Sunday, August 13, 2023

Kolner Dom And The Nocturnal Kid

Prince Harry with her lovely wife, Meghan Markle.


Cahaya malam dari Terang bulan menyiram indah kegelapan artificial forest, dihiasi Kabut tipis merayap anggun bersama kesunyian nokturnal yang memberikan rasa misterius bagi-nya yang berkepala fantasi. Sangat cocok bagi seniman asli Jakarta untuk berimaji (Your vampire blood keeps you active at night).

Disebut artificial forest karena setiap organisme yang hidup di dalamnya berada dalam kontrol Berger Scott Estate terkecuali serangga, hewan pertama yang sukses mengelilingi dunia.

Allen terlihat fokus memperhatikan google map melalui telepon genggam dengan sebelah tangan sambil menyetir sepeda. Ia sedang berspekulasi tentang jarak antara titik pengendalian RC dan titik terdeteksinya Drone oleh NASA. Karena Google kurang terakurasi, ia tidak boleh ceroboh dan tanpa sadar melewati  garis batas radar NASA. Ia tidak ingin rencana malam ini gagal seperti sebelumnya dan kembali mengecewakan George.

"Sepertinya ini tempat yang pas dan sesuai untuk pengendalian RC" ujar Allen kepada teman-temannya ketika mendapatkan tanah landai dikelilingi semak belukar yang dapat menyembunyikan mereka dari patroli keamanan NASA. Ia bicara dengan suara rendah dan sangat berhati-hati agar tidak terdengar oleh sekitar karena untuk keberhasilan misi kali ini berada di bawah tanggung jawabnya.

Dari segala yang telah mereka lewati bersama, jika menjumpai masalah terkait aksi dan tindakan yang tidak hanya membutuhkan kecerdasan namun juga keberanian biasa di bawah kepemimpinan Joseph atau George, dan untuk masalah yang ditindaklanjuti melalui belakang meja atau panggung seperti misi kali ini biasa di bawah kepemimpinan Allen.

Mereka semua menekan rem pada saat bersamaan dan menuruni sepeda masing-masing kemudian meletakkannya di semak belukar agar tidak mudah terlihat. Allen mengambil spot pengendalian RC diikuti oleh Joseph dan Edi.

Allen mengeluarkan peralatan pengendalian RC dari dalam ransel, menaruh laptop  di atas pangkuannya lalu menekan tombol power. Laptop menyala memasuki mode booting dan menampilkan opsi dari beberapa sistem operasi favoritnya. Ia memilih Windows kemudian laptop mulai beroperasi.

"Apa kau yakin dengan tempat ini ?" Tanya Joseph sambil celingak-celinguk sekitar.

"Ya, jarak titik Drone terdeteksi oleh NASA berada 30 m di depan." Allen menjawab

"Kita masih bisa mendekat dengan jarak segitu." Joshep menyambung

"Terlalu berbahaya, aku tidak ingin mengambil resiko sejauh itu." Timpal Allen

Joseph tidak menjawab namun ia masih celingak-celinguk kemudian beranjak dan memeriksa sekitar untuk memastikan bahwa mereka dalam keadaan aman.

Allen membuka browser kemudian memasukan IP Address pada kolom website. Ia menghostingnya agar dapat mengendalikan RC dari seluruh penjuru plenat bumi namun teknologi sederhana untuk menghindari sensor NASA tidak memiliki cukup daya bagi RC untuk bepergian jarak jauh dari Berger Scott Estate ke Pesawat antariksa, itulah alasan dijalankannya misi malam ini yang sebagian besar rencananya diatur oleh Allen.

Mereka berempat mengagumi Kolner Dom, bukan hanya kekerenannya namun juga teknologinya yang mampu mendekati orbit bumi bahkan mendarat di dalamnya tanpa terdeteksi.

Ketidaksadaran atau pingsan karena menyentuh Kolner Dom dan radiasi kosmik yang menjangkit George setimpal dengan namanya yang akan menjadi sejarah sebagai orang pertama yang berinteraksi dengan Outer Space.

