjadinya interaksi sosial yang mana individu-individu di dalam dunia ide tersebut sadar atau tidak sadar bahwa mereka adalah bagian dari sebuah ide dari individu atau individu-individu lainnya.

a. Dunia Ide Sosial-Materi Modern
Sedikit kembali kepada pembahasanku sebelumnya. Apa kau menyadari bahwa sudah tidak ada yang benar-benar liar di dunia ini? (Kecuali lautan) Segalanya yang terjamah telah berada di bawah campur tangan manusia dan aku bukan hanya berpikir tentang ruang namun juga yang berada di dalamnya.

Dunia telah kehilangan naturalisasi mutlak. Tidak ada lagi yang namanya hutan liar yang benar-benar liar, yang ada hanyalah hutan liar alami campur tangan manusia. Bukan hanya kepada hewan namun hal ini juga berlaku kepada populasi manusia.

Agar mudah dimengerti aku akan memberi contoh sederhana skala kecil dunia ide Sosial-Materi modern.

Kamu hendak pergi keluar rumah untuk mengunjungi tempat biasa kamu berkumpul bersama teman-temanmu.
Apakah segalanya yang terjadi sejak langkah pertama dari pintu rumahmu sampai tempat tujuanmu adalah sebuah kebetulan? Seperti kejadian burung-burung yang bertengger di kabel tiang listrik, kejadian anak kecil sepulang sekolah dasar dalam perjalanan menuju rumah yang berpapasan denganmu di bilah jalan, kejadian tukang bakso yang memarkir gerobaknya di tempat biasa ia mangkal, kejadian tukang gorengan yang berpapasan denganmu setelah sebelumnya kamu berpapasan dengan anak kecil sekolah dasar, kejadian gerombolan anak kecil lelaki dan perempuan yang sedang bermain batu bete dengan perasaan riang, kejadian pertandingan sepak bola yang sedang berlangsung di lapangan perempatan, serta kejadian-kejadian lainnya yang terjadi selama kamu berjalan kaki dari rumah menuju tempat tujuan.

Apakah semua kejadian-kejadian itu merupakan kebetulan? Atau apakah semua atau sebagian dari kejadian-kejadian itu merupakan ide dari individu atau beberapa individu?

Definisi kebetulan atau ketidangaksengajaan melalui sudut pandang filosofi adalah bagian dari sebuah proses kejadian naturalisasi mutlak. Seperti ketidaksengajaan terjadinya pembentukan atmosfer yang melindungi planet bumi dari radiasi kosmik sehingga memungkinkan terjadinya kehidupan. Ini yang aku maksud dengan keadaan liar yang benar-benar liar dari kebetulan atau ketidaksengajaan naturalisasi mutlak.

Ketidaksengajaan jarak ideal antara matahari dengan planet bumi sehingga memungkinkan terjadinya pertumbuhan organis pada tanaman. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi jika seandainya jarak antara matahari dan planet bumi lebih dekat atau lebih jauh, mungkin saja tanaman di planet bumi tidak mengalami ketidaksengajaan kejadian pertumbuhan organis.

Lalu kemudian muncul ide pada manusia untuk memanfaatkan anugrah ketidaksengajaan kejadian itu. Aku bukan tipe nokturnal, setiap akhir pekan pada sore hari aku bersama teman-temanku rutin menikmati sejuknya matahari November di taman dekat rumahku. Aku sengaja dan aku menikmatinya.

Rule dan Tipikal adalah jenis kepribadian dominan yang terdapat pada populasi dalam dunia ide Sosial-Materi modern. Rule adalah ide yang mengatur sedangkan Tipikal adalah ide yang diatur. Mengapa Rule merupakan jenis ide yang mengatur sedangkan Tipikal merupakan jenis ide yang diatur? Jawabannya adalah karena "keniscayaan". Unsur ketidak terlalu rumitan ide yang terkandung pada Rule lebih suka memikirkan, memperhatikan, dan mempelajari sesama manusia sedangkan unsur ide yang terkandung pada Tipikal lebih suka mempelajari segalanya.

Rule,
anak nakal di sekolah yang tidak suka memperhatikan guru selama kelas berlangsung biasanya lebih mengerti manusia (teman-temannya) daripada anak cerdas secara akademik yang fokus menaruh perhatiannya pada guru selama kelas berlangsung. Dan bukan hanya mengerti namun ia juga mengatur "ide" tentang kesengajaan-kesengajaan kejadian yang terjadi pada dunia ide sosial-materi. Aku menyebutnya "ide" Karena ide merupakan sesuatu yang berasal dari dalam diri manusia begitu pula dengan kesengajaan-kesengajaan.
Dari sudut pandang filosofi, kesengajaan adalah sebuah ide.

Sedangkan Tipikal,
unsur ide yang mengejar kesempurnaan, memiliki banyak sudut pandang dan memutarbalikan ruang akan refleksi kenyataan di dalam pikirannya membuatnya menjadi pribadi ide yang sulit dipahami. Unsur ide ini terkadang sering atau jarang ditemukan pada populasi ide (aku menyebut manusia sebagai ide bukan sebagai materi karena kita sedang berada dalam dunia ide. Pada dunia materi, manusia disebut sebagai materi karena terbentuk dari atom-atom. Kita akan membahas ini di lain waktu) pada dunia ide sosial-materi. Jika jarang, karena unsur keelitan  dalam ide Tipikal akan menemukan banyak ketidakcocokan dalam hidupnya. Satu-satunya harapan untuk mengimbangi unsur ide Tipikal adalah ide dominan lainnya yaitu Rule.

Kerumitan Tipikal yang membuatnya sulit dipahami bukan berarti ketidakcocokan terhadap Rule. Pada awalnya mungkin Rule tidak penuh memahami Tipikal namun karena sifat Rule yang pada dasarnya sangat menyukai untuk memperhatikan dan mempelajari manusia (teman-temannya) membuatnya mengerti pada akhirnya bahkan mengatur.

Aku mengerti! Pikiran simple dari Rule menjadikannya pribadi yang lebih licik sehingga dia menjadi pribadi ide yang mengatur xD

Idiot, sekarang bukan saatnya berpikir jenaka.

Pengalaman empiris bahkan sejarah telah membuktikan bahwa keniscayaan akan keteraturan berada di tangan ide yang lebih simpel yaitu Rule.

Aku.. Aku..

Apa?

Aku tidak tahu...
Aku tidak tahu apa yang harus kurasakan dan aku tidak tahu apa yang harus kupikirkan.
Tiba-tiba ini muncul begitu saja.
Sepertinya... Ada seseorang yang harus kupikirkan dan itu harus.

Aku memang tidak serumit dan sepintar dirimu namun jika seseorang itu adalah wanita,
kamu cukup mengatakan "Aku mencintaimu"
Setelah itu kamu akan merasa lebih baik, percaya padaku.

Tuesday, August 18, 2020

Weak Sense


Kamu hanya menaruh perhatian dan berpikir pada hal yang terlihat indah?

Tidak, aku bukan tipe superficial. Jika aku orang yang begitu, itu sama saja dengan aku kurang mengenal dunia ide. Aku juga menaruh perhatian dan memikirkan hal yang terlihat jelek :p

Kebanyakan orang yang lebih suka hidup di dunia materi menggunakan metode mengindrai kemudian berpikir. Mereka berpikir bahwa tahap awal mereka lahir di dunia adalah dengan menggunakan indera mereka.

Kamu adalah seorang bayi yang baru saja dilahirkan. Pengalaman pertama kamu di dunia adalah indera. Indera pendengar, pengalaman pertamu kamu di dunia adalah mendengar kondisi suasana rumah sakit, puskesmas, di rumah sendiri, atau dukun dll. Indera pembau, pengalaman pertama kamu di dunia adalah dengan mencium aroma kondisi suasana tempat kamu dilahirkan. Dan dengan ketiga indera lainnya.

Meskipun indera kamu belum cukup kuat namun itulah pengalaman pertama kamu hidup di dunia, bukan berpikir. Kerjaan kamu sebagai seorang bayi yang baru saja dilahirkan adalah menangis, tidur, menangis, tidur, tak ada waktu bagimu untuk berpikir hingga nanti saatnya tiba fase bayi melihat untuk berpikir.

• Fase bayi melihat untuk berpikir

Hari ini adalah hari pertama kamu melihat untuk berpikir. Hari ini adalah hari pertama dunia menyentuh pikiranmu.

Sebagai contoh, hari ini adalah hari pertama kamu melihat wajah ayahmu dengan menggunakan pikiranmu. Cara kamu melihatnya adalah dengan cara ketidaktahuan yang begitu hebat. Kamu seperti sedang melihat alien luar angkasa bertubuh besar yang mengeluarkan suara bip bip bip nang ning ning nang ning nung. Ketidaktahuan kamu akan visual ayah kandungmu diserap oleh indera yang kemudian merangsang pikiran abstraksimu untuk terus berpikir tanpa jeda. Karena Kondisi pikiranmu masih sangat muda dan tunas sehingga kamu merespon ketidaktahuan itu dengan menggunakan emosi hati. Senyum pertama pada bayi di fase melihat untuk berpikir adalah senyum murni dari hati, tanpa alasan.

• Fase berpikir untuk melihat

Pada saat ini kamu bukan lagi seorang bayi. Kamu adalah : 

Anak kecil yang sudah cukup dewasa
Remaja
Orang tua

Pada fase ini kamu tidak hanya melihat untuk berpikir namun juga sebaliknya, kamu berpikir untuk melihat.

Kamu sedang melihat sebatang pohon. Pada saat melihatnya kamu tidak lagi berpikir bahwa itu adalah sebatang pohon. Pikiranmu sudah mengetahui bahwa itu adalah sebatang pohon karena sosok visual sebatang pohon sudah terekam di dalam pikiranmu. Kali ini kamu berpikir untuk melihat sebatang pohon. Kamu berpikir apa yang dapat kulakukan kepada sebatang pohon itu. Akhirnya muncul ide di dalam pikiranmu untuk membuat ayunan anak-anak.

°

Jika kamu benar-benar menyimak apa yang sudah aku pikirkan di atas tadi, apa inti yang kamu dapatkan dari-nya?

Dunia materi adalah melihat untuk berpikir sedangkan, dunia ide adalah berpikir untuk melihat.

Tidak hanya sampai disitu, pengembangan dan pendewasaan diri masih terus berlanjut pada fase berpikir untuk melihat.

Peradaban manusia seperti seni budaya, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya adalah bagian yang dihasilkan dari dunia ide.

Estetika akan keindahan juga merupakan bagian dari dunia ide. Suara indah yang ditimbulkan dari sebuah siulan membuat manusia dari dunia ide untuk berpikir menciptakan seruling.

Kamu sedang mendengarkan musik Jazz. Lantunan nada yang diserap oleh indera kemudian dikenal atau diketahui oleh otak sebagai entitas yang indah sehingga membuatmu menangis dengan alasan karena kamu sudah memasuki fase berpikir untuk melihat.

Kali ini aku akan memberikan contoh indera penglihatan. Pemandangan indah di gunung adalah sebuah estetika. Keayuban dan ketidaksengajaan pembentukan visual yang diserap oleh indera penglihatanmu lalu dikirim ke otak dan kemudian menimbulkan perasaan indah adalah sebuah kejadian berpikir untuk melihat karena otakmu sudah mengenal obyek-obyek yang mendukung penampakan indah tersebut. Obyek-obyek itu bisa seperti pepohonan, sungai, sinar matahari, burung dll.

Fase kualitas pengembangan dan pendewasaan diri manusia tidak hanya sampai di situ. Perasaan indah (esteteka) juga bisa timbul dari obyek yang tidak indah jika pikiranmu mampu melihatnya.

Sebagai contoh, aku bisa menangis karena melihat karang-karang jelek berwarna cokelat yang berjongkokkan di dalam laut. Kenapa aku menangis? Karena pikiranku sedang melihat sebuah kondisi purba bawah air yang terbentuk alami dalam waktu 500 tahun.

"Semuanya memiliki keindahan namun tidak semua orang melihatnya"
(Andy Warhol)

Jadi kesimpulan lain dari pikiran hari ini adalah :

Dunia materi adalah segala hal yang kita lihat di dunia seperti pohon, burung, matahari, air dsb.

Dunia ide adalah buah pikiran yang kita pikirkan sehingga menghasilkan sebuah ide atau banyak ide seperti karya seni, ilmu pengetahuan, gagasan, opini (bukan seratus persen ide murni karena sifatnya bukan menggagas) dsb.



Sunday, August 16, 2020

Weak Sense

Blue Nebula

Nah, Jika kita berpikir (sudut pandang) bahwa kedua binar yang menonjol ini sebagai wanita, kamu mungkin berpikir bahwa kamu sedang menyaksikan ajang pertunjukan keindahan visual organis wanita namun, tidak bagiku.

Kamu sedang menyaksikan sebuah pertunjukan representasi ide. Pembukaan dan refleksi jiwa terhadap as imagined as the globe (notice the site design) and the talking eye with no words.

***

Karena terlalu lelah berenang, pikiranku kembali ke planet bumi. Masih di waktu dan tempat sama yaitu mesin waktu di atap rumahku.

Di sana aku berbaring dengan menyandarkan kepala kepada kedua tangan, menghadap ke angkasa.

Orang yang sudah tiada akan menjadi ide abadi selamanya. Menjadi ide tentang surga, bahwa mereka berada di sana ditemani para malaikat bermata basah. Ada yang berjonggot tebal, ada yang berjenggot tipis, dan ada juga yang tidak berjenggot.

Bangunan di sana dipondasikan dengan pilar-pilar yang tinggi dengan dinding banyak jendela berhordeng putih transparan mempersilahkan cahaya untuk bertamu. Bulu-bulu halus berwarna putih  berterbangan di dalam cahaya itu. Sesekali malaikat bermata basah lewat mengibas bulu-bulu. Tersentuh, entitas yang sama.

Tanpa khawatir dengan kehadiran orang tua, Anak-anak berlarian gembira di kebun yang dipenuhi bermacam-macam bunga. Warnanya banyak dan selalu mekar.

Jika malam tiba, kunang-kunang di sana tidak menghindar untuk menjauh karena khawatir akan disakiti oleh kehadiran manusia. Mereka akan terbang mengelilingimu menemanimu berjalan di malam hari.

Mungkin saja salah satu dari kunang-kunang itu merupakan kesadaran seseorang yang memperhatikanmu sepanjang hari. Karena seseorang tersebut tidak bisa hadir untukmu, maka ia mengirim sekeping bagian kesadarannya kepadamu.

Kunang-kunang dengan kamera mikro. Teknologi surga pasti sangatlah maju karena di sana terdapat banyak cahaya kesadaran-kesadaran ide cemerlang yang melayang-layang di langit surga! 

Kehebatan surga pasti sangat tidak tertandingi karena di sana berkumpul tokoh-tokoh ambisius, filsuf-filsuf tersohor, dan ilmuwan-ilmuwan ilmu pasti dalam rentang waktu 4000 peradaban manusia. Albert Einstein, Isaac Newton, Napoleon, Thomas Alpha Edison, Plato, Aristoteles, Lao Tzu, Ghandi dan masih banyak lagi.

Tiba-tiba saja aku merasa ada yang tidak beres dengan caraku melihat surga. Proyeksinya memudar seperti televisi yang kehilangan sinyal. Setelah itu bagian dari kesadaranku kembali ke atap rumah menghadap angkasa dan sebagian lagi masih di surga. Kedua mataku tidak lagi berkedip tetapi menyipit dengan lambat. Aku tertidur.


Ada yang meronta-ronta.
Meronta-ronta mencoba untuk keluar.
Bukan ronta paksaan. 
Asal rontaan itu berasal dari toples kaca mini (Jar) terbalik yang tidak ada tutupnya. 
Setelah meronta-ronta beberapa saat ia berhasil mengeluarkan sebagian dirinya dan kemudian seluruhnya.
Ia terbang ke sana ke mari dengan lincah di atas tubuhku.
Berputar-putar sejenak beberapa kali kemudian mendekati wajahku.
Diam lama di sana.
Bukan dalam kondisi penasaran tetapi mengamati.
Kerlap-kerlipnya menyinari wajahku yang sedang tertidur pulas.
Setelah pengamatan sementara kemudian ia masuk ke dalam kepalaku di bagian dahi.
Di dalam sana, di alam bawah sadarku ia menjadi bunga tidur memproyeksikan dirinya sebagai tampilan musikal.

Chester Bennington performing One More Light














Saturday, August 15, 2020

Weak Sense (Skeleton Heart)

Ukirannya terlihat agak pudar sehingga sulit untuk dibaca. Apa ini akibat radiasi kosmik atau sesuatu yang lain?

Di mana kamu menemukan ini?

Selagi kau sedang asyk berpikir, aku menemukannya dengan kondisi lebih saling berdekatan dari binar-binar lainnya, bahkan menempel. Aku penasaran kenapa tidak terjadi momentum binar cahaya ketika mereka saling bersentuhan. Lantas akupun tidak hanya membuat mereka bersentuhan, namun melebur mereka menjadi satu.

Kowalski Van Jare... Sampai sini ukirannya sudah tidak terbaca, merah.

Pasangannya berwarna biru pekat, merefleksikan kedalaman dan kesuraman pada mata. Binar ini terlihat sedih. Di situ terukir Tete... Teter... Sulit dibaca, abstraksi yang menyebalkan.

Untuk saat ini, mereka adalah binar yang paling menonjol. Aku yang pertama kali menemukannya, apakah aku boleh menganggap kehadirannya untukku dan memilikinya?

Tidak boleh, kita sudah mengambil tiga binar cahaya. Itu sudah cukup banyak untuk dimiliki. Sifat ingin memiliki adalah benih keserakahan, itu bukan caraku dalam melihat sebuah keindahan.

Sebagai contoh, kita anggap saja entitas keindahan dalam soal ini adalah wanita. Caraku melihat wanita tidak hanya melalui sudut pandang visual organis. Jika kamu hanya memiliki sudut pandang ini, lambat laun ketertarikanmu padanya akan memudar karena segalanya yang bersifat organis akan menua dan visual tersebut akan membuatmu tidak tertarik lagi.

Aku juga melihat mereka sebagai sebuah ide. Entitas yang merangsang indera dan pikiranku sehingga memberi aku alasan untuk berpikir. Dan jika seandainya kebetulan kamu mendapatkan wanita ideal yang juga melihatmu sebagai ide, kalian akan menciptakan dan mengeksplorasi dunia ide bersama-sama, menambah banyak kesadaran baru bersama-sama serta berevolusi bersama-sama. Koneksi pasangan ideal seperti ini bersifat abadi karena dunia ide berbeda dengan dunia materi. Visual organis yang diserap oleh indera kita dalam dunia materi akan menua dan menjadi tidak menarik, keindahan dalam dunia materi hanya bersifat sementara. Berbeda dengan dunia ide. Keindahan dalam dunia ide tidak menua namun berevolusi. Abadi dan selamanya.

Sebagai contoh,
Ribuan tahun yang lalu manusia membutuhkan sebuah ide untuk menyeberangi sungai, Maka dari itu ditemukanlah ide untuk membuat perahu parit sederhana berbentuk kotak tanpa atap. Lambat laun ide tentang membuat perahu parit berevolusi menjadi ide membuat kapal pesiar. Dan sampai saat ini ide tersebut tidak akan pudar karena tidak mungkin manusia menyeberangi samudera dengan cara berenang. Abadi dan selamanya. 

Begitu pula ide cinta dalam dunia ide. Dalam dunia ide, cinta bersifat abadi dan selamanya. Cinta dalam dunia ide mencintai segala kekurangan dan kelebihanmu. Cinta dalam dunia ide tidak mencintai kamu sebagai bukan kamu, melainkan mencintai kamu sebagai kamu. Cinta dalam dunia ide tidak hanya melihatmu sebagai subyek visual, cinta dalam dunia ide melihatmu sebagai cinta karena dalam dunia dunia ide kalian berdua adalah dua entitas yang sama, yaitu cinta.

Lambat laun cinta dalam dunia ide berevolusi. Cinta dalam dunia ide menyadari bahwa cinta tidak cukup jika hanya mencintai. Cinta dalam dunia ide harus merefleksikan ide cintanya menjadi kenyataan melalui tindakan yang mengandung afeksi. Bagus saja tidak cukup, cinta dalam dunia idepun berusaha untuk menjadi hebat. Hebat saja tidak cukup, cinta dalam dunia idepun berusaha untuk menjadi bagus.

Cinta dalam dunia ide adalah cinta yang mudah mati karena cinta dalam dunia ide begitu rapuh. Cinta dalam dunia ide mudah sekali untuk tenggelam karena cinta dalam dunia ide adalah perenang payah yang rela menyeberangi samudera. Hidup cinta dalam dunia ide berlangsung abadi dan selamanya begitu juga dengan kematiannya, karena cinta dalam dunia ide hanya terjadi sekali.

Kematiannya yang abadi tidak berarti membuat cinta dalam dunia ide kehilangan eksistensinya. Kematian membuat Ia berevolusi menjadi entitas yang pekat dan gelap. Yang awalnya hidup seni cinta dalam dunia ide bersifat cair dan hangat kini kandungan itu berubah menjadi dingin dan beku, meneriakkan (scream) kematiannya melalui seni kandungan tersebut.

Skeleton heart emo love - The evolution of the dying idea of love.

Thursday, August 13, 2020

Weak Sense

Lagi, tiba-tiba saja inderaku menangkap sesuatu. Aku merasakan kehadiran seseorang di tempat ini namun bukan ia yang merupakan sesuatu yang lain dalam diriku.

Tidak, ini bukan hanya seorang. Aku merasakan kehadiran beberapa orang di tempat ini. Tidak, ini bukan hanya beberapa. Ini adalah keramaian.

Situs ini masih terlihat begitu alami. Tidak mungkin sudah dilihat oleh banyak mata.

Aku mempertajam indera dan pikiranku. Fokus, meraba-raba dalam gelap mecari alasan dari mana datangnya perasaan ini. Perasaan akan kehadiran orang lain.

Namun sejauh mata memandang aku hanya melihat aku. Akupun menaruh perhatian pada kelompok cahaya berwarna-warni di hadapanku. Apakah perasaan ini datang dari mereka? Apakah mereka adalah entitas yang memiliki kesadaran seperti kita? Kenapa mereka saling berdekatan? Berbeda dengan bintang-bintang yang saling menaruh jarak dengan bintang lainnya.

Bagaimana jika mereka (kelompok cahaya berwarna-warni) benar-benar memiliki kesadaran seperti kita? Dan alasan mereka saling berdekatan dikarenakan mereka tidak hanya selalu memikirkan diri mereka sendiri?

Seperti aku. Pikiranku jauh pergi ke angkasa namun pikiranku tidak menutup diri kepada orang di planet bumi. Aku tidak hanya memikirkan aku.

Perhatianku masih tertuju pada mereka. Aku kembali menyentuhnya kemudian ia meleleh lagi dan kembali lagi. Kusentuh lagi kemudian ia meleleh lagi dan kembali lagi. Aku kembali menyentuhnya dan berharap akan terjadi sesuatu yang lain namun hasilnya tetap sama, meleleh lagi dan kembali lagi. Kali ini aku sentil, meleleh lagi dan kembali lagi. Aku cubit, meleleh lagi dan kembali lagi. Aku belai, meleleh lagi dan kembali lagi. Aku cium, meleleh lagi dan kembali lagi.

Banyak cara telah kucoba namun hasilnya tetap sama.

Hey, cahaya! Apa kau tidak memiliki respon yang lain? Kau hanya meleleh dan kembali setiap kali kusentuh! Sekarang sudah bukan zaman abad pertengahan yang kental dengan romantisme! Atau jangan jangan kalian masih hidup di zaman itu?!!

Terbesit di dalam benakku tentang apa yang akan terjadi jika aku membuat mereka saling bersentuhan. Aku sedikit khawatir, mereka memang tidak terlihat berbahaya namun siapa yang tahu tentang apa yang akan terjadi terhadap reaksi kimia jika cahaya berwarna ini saling bersentuhan. Mungkin saja akan terjadi ledakan big bang mini buatan. Atau munculnya lubang hitam. Atau mungkin saja hanya meleleh.

Setelah menimbang-nimbang dalam hati akhirnya aku lebih memilih rasa penasaran dibandingkan rasa khawatir.

Kini ada dua binar cahaya menerangi ke dua genggam tanganku. Lelehannya sungguh terasa mengalir di atas kulitku..:'(

Di genggam tangan kiriku binarnya berwarna merah dan di genggam tangan kananku binarnya berwarna putih.

Dengan pelan kudekatkan kedua genggam tanganku sehingga kedua cahaya ini saling bertemu. Sinarnya membesar. Kini bukan hanya genggam tanganku, namun seluruh tubuhku disinari oleh-nya. Kali ini bersuhu. Terasa hangat. Rasanya seperti berpelukan tanpa pakaian. Kemudian dalam selang beberapa waktu, sinarnya kembali ke ukurannya yang semula. Namun, dengan keadaan sedikit berbeda. Ada sebuah nama terukir pada masing-masing cahaya. Terukir epik dengan huruf sambung.

Yang merah bertuliskan Albert Einstein dan yang putih bertuliskan Thomas Alpha Edison. 

Lagi, inderaku terbius dengan apa yang sedang terjadi.

Mereka (cahaya berwarna-warni) semua adalah kesadaran.

Aku bukan pikiran pertama yang menyelam ke dalam sini. 100 tahun yang lalu Albert Einstein telah berada di tempat ini, di situs purba ini. Dan masih banyak sekali kesadaran bersinar di tempat ini. Tidak akan sempat untukku mecari tahu tentang siapa saja mereka semua.

Aku mengambil dua binar cahaya. Kali ini berwarna biru dan kuning.

Yang kuning bernama Lao Tzu, yang biru bernama Napoleon. Tunggu, aku melihat pesan pendek pada binar berwarna biru. Di situ tertulis, Anak kecil tidak boleh berada di sini. Apa maksud pesan tersebut? Mungkin ia khawatir dengan kecerobohan pikiran anak kecil yang dapat merusak situs purba ini.

Selagi memperhatikan kelompok cahaya, aku menemukan beberapa binar cahaya berbeda di antara mereka. Binar-binar cahaya ini tidak terlihat seperti binar kesadaran berakal namun, lebih terlihat seperti binar cahaya kesadaran berseni. Aku mengambil dua binar cahaya di antara mereka.

Binar cahaya yang ku genggam dengan menggunakan tangan kananku terlihat masih sangat muda. Caranya bersinar terlihat berbeda, ia berkerlip lebih cepat. Semakin diperhatikan semakin terlihat konyol. Setelah membuat mereka saling bertemu, aku mendapatkan dua ukir nama. Yang konyol bernama Marcus dan yang lainnya bernama Mickey.

Kembali ku melihat perbedaan di antara mereka. Sepertinya terdapat bermacam-macam jenis binar cahaya di antara mereka. Kali ini aku mendapatkan binar cahaya yang agak redup. Aku berasumsi bahwa binar-binar ini adalah termasuk binar cahaya kesadaran yang tersadar melalui perantara. Cahaya kesadaran yang bersinar karena dibersinarkan. Sedikit demi sedikit mereka disinari oleh perantara tersebut sehingga menjadi binar cahaya kesadaran mandiri. Perantara tersebut bisa merupakan sebuah buku, musik, Sekolah dll. Perantara yang mampu merangsang indera dan pikiran mereka. Jumlah mereka ada banyak sekali. Aku mengambil dua binar cahaya di antara mereka.

Setelah mempertemukan dua binar cahaya tersebut. Aku mendapatkan dua ukir nama.

Fauzi dan Atmojo.

Kowalski.








Tuesday, August 11, 2020

Weak Sense

Wandering soul

Mereka tidak menyadari keberadaanku. Mereka tidak menyadari bahwa ada yang berbeda dariku yang saat ini merupakan salah satu dari mereka. Aku terlihat sungguh sama namun caraku bergerak sangat berbeda. Aku merasa kaku mengepak-epakan sirip dan meliak-liuk ekor selagi berenang ke sana-sini. Berbeda sekali dengan mereka. Sikap mereka masih primitif, bersifat sosial dan tidak terlihat agresif.

Aku tidak melihat aktivitas konsumtif pada mereka. Mereka bukan termasuk organisme seperti kita yang membutuhkan aktivitas itu. Segala hal yang telah kita lihat dan pelajari di planet bumi hanyalah bagian yang sangat kecil dari alam semesta.

Bakteri bukanlah satu-satunya tanda kehidupan.

Segalanya yang bergerak adalah tanda kehidupan. Alam semesta adalah gerakan. Alam semesta adalah kehidupan. Rotasi bumi adalah kehidupan. Jantung yang bergerak untuk berdetak adalah kehidupan.

Bagaimana dengan benda langit lainnya yang juga memiliki gerakan namun hingga kini diyakini tidak memiliki tanda kehidupan?

(Aku menjawab pertanyaannya tanpa menyadari kehadiran ia yang merupakan sesuatu yang lain dalam diriku, ada di sini. Memperhatikanku sejak tadi. ikut berpikir.)

Bukan tidak namun, belum atau mungkin tidak.

Benda langit yang lain tidak (mungkin belum) memiliki tanda kehidupan dikarenakan mereka tidak (mungkin belum) mengalami terjadinya ketidaksengajaan kombinasi bermacam-macam substansi yang memungkinkan terjadinya (bukan tercipta, karena tercipta adalah definisi dari ketiadaan menjadi ada) kehidupan biologis.

Kehidupan biologis merupakan salah satu kejadian mikro dari apa yang sedang terjadi dengan alam semesta.

Sudut kesadaran:
Apa yang sedang terjadi... 

Jika kamu memperhatikan dengan seksama tentang apa yang sedang aku pikirkan sebelumnya. Maka kamu akan mengerti bahwa yang sedang kupikirkan saat ini bukan kehidupan berdasarkan biologi namun kehidupan berdasarkan segalanya.

Sebelumnya kamu memotong pikiranku yang berpikir bahwa alam semesta adalah kehidupan karena alam semesta memiliki gerakan. Hingga saat ini gerak kembang big bang masih terus berlanjut dan diyakini bahwa suatu saat nanti alam semesta akan mengempis menjadi kecil lagi lalu mengembang dan mengempis lagi. Seperti jantung yang berdetak.

Bintang jatuh di langit merupakan sebuah kehidupan. Ia masih mencari-cari dan menunggu raga (wadah) mana yang akan ia hinggapi. Mungkin ia akan menjadi sebatang pohon, atau menjadi mata air, bisa juga menjadi cicitmu nanti.



Seperti rusa yang ragu-ragu untuk menyeberang sungai yang dipenuhi oleh buaya, akhirnya aku memutuskan untuk menyelam. Begini rasanya berenang.

Aku masih belum terbiasa menjadi alien. Aku masih kaku. Jika saja sirip ini adalah tangan dan ekor ini adalah kaki, mungkin saat ini aku sudah tenggelam.

Aku sudah menyelam cukup dalam namun aku tidak melihat adanya perbedaan. Segalanya masih terlihat sama. Akupun menyelam semakin dalam. Meladeni jiwaku yang rindu akan asal usulnya. Rindu akan bagaimana rupa tempat jiwa ini berasal sebelum hinggap di dalam ragaku. Apakah di sana terdapat jiwa-jiwa lain. Apakah hanya aku.

Selagi sibuk berpikir, inderaku menangkap sesuatu.

Terdapat perbedaan di kejauhan sana. Jarak kerlap-kerlip cahaya dengan kerlap-kerlip cahaya lainnya lebih saling berdekatan. Mereka berwarna-warni. Saling menyinari antara warna satu dengan warna lainnya.

Setelah bergegas mempercepat ayunan siripku akhirnya aku sampai di tempat perbedaan itu berada. Berenang sejauh ini membuat jiwaku begitu haus.

Tempat ini merupakan kondisi purba yang telah berusia sekitar 14,7 milyar tahun. Aku (pikiranku) tidak boleh ceroboh dan sembarangan terhadap tempat ini. Butuh waktu ratusan juta tahun untuk kesembuhan alami jikalau aku melakukan kesalahan dan merusak tempat ini, itu tidak cukup tua.

Aku memperhatikan mereka. Cara mereka bersinar begitu anggun. Berbeda warna dan saling menyinari.

Dengan sangat berhati-hati aku mencoba menyentuh mereka. Mencari tahu apakah mereka merupakan entitas yang sama dengan raga alien yang raganya aku hinggapi saat ini.

Sama.

Cahayanya meleleh ketika kusentuh. Sangat rapuh seperti lilin yang mencair namun tidak bersuhu. Dan ketika sentuhanku terlepas lelehan itu kembali ke tempatnya semula. Caranya meleleh dan kembali sangat lambat, anggun.

Pikiranku meraba-raba apakah mereka merupakan sebuah keadaan pasif atau bagian dari sebuah proses kejadian seperti kejadian mikro yang terjadi pada planet bumi yaitu kehidupan biologis.

Jikalau mereka merupakan sebuah bagian dari sebuah proses kejadian maka akan terjadi sebuah hal besar di tempat ini. Aku berdoa semoga bukan kehidupan biologis. Aku mengharapkan sesuatu yang lain. Sesuatu yang memiliki kesadaran seperti kita namun bukan keadaan organis. Pastinya akan terjadi sesuatu yang indah di sini karena mereka terlihat begitu cantik dan imut sehingga membuatku sangat ingin memilikinya. Seandainya saat ini aku memiliki toples kaca, aku akan membawa satu, dua, atau tiga dari mereka untuk kubawa pulang ke rumah.

Sudut kesadaran:
Apa yang akan terjadi.

Itu adalah sifat merusak! Jika banyak orang sepertimu maka tidak hanya situs ini, situs-situs lainnya di angkasa akan membutuhkan pertumbuhan alami! 

Apa salahnya memiliki satu, dua, atau tiga artefak jika jumlahnya ada berjuta-juta di angkasa.

Lagi, tiba-tiba saja inderaku menangkap sesuatu. Aku merasakan kehadiran seseorang di tempat ini namun bukan ia yang merupakan sesuatu yang lain dalam diriku.

Tidak, ini bukan hanya seorang. Aku merasakan kehadiran beberapa orang di tempat ini. Tidak, ini bukan hanya beberapa. Ini adalah keramaian.

Situs ini masih terlihat begitu alami. Tidak mungkin sudah dilihat oleh banyak mata. 

Aku bukan jiwa pertama yang datang ke tempat ini.
Aku bukan jiwa pertama yang menyentuh sinarmu (kataku dalam hati kepada cahaya yang sebelumnya kusentuh.)

Chris Martin English singer, songwriter, musician, record producer, and philanthropist. He is the lead singer and co-founder of the rock band Coldplay.

Saturday, August 8, 2020

Weak Sense

 Orang dewasa melihat dunia ini sebagai tempat biasa dengan semestinya karena memang indera dan pikiran mereka sudah matang dan dewasa, mereka sudah biasa dengan dunia ini karena ya memang mereka sudah dewasa. Sedangkan anak kecil melihat dunia ini dengan penuh rasa ingin tahu, Ketidaktahuan yang ingin selalu mengetahui menjadikan mereka sebagai makhluk yang berhasrat. Bayangkan seorang anak yang hasrat ingin tahunya tidak pernah matang dan dewasa, ia akan menjadi anak dengan pikirian berusia seratus tahun di dalam kepalanya.

***

Alien-alien transparan berenang bersama bintang-bintang. Mereka meliak-liuk ke sana kemari di dalam kelompok. Ukuran mereka sangat besar sehingga membuat planet-planet di sekelilingnya terlihat seperti plankton-plankton. Sesekali mereka bertabrakan dengan komet dan planet-planet namun, tubuh mereka menembusnya karena entitas atom yang membentuk alien merupakan berbeda dengan entitas atom yang membentuk planet bumi, salah satunya.

Tata surya ini adalah samudera yang dalam.

Aku penasaran dengan apa yang akan aku temukan jika aku menjadi alien. Lantas, akupun menaruh kesadaranku di dalam alien. Kini aku melihat dunia melalui mata alien.

Eksplorasi tata surya di mulai.

Aku berenang bersama bintang-bintang.
Hal pertama yang ditangkap oleh inderaku adalah rasa, rasa takjub. Bukan, ini lebih dari sekedar kekaguman. Ini adalah perasaan ilahi. Sungguh beruntung menjadi alien.

Aku merasa sangat indah. Tidak, mereka (bintang-bintang) yang membuat aku terlihat indah. "Hey, bintang lihatlah mataku tentang betapa indahnya kalian!

Sejauh mata memandang adalah kegelapan total yang bersinar. Kerlap-kerlipnya begitu membius semua inderaku.

Untuk sejenak, akupun tersadar.

"Baru kusadari jika asal usul kita berasal dari substansi seindah ini. Kita berasal dari keindahan."

Sudah cukup perasaan takjubnya. Banyak yang harus kupikirkan. Sebelumnya aku telah menyebut tentang kegelapan total, maka akupun beramsumsi bahwa tata surya tempat tinggal kita sekarang ini berada dalam kedalaman zona afotik. Semakin gelap maka semakin dalam.

Ingin sekali aku berenang naik untuk mengetahui apa yang ada di atas sana. Namun aku ragu apakah aku (pikiran) akan mencapainya karena itu terlihat jauh sekali.

Ingin sekali aku berenang turun untuk mengetahui apa yang ada di dalam sana. Namun aku khawatir jikalau aku (jiwa) tenggelam dan tidak bisa kembali ke planet bumi.

***

Untuk saat ini kondisi organis manusia seperti seekor ikan keluar kolam yang meronta-ronta di daratan jika berada di ruang angkasa. 

Namun, aku melihat harapan pada waktu ratusan atau ribuan tahun mendatang.

Aku melihat evolusi. Aku berasumsi ini bukan puncaknya karena segalanya bersifat simultan.

Untuk anak-anak kita dan para keturunannya nanti.

Aku melihat para brilian. 

Aku melihat technology dan terobosan baru terus menerus.

Atmosfer tidak lagi menjadi kendala. Mereka menemukan mesin yang mampu mengkonvert radiasi kosmik dan kehampaan menjadi oksigen buatan.

Mereka memipihkan ruang dimensi, menarik jarak ratusan cahaya menjadi sangat dekat sehingga waktu tidak lagi menjadi perkara.

***

Persona penulisanmu berubah-ubah wujud, apa kau memiliki kepribadian ganda? 

Aku tidak memiliki kepribadian ganda, aku bertransformasi. Terkadang aku adalah gadis cantik yang membutuhkan emosi. terkadang aku adalah pikiran yang berenang di samudera galaksi. Terkadang aku adalah kesadaran yang rindu akan asal usulnya, rindu akan darimana aku berasal.

Aku rindu menjadi angin berhembus di antara dedaunan. Aku rindu menjadi cahaya buram di dalam lautan. Aku rindu menjadi embun pagi di hutan belantara. Aku merindukan aku.

Bukannya aku tidak bisa melihatmu. Aku lelah dengan ketidakwarasanmu. Kau terlalu terlarut dalam kesedihan sehingga membuatmu terlihat seperti seseorang yang tidak memiliki jiwa.

Saat seseorang berada dalam titik terdalam. Mata, hati, dan jiwanya terpejam. Ia tidak melihat apapun. Ia hanya melihat kesedihan. Ia hanya tenggelam.

***

Nalurinya mengatakan bahwa sore ini adalah saatnya para zebra menyebrang sungai. Ia bersama kelompok kecilnya menunggu di sana. Menunggu gemuruh dentakan langkah-langkah kaki herbivora sampai waktu yang ditunggupun tiba.

Zebra pertama masuk ke dalam air untuk menyebrang, zebra kedua, ketiga dan seterusnya. 

Meski para zebra sudah mulai menyeberang. Ia masih menunggu di sana. Belum bergeming dari tempatnya. Memperhatikan para zebra satu persatu. Memilah-milah mana mangsa yang paling potensial. Karena ia adalah seekor buaya muda yang masih membutuhkan banyak pengalaman untuk berburu.

Setelah membiarkan lewat banyak zebra, akhirnya ia mendapatkan satu calon anak zebra potensial yang berjalan terpincang-pincang di seberang sisi sungai lainnya. Kakinya cedera dan ia ragu-ragu untuk masuk ke dalam air. 

Naluri si buaya mengatakan bahwa kondisi psikologis zebra itu adalah pilihan yang tepat. Ia berenang mendekati garis penyebrangan calon mangsanya. 

Setelah mempertimbang-timbang untuk masuk ke dalam air atau tidak, akhirnya ia memutuskan masuk ke dalam air untuk menyeberang.

Anak zebra pincang itu berenang dengan satu kaki cedera. Perlahan-lahan daratan tempat ia melompat sebelumnya mulai menjauh. Ia tidak menyadari bahwa ia sedang mendekati maut. Nalurinya hanya berkata untuk menyeberang.

Buaya muda yang telah mengawasinya sejak tadi masih terus menunggu di garis penyebrangan. Ia menunggu untuk anak zebra cedera itu yang sedang mendekati nya.

Dekat, dekat, dan semakin dekat, sampai akhirnya tubuh anak zebra cedera itu menyentuh moncong buaya muda.

Lahapan pertama, gagal.
Meski cedera, anak zebra masih memiliki kepiawaian untuk menghindari lahapan buaya muda.

Lahapan kedua, gagal.

Lahapan ketiga, gagal.

Sampai akhirnya anak zebra cedera itu berhasil meraih daratan untuk menyeberang.

Itu adalah kloter terakhir dari transmigrasi zebra musim ini. Tidak ada cukup waktu untuk menunggu musimdepan, karena buaya muda itu akan mati kelaparan jika harus menunggu selama itu.

Yang lebih menyedihkan lagi yaitu bahkan tidak hanya dia (buaya muda) yang bertampang melas saat ini, namun buaya-buaya tua dan muda lainnya juga merasakan hal sama. Berpengalaman(dalam berburu) atau tidak berpengalaman. 

Sampai akhirnya muncul beberapa manusia yang datang untuk memberikan daging cuma-cuma kepada kelompok buaya tersebut. 

Mereka ada di sana tidak hanya memerhatikan adegan intens penyebrangan kelompok zebra melewati kelompok buaya. Namun juga mengatur segalanya. 

Buaya adalah salah satu contoh hewan yang evolusinya masih kurang sempurna. Tubuh dan caranya bergerak masih kurang efektif untuk berburu. Ia sangat berbahaya ketika mulutnya menganga namun kurang saat tertutup.

Jikalau manusia tidak turut mengambil andil dalam kehidupan liar buaya, mungkin buaya sudah punah karena kelaparan.

"Terima kasih manusia untuk kepeduliannya"

- Buaya


Zeb Hogan
Host of NatGeoWild Monsterfish
And Research Biologist


Friday, August 7, 2020

Weak Sense

Malam yang dingin dengan langit cerah adalah saat yang tepat untuk melihat ke belakang, ke atas jauh sana di mana ketidaksengajaan rancangan abstrak terbentang megah dengan cara yang sederhana. Sungguh mencolok mata sehingga membuat kesadaran-kesadaran muda di bawahnya menjadi haus, menerka-nerka, meraba-raba mencoba meyingkap apa yang ada di balik kabut kesadaran mereka. Ketidaksengajaan terdekat berada pada 4,4 tahun yang lalu dengan garis sepanjang 7 KM, sampai saat ini definisi dari dua angka tersebut masih yang paling dekat.

"Aku tidak memerlukan mesin waktu untuk pergi ke masa lalu karena atap rumahku telah menyediakan fasilitas itu."

Sudut kesadaran :
Aku menyadari bahwa aku tidak hanya ingin mengetahui, aku juga menyadari bahwa aku selalu ingin menyadari sebanyak-banyaknya dan karena itu aku menyadari bahwa aku lebih dari sekedar keinginan, aku adalah hasrat.
Aku sangat memabukkan jika terlihat dan dirasakan, terutama jika disadari... karena aku adalah hasrat yang akan terus tumbuh di dalam dirimu, diawali dengan sentuhan lembut, meraba-raba di atas kulitmu, menyerap masuk ke dalam tubuhmu, dan akan terus tumbuh berkembang dengan ganas dan sangat cepat sampai kebijaksanaan menyadarkanmu. Merupakan hal yang baik jika "tidak selalu" memiliki hasrat berlebih karena itu bisa membuatmu kehilangan apa yang telah kamu miiliki.

Kesadaran menangkap banyak hal namun tidak semua kesadaran menyadarinya, apa kamu menyadari berapa usia kamu sekarang? Belum ada yang tahu berapa tepatnya umur alam semesta, jika ada maka itu bukan ilmu pasti, belum. Namun ilusi tersebut akan mengempis jika disandingkan dengan pernyataan bahwa alam semesta selalu ada.

Indera juga menangkap banyak hal namun tidak semua indera dapat mencernanya secara otomatis. Bayangkan kamu adalah zombie yang bergerak lambat mencari daging segar serta lemak pantat yang lezat mantap di jalan besar sebuah kota. Mobil-mobil usang berserakan jejer acak di jalan tersebut dan kamu tidak menyadari bahwa ada beberapa manusia yang mengendap-endap bersembunyi di balik mobil-mobil, berusaha menyintas jalan dengan sangat berhati-hati dan akhirnya merekapun berhasil lolos tanpa sepengetahuanmu.

Apa yang baru saja terjadi? Mengapa kamu tidak tahu apa yang sedang terjadi?mengapa kamu tidak menyadari keberadaan manusia sehingga mereka berhasil lolos?
Mengapa kamu tidak menyadarinya?

:'(

Karena kamu adalah zombie, hasrat berlebihanmu yang ganas akan daging segar telah melemahkan inderamu sehingga kamu tidak menyadari apa yang bisa kamu miliki pada saat beberapa manusia mencoba untuk menyintas.

Kamu adalah tipikal orang dewasa, kamu tidak suka berfantasi. Maka dari itu kamu lebih membutuhkan contoh riil dari aktivitas penangkapan indera. Baiklah, saya akan mengganti persona penulisan saya.

Kamu sedang berjalan di pinggir danau, di seberang danau tersebut terdapat sebuah bangunan tua yang berdiri tegak. Tepat dari sudut pandangmu saat itu terlihat jelas bangunan tua beserta refleksi bayangannya pada permukaan danau.

Apa yang otomatis tercerna dalam pikiranmu? Apa yang kamu sadari saat itu? 

Kamu sedang menyaksikan refleksi entitas, sudut tertinggi bangunan tua tersebut adalah entitas yang sama dengan sudut terendah refleksi bangunan tua pada permukaan danau, As above so below.

Di zaman modern seperti sekarang, bagi saya pikiran seperti ini sudah cukup kuno karena kita tidak dapat selalu membandingkan segala hal yang dicerna oleh indera, seperti :

3+3= "6" adalah entitas yang sama dengan entitas 4+2= "6"

"Air" yang dikeluarkan oleh mata adalah entitas yang sama dengan "Air" Di lautan

"Jenggot" Pada lelaki dewasa merupakan entitas yang sama dengan "Jenggot" Pada singa.

Meski terdengar kuno dan tidak relevan, namun contoh pencernaan indera yang saya sebutkan di atas merupakan sebuah ide universal. Universality akan alam semesta merupakan hal yang tidak relevan, kamu akan mendapati bahwa oksigen yang kamu hirup saat ini adalah entitas yang sama dengan oksigen yang dihirup di belahan benua bumi lainnya. Substansi dari dimensi galaxi tempat tinggal kita saat ini merupakan entitas yang sama dengan substansi dimensi galaxi yang lainnya. Begitu juga dengan 6, air, dan jenggot.

Ide tentang indera disebut sudah kuno karena ide ini telah hidup sejak zaman Socrates dan masih digunakan hingga saat ini. Sumbangsih beliau pada dunia ide masih terpakai meski sudah berusia ribuan tahun. Staff National Geographic memanfaatkan indera mereka untuk menyatakan bahwa kucing perumahan yang berada di sekeliling kita adalah keluarga yang sama dengan singa di sabana. Hanya dengan indera penglihatan saja anak kecilpun dapat menyatakan itu bahwa cara berjalan, menyergap, dan menatap dari kucing adalah sama dengan singa.

Sudut kesadaran:
Apakah kamu pernah menyadari perbedaan cara melihat dari anak kecil dan orang dewasa? 
Orang dewasa melihat dunia ini sebagai tempat biasa dengan semestinya karena memang indera dan pikiran mereka sudah matang dan dewasa, mereka sudah biasa dengan dunia ini karena ya memang mereka sudah dewasa. Sedangkan anak kecil melihat dunia ini dengan penuh rasa ingin tahu, Ketidaktahuan yang ingin selalu mengetahui menjadikan mereka sebagai makhluk yang berhasrat. Apa yang tidak diketahui harus dijelajahi dan bahkan indera mereka akan terangsang oleh hal kecil remeh temeh seperti bintang di langit, bayangan di danau, 3+3 dll.

Bintang di langit yang cerah.

Aku menyadari persamaan bintang di langit dengan plankton di lautan. Ketidakrelevanan ini merupakan universalitas karena alam semesta bukan merupakan ilmu pasti (terlepas dari pernyataan bahwa alam semesta selalu ada)

Jika tepat saat ini ada bocah berumur kecil duduk bersamaku, aku akan bercerita kepadanya tentang bintang di langit melalui fiksi ilmiah. Namun aku tidak akan membeberkan jika terdapat kandungan fiksi di dalamnya karena itu akan melunturkan hasratnya sebagai penjelajah ketidaktahuan jika dia sampai menyadari bahwa tanpa imajinasi, dunia ini tidak begitu menarik. aku akan berkata kepadanya bahwa ini adalah ilmu pasti.

Pertama-tama aku akan memperlihatkan kepadanya sebuah video alien bawah laut yang meliuk-liuk indah bersama plankton-plankton di sekelilingnya. Setelah itu aku akan memperlihatkan video bintang di langit. Kedua video itu sudah keperlihatkan dan aku menunggu apakah indera bocah ini menangkap sesuatu, jika tidak aku akan membuat ia sadar.

Bagaimana jika... 

Bagaimana jika di angkasa luar sana benar-benar terdapat hewan-hewan transparan yang berenang indah bersama bintang-bintang? Namun kita tidak dapat melihatnya, apakah kita beramsumsi bahwa kita adalah kesadaran yang sempurna? Apakah kita beramsumsi bahwa kita adalah organisme yang sempurrna? Apakah kita yakin bahwa kondisi organis kita saat ini adalah puncak evolusi?

Bagaimana jika di dalam kandungan mata kita tidak terdapat susbstansi yang memungkinkan kita untuk melihat substansi yang terkandung pada hewan-hewan transparan dilangit? Aku dapat melihat pintu karena di dalam mataku terkandung substansi yang terkandung pada pintu, aku dapat melihat bulan karena di mataku terkandung substansi yang terkandung pada bulan.







Saturday, February 29, 2020

Menjadi Segalanya


"Sebelumnya aku belum pernah melihat bintang jatuh seindah ini."

"Coba kembangkan radius pikiranmu dan sadari bahwa itu bukan kejatuhan cahaya."

"......"

"Hukum gravitasi tidak berlaku di luar bumi. Tidak ada ilusi mengenai atas dan bawah, jika kamu termasuk tipe pikiran bintang tua, kamu bisa melihatnya."

"Jika demikian, beri aku alasan kenapa kedua bintang itu tampak terlihat jatuh?"

"Mereka berdua adalah bintang yang mencari arti, ruang angkasa adalah kegelapan total sedangkan kedua bintang itu adalah cahaya yang haus akan keindahan yang rela turun ke bumi hanya untuk menjadi absolusi sebagai jiwa."

"......"

"Namun tampaknya wadah absolusi yang didatangi oleh kedua bintang itu belum siap untuk memberikan yang terbaik. Sepertinya ia pernah patah dan masih menunggu sebagai aku."

Saturday, February 15, 2020

Question of the day

Aku mengira-ngira seperti apa kondisi pikiran di zaman itu, apakah ide tentang angka ditemukan pada ketidaksengajaan yang terjadi dalam aktivitas dunia materi yang tidak bisa luput dari pikiran sistematis? Atau ide tentang angka ditemukan pada dunia ide itu sendiri?(sengaja atau tidak sengaja)