Friday, March 1, 2024

Theory of Everything

The Sun



Untuk anakku tersayang,
Charlotte Elizabeth Szabo.

Charlotteku sayang, berikut adalah jurnal ilmiah pendek mengenai teori segalanya dan dapat dijadikan rumus pada saat kamu memasuki fase skeptik kehidupan untuk menghadapi bullshit (omong kosong) tak berdasarkan bukti ilmiah.  Maafkan papa jika sedikit kasar karena papa yakin sekarang kamu telah berusia 17 tahun dan telah mencium bibir seorang lelaki. Biarkan papa merasa sedikit cemburu namun, jangan lupakan bahwa ciuman pertama kamu di dunia adalah papa.

:D

Jurnal ilmiah singkat -
Theory of Everything.

Kebetulan sekali papa memiliki pikiran sedikit mirip dengan Albert Einstein yang otaknya masih disimpan dalam formalin di pusat medis Universitas Princeton, New Jersey Amerika Serikat. Hanya sebuah kebetulan filosofis atau karena kami berasal dari sumber yang sama yaitu bintang di angkasa, kepastiannya belum mutlak.

Kebenaran adalah bersifat relatif bagi setiap individu maupun masyarakat. Di daerah pedesaan, tidak benar jika masih berkeliaran pada jam 6 sore, berbeda kebenarannya dengan di kota. Tidak benar jika mengenakan pakaian sexy nan aduhai di negara statis, benar untuk dinamis. Di Inggris, kebenaran mengenai konsep ketuhanan adalah Jesus yang merupakan anak tuhan, berbeda kebenarannya dengan konsep ketuhanan pada negara-negara lain di seluruh dunia.

Kebenaran mutlak atau Absolusi tidak berdasarkan kebudayaan mitos kuno atau legenda, melainkan ilmu pengetahuan yang berlandaskan bukti ilmiah dan bahkan kebenarannya tidak dapat disanggah dalam masa ribuan tahun lamanya. Contohnya seperti burung Merak. Pada mitos atau mitologi Yunani, burung Merak di gambarkan sebagai burung legendaris bernama Phoenix dan bukan hanya di Yunani, banyak kebudayaan-kebudayaan negara di dunia yang menggambarkan Burung Merak melalui mitos atau legenda yang relatif berbeda pada setiap negara. Semuanya tervalidasi namun tidak mutlak atau absolut karena tidak berdasarkan ilmu pengetahuan yang dilandasi oleh bukti ilmiah.

Contoh lainnya seperti kebudayaan pada masyarakat kuno yang mendefinisikan matahari sebagai dewa, berbeda dengan ilmu pengetahuan yang berlandaskan bukti ilmiah menjelaskan bahwa matahari adalah plasma panas. Atau Banyak juga kebudayaan kuno yang mendefinisikan bahwa air adalah berkah dari surga. Berbeda dengan ilmu pengetahuan, air adalah partikel bumi dan kebenarannya adalah absolut mutlak tidak dapat disanggah dalam masa seribu tahun.

Nah Charlotte sayang, hal ini juga berlaku untuk makna sebuah kata. Ketika kamu mendapatkan informasi mengenai arti sebuah kata, kamu harus "lihat" dengan teliti. Kamu masih ingat kan pelajaran sebelumnya mengenai melihat untuk berpikir ? Jika kamu hanya berpikir tanpa melihat adalah buta, tidak dapat melihat segalanya. Perhatikan dengan detail pada setiap huruf dan teliti apakah arti atau makna dari kata tersebut berdasarkan mitos kebudayaan atau ilmu pengetahuan ? Jika berdasarkan kebudayaan yang dilandasi oleh ilmu pengetahuan maka absolusinya adalah mutlak. Ilmu pengetahuan apa yang mempelajari makna atau asal usul atau akar sebuah kata ? Etimologi, merupakan cabang ilmu linguistik yang mempelajari asal-usul atau akar suatu kata. Etimologi dalam bahasa Indonesia diserap dari bahasa Belanda etymologie yang berakar dari bahasa Yunani; étymos (arti sebenarnya adalah sebuah kata) dan lògos atau ilmu. (Etimologi source: Wikipedia)

Apa Kamu masih ingat pertanyaan papa dahulu ?
"Siapa kamu ?"
"Darimana kamu berasal ?"
Jika dulu papa ingin kamu menjawab secara filosofis, kali papa ingin kamu menjawabnya secara absolut berdasarkan ilmu pengetahuan.

Charlotte Etimologi. (Source: Wikipedia)

Etymology
From French Charlotte in the 17th century, female diminutive form of Charles, from Middle High German Karl, which came from the Germanic *karlaz.

Untuk saat ini, papa tidak ingin kamu mengerti absolusi sebuah makna secara ahli karena belum saatnya, namun secara empiris atau pengalaman hidup. Papa yakin kesadaran kamu telah mencapai kapasitas untuk mengerti apa yang sedang kita pelajari pada jurnal penden ini karena kamu adalah anak papa yang atitut pikirannya selalu memikirkan hal-hal baik. Sampai jumpa di usia selanjutnya sayang!

Dengan cinta,
William III

No comments:

Post a Comment