Kita tidak dapat menyebutnya sebagai Organisme atau Organisme multiseluler yang dapat dilihat oleh mata atau Senyawa kimia (kita adalah senyawa kimia yang saling bereaksi melalui interaksi di dalam kehidupan sehari-hari dan senyawa-senyawa kimia yang saling bercocokan akan menghasilkan reaksi kimia berupa kebahagiaan. Contoh : ketika kamu dan saya berdekatan untuk berinteraksi, kenudian senyawa kimia dari kamu dan saya menimbulkan reaksi kimia berupa romansa, maka senyawa kimia dari kamu dan saya cocok untuk saling berbagi rasa atau cinta dalam sudut pandang Ilmu pengetahuan alam ; Romansa kimia saya ; My Chemical Romance) atau hal itu, kita hanya dapat menyebutnya sebagai Makhluk luar angkasa karena kita belum mempelajari secara faktual tentang bagaimana cara tubuh mereka bekerja, karena alasan itu NASA hadir dan mendatangkan ilmuwan-ilmuwan unggulan dari penjuru dunia untuk mempelajari apa yang sedang terjadi. Mereka juga mendapatkan bantuan militer internasional dan Central Intelegent Agensi untuk keamanan maksimal karena semua orang terlihat sangat ingin mendekati Pesawat Antariksa yang mendapat banyak perhatian dari seluruh penjuru planet Bumi.

Joseph kembali dari patroli dan menaruh dirinya di samping Allen, "Aman". Ucap Joseph sambil memandang layar laptop yang menampilkan kokpit kemudi RC berupa tombol-tombol pengatur arah kiri-kanan, depan-mundur dan pengaturan sistem Audio-visual.

"Semuanya sudah oke, sekarang saatnya bagi RC untuk tinggal landas." Ucap Allen

Sebelum tinggal landas, Edi memandang ke arah RC kemudian berucap "kami mempercayaimu, brother." Dengan nada dramatis Edi berkata kepada sang RC yang meluncur meninggalkan dirinya, Joseph, dan Allen untuk menjalankan misi.

"Kamu juga membeli remotenya ? Meski pengendaliannya hanya melalui internet ?" Tanya Joseph kepada Allen.

"Aku masih ingin memilikinya setelah misi ini selesai." Jawab Allen kepada Joseph yang diam saja dan hanya melihat apa yang RC lihat melalui layar laptop.

*

Layar pada monitor menampilkan jalan landai tidak merata melalui kamera RC dalam Visi Malam. Allen mengendarai RC dengan selalu mendekati pohon dan semak belukar untuk menghindari kontak dengan patroli NASA. Melalui kokpit mereka bertiga dapat melihat apa yang tertangkap oleh kamera pada RC namun hanya Allen yang dapat mendengar Audio dari radius pendengaran RC melalui headset karena fokus mereka bertiga berbeda meski sedang memperhatikan obyek yang sama, Allen 100% fokus terhadap RC sedangkan Joseph dan Edi membagi fokus mereka berdua terhadap sekitar.

"Berhenti !" Bisik Joseph lekas, ia menyadari sesuatu. "Aku melihat cahaya yang mungkin berasal dari senter patroli NASA" sambung Joseph.

Allen menghentikan RC dan mengubah kamera menjadi mode thermal. Kini ia dapat dengan mudah membedakan suhu panas dari materi yang ditangkap oleh kamera. Beberapa tumbuhan bersuhu panas saat malam karena mereka meng-absorb suhu panas dari matahari dan meradiasi-nya pada malam hari, namun tidak setebal hewan dan manusia (ada yang tebal dan ada yang tipis), kamera thermal mutakhir dapat dengan mudah membedakan ketiganya.

Allen mendapatkan obyek bersuhu panas tidak jauh dari RC berada. Ia mengarahkan fokus kamera terhadapnya dan memutar lensa untuk zooming kemudian memperhatikan perilaku obyek tersebut untuk mengetahui apakah ia hewan atau patroli keamanan NASA. Obyek tersebut hanya diam saja, cukup lama, kemudian ia melakukan gerakan tiba-tiba dan berlari karena menyadari kehadiran manusia yaitu patroli keamanan NASA.

"Mereka hanya lewat." Ucap Allen, ia kembali mengubah mode kamera menjadi visi malam, Kemudian RC kembali melaju setelah berada di luar jangkauan Patroli NASA yang telah menjauh.

Beberapa meter di depan merupakan batas radius dari jangkauan radar NASA bagi segala hal yang mencoba untuk mendekati pesawat antariksa tidak terkecuali RC milik Allen. Ia berharap teknologi sederhana miliknya dapat menghindari sensor dari radar dan berkesempatan untuk mendekati pesawat antariksa.

Allen menghentikan laju RC dan mengambil nafas panjang, "Apa kita perlu berdoa ?" Tanya ia kepada dua sahabatnya. "Terserah" jawab Edi, namun ketiga anak itu terlihat sedang bernurani dan berbisik di dalam hati pertanda sedang berdoa sebentar kemudian Allen kembali melanjutkan laju RC dengan sangat pelan. "Ingat prosedurnya, jika terdeteksi kita semua tahu apa yang harus dilakukan dan jika tidak, jangan bereaksi berlebihan sehingga menimbulkan suara yang tidak perlu." Allen kembali mengingatkan prosedur tindakan misi kepada dua sahabatnya. Joseph dan Edi mengangguk kepada Allen kemudian mereka bertiga kembali menaruh perhatian pada layar laptop.

RC melaju dengan pelan...

50 cm..
40 cm..
30 cm..
.... Tiba-tiba Edi memegang tangan Allen yang sedang mengendalikan RC melalui Mouse, tangannya berkeringat karena menaruh Energi berlebihan pada kelangsungan misi malam ini. Sontak Allen menoleh kepada Edi yang juga sedang menolehnya. "Aku mencintaimu" ucap Edi kemudian ia menoleh kepada Joseph yang juga sedang menolehnya "Aku juga mencintaimu" ucap Edi kepada Joseph.

"Ini percakapan dan adegan yang tidak perlu Ed" ucap Allen kemudian ia kembali melajukan RC miliknya.
20 cm...
10 cm...
Allen mengubah kecepatan RC menjadi sangat pelan... 
5 cm....
3 cm....
....... Mereka bertiga memejamkan mata dan menunggu suara dari alarm radar NASA.
3 detik...
2 detik...
1 detik...sunyi......
Dengan ekspresi riang nan gembira, mereka menghembuskan nafas lega yang sangat panjang seakan sedang berada di permukaan air sehabis melakukan penyelaman bawah laut dan berhasil menemukan tumbuhan jenis baru.

"Aku benar-benar mencintaimu dan ini merupakan percakapan dan adegan yang diperlukan." Edi kembali berucap kepada Joseph dan Allen.

Pic Illustration by Lennie Arifin

*****

Paman William menyalakan lampu yang terletak di atas bufet di samping tempat tidur tanpa beranjak. Ia membasuh kedua mata terpejamnya kemudian berkedap-kedip untuk menghilangkan kabut dari pandangan matanya, kemudian mengambil telepon genggam yang masih menyala di samping lampu tidur. Ia lupa menonaktifkannya dan tidak biasa menerima pesan pada malam hari.

Pesan dari Harry, adik kandung paman William yang sedang melakukan riset zoologi di Afrika. Ia ditemani oleh istri terkasihnya Meghan.

Di situ tertulis,
Aku mengabari mama untuk penundaan atas kepulanganku pada akhir tahun ini dan akan mengusahakan untuk pulang pada pertengahan tahun depan, kemudian ia mengnginkanku untuk ber-izin kepadamu terlebih dahulu agar diperbolehkan. Kirimkan salamku kepada Charlotte dan Anna, aku merindukan dan mennyayangi mereka.

Paman William mengerti tabiat dari paman Harry yang tidak dapat menahan diri ketika berada di lokasi margasatwa terbesar di dunia. Namun, ia khawatir jika adiknya terbuai dan menetap untuk tinggal permanen di sana.

Paman William membalas,
Dinamakan keluarga karena lebih baik bersama. Aku mengharapkan kepulanganmu. Kami juga menyayangimu.


Ratu Elizabeth II dan Pangeran Phillip dalam kunjungannya di Masjid Istiqlal, Jakarta.


Monday, August 7, 2023

Royal Family News : Queen Elizabeth II and Prince Philip

Queen Elizabeth II with her lovely husband, Prince Phillip.

Queen Elizabeth II has marked her first wedding anniversary alone, seven months after the death of her husband of 73 years, Prince Philip.

The then-Princess Elizabeth became engaged to Lieutenant Philip Mountbatten in July 1947, tying the knot in Westminster Abbey in November the same year. 

Pic Illustration by Lennie Arifin  https://shorturl.at/HPQZ4

Their marriage of more than seven decades made the Queen and the Duke of Edinburgh the longest married couple in British royal history.

In 2017, the Queen and the Duke celebrated their platinum wedding anniversary and their relationship endured until Prince Philip's death in April this year. 

At a banquet to celebrate their 50th anniversary in 1997, the Queen said he often gave her "strength".

Pic Illustration by Lennie Arifin https://shorturl.at/bzMQZ

The Queen, who is 95 years old, only recently returned to royal duties after she sprained her back, missing this year's Remembrance Day service.

She also spent a night in a London hospital last month after being admitted for tests, and was later told to rest for two weeks.

ABC.NET.AU

Sunday, July 30, 2023

Royal Family News : Mengenal Tanda kehormatan yang diberikan oleh Ratu Elizabeth II kepada Azyumardi Azra pada September lalu.


Queen Elizabeth II 


CBE (Commander of the order of the British Empire) adalah gelar Bintang Kekaisaran Britania Raya atau Ordo Imperium Britania dan merupakan penghargaan Order of the British Empire dengan peringkat tertinggi.

Penganugerahan gelar atau tanda kehormatan CBE dilakukan 2 kali dalam setahun yaitu pada sekitar tanggal ulang tahun ratu atau raja dan akhir tahun.

Azyumardi Azra adalah orang Indonesia pertama yang mendapatkan Tanda Bintang Kekaisaran Britania Raya dalam gelar CBE yang diberikan oleh Ratu Elizabeth II. Itu berarti bahwa ia telah diakui sebagai anggota keluarga bangsawan Inggris dan bebas untuk keluar-masuk negara Inggris tanpa Visa.

Azra juga sempat mendampingi pangeran Charles dalam kunjungannya ke Masjid Istiqlal, Jakarta pada tahun 2008 lalu.

Ia menjabat sebagai Rektor UIN Syarif Hidayatullah dan dipercaya menjadi Deputi Sekretaris Wakil Presiden Bidang Kesra pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.


Azyumardi Azra saat bertemu dengan Pope Francis di Vatikan pada tahun 2015


Berikut beberapa orang terkenal yang mendapatkan gelar kehormatan CBE.

Stephen William Hawking
fisikawan teoretis, kosmologi, pengarang, dan Direktur Penelitian Centre for Theoretical Cosmology di Universitas Cambridge. Hawking adalah orang pertama yang memaparkan teori kosmologi yang dijelaskan dengan menggabungkan teori relativitas umum dan mekanika kuantum. Ia adalah pendukung interpretasi multidunia teori mekanika kuantum.

Harold Pinter
Penulis drama, penulis skenario, sutradara dan aktor Inggris. Pinter meraih hadiah Nobel dalam bidang kesustraan dan merupakan salah satu dramawan Inggris modern paling berpengaruh dengan karir menulis yang berlangsung lebih dari 50 tahun.

Hugh Laurie
Aktor, pelawak, penulis, dan musisi berkebangsaan Inggris. Berkarir di dunia film pada tahun 1982 dan mulai terkenal setelah bermain bersama Rowan Atkinson.

Benedict Cumberbatch :D
Seorang aktor Inggris. Dikenal karena karya-karyanya di layar dan panggung, ia telah memenangkan berbagai penghargaan, termasuk British Academy Television Award, Primetime Emmy Award dan Laurence Olivier Award. Ia juga pernah dinominasikan untuk dua Academy Awards, dua British Academy Film Awards dan empat Golden Globe Awards. Pada tahun 2014, majalah Time menamakannya sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia, dan pada tahun 2015, ia ditunjuk sebagai CBE Buckingham Palace atas jasanya bagi seni pertunjukan dan kemanusiaan.

Helena Bonham Carter
Aktris berkebangsaan Inggris yang meraih penghargaan nominasi Academy Award, Film terkenal yang ia bintangi adalah Harry Potter.

Adapun orang terkenal yang mendapat gelar kehormatan OBE dari kerajaan Inggris.

JK Rowling
Seorang penulis, filantropis, produser film, dan penulis skenario berkebangsaan Inggris. Dia adalah penulis seri Harry Potter, yang telah memenangkan banyak penghargaan dan terjual lebih dari 500 juta kopi pada tahun 2018, dan pada 2008 menjadi seri buku anak-anak terlaris dalam sejarah. Buku-buku tersebut menjadi landasan diproduksinya seri film populer. Rowling juga menulis fiksi kriminal dengan nama pena Robert Galbraith.
(Happy birthday mom :D)

David Beckham
Pesepakbola berkebangsaan Inggris. Ia merupakan presiden petahana (berasal dari kata "tahana", yang berarti kedudukan, kebesaran, atau kemuliaan) sekaligus salah satu pemilik klub sepak bola Inter Miami CF, dan juga salah seorang pemilik dari Salford City. Ia tercatat pernah membela Manchester United, Real Madrid, AC Milan, Los Angeles Galaxy, Paris Saint-Germain, dan tim nasional sepak bola Inggris, di mana ia memegang rekor penampilan untuk pemain non-penjaga gawang, dan juga pemain Inggris pertama yang memenangi gelar juara liga di empat negara berbeda. Dia mengumumkan pensiun dari dunia sepak bola profesional di akhir musim Ligue 1 2012–13 pada 16 Mei 2013.

Type : Order of Chivalry
Established : 1917
Motto : For God and the Empire
Status :  Currently constituted
Sovereign :  King Charles III
Grades :
Knight/Dame Grand Cross (GBE)
Knight/Dame Commander (KBE/DBE)
Commander (CBE)
Officer (OBE)
Member (MBE)
Former grades : Medal of the Order for Gallantry

Friday, July 28, 2023

The Fallen Cathedral

Prince George of Wales with her lovely father

Beberapa bulan lalu, tengah malam.

Private road di lingkungan perumahan Berger Scott Estate terlihat sepi tanpa aktivitas manusia. Daun-daun dari pepohonan menari bebas dihembus oleh dingin angin semilir tanpa penonton. Lampu jalan bergaya Eropa klasik menerangi pemandangan itu, tertangkap basah oleh CCTV yang menggeleng-geleng pelan untuk mendapatkan inci pada setiap sudut. Lensanya menemukan 4 jantung berdetak bersuhu panas dengan jarak beberapa puluh meter di ujung jalan. Gear hologram berotasi beriringan dengan zooming dan mendapatkan visual Joseph, Allen, Edi, dan George sedang mengendarai sepeda mereka masing-masing.

Seperti biasa, pada malam hari mereka menyelinap keluar dari rumah tanpa sepengetahuan orangtua untuk berkumpul bersama.

Mereka terhenti karena ban dari sepeda Joseph kempis dan membutuhkan angin. Joseph sedang memompanya dengan menggunakan pompa mini yang selalu ia bawa bersama sepeda, pompa mininya ditempel pada batang sepeda.


Prince Louis (Picture Illustration by Lennie Arifin)

"Malam ini kita tidak mendapatkan kejadian seru." Ucap George, kedua tangannya masuk ke dalam kantong sweater karena udara dingin.

"Apa yang kamu harapkan ? Menemukan telur dinosaurus di arificial forest ?" Allen menyambung.

"Apapun yang membuat inderaku bertanya-tanya, pokoknya apa saja yang belum pernah kita alami."Jawab George. "Kita bisa mendapatkannya dengan cara bermain bersama orang dewasa, mereka menawarkan banyak hal seru di luar indera kita yang masih anak-anak." George melanjuti.

"Contohnya ?" Edi bertanya.

"Efek gitar yang digunakan oleh Mike (kakak kandung George). Sebelumnya aku hanya bermain gitar akustik tanpa mengetahui bahwa listrik dapat mengubah suara gitar menjadi sangat ker...." Sekerjap George tidak dapat melanjutkan kata-kata karena inderanya terpaku oleh pemandangan langit yang menyihir pandangan matanya untuk keluar dari ilusi waktu karena terpesona.

Edi dan Allen mendapatkan George sehingga membuat mereka berpaling untuk mengikuti arah pandangan mata George yang menuju langit di atas mereka. Kini bukan hanya George yang terpaku, namun juga Edi dan Allen.

Sebuah obyek yang terbakar atmosfer bergerak lambat menuju mereka. Terlihat lambat karena jarak yang sangat jauh. Ia meninggalkan asap residu di belakangnya dan semakin lama obyek tersebut terlihat semakin besar dan cepat karena jarak semakin dekat.

600 m...
500 m...
400 m...
300 m...
200 m...
100 m...

Kini obyek terbakar tersebut terlihat sangat terang sehingga membuat George, Allen, dan Edi menutup wajah dengan telapak tangan karena silau. Mereka menggunakan celah dari jemari untuk tetap melihat.

50 m...

Tiba-tiba, api yang membakar obyek tersebut lenyap ketika jaraknya mendekati daratan dan membuat George, Allen, Edi, dan Joseph (ia mulai menyadarinya ketika dikelilingi oleh cahaya) leluasa untuk memandangnya. Obyek itu tidak meninggalkan radiasi apapun di sekelilingnya bahkan tekanan udara oleh kecepatan tinggi yang dapat memecahkan kaca jendela juga sama sekali tidak. Hanya asap residu di belakangnya.

Kini obyek tersebut terpampang jelas di hadapan mereka, meluncur melewati tampang 4 orang anak yang terpesona karena indera mereka sedang mendapati kejadian dari hal baru yang belum pernah mereka alami sebelumnya. Waktu seakan berhenti namun kehidupan terus berlanjut karena mereka keluar dari ilusinya. Mereka semua terpelongo dengan mulut menganga. Permen karet di mulut Edi meluncur keluar, nangkring sebentar di bibir bagian bawah karena lengket kemudian jatuh ke jalan.

Obyek di hadapan mereka menyerupai katedral gotik atau lebih mirip dengan kolner dom terbalik yang didominasi oleh warna biru tua. Melesat cepat menuju bukit yang terletak di seberang artificial forest. Jatuh di sana tanpa suara seakan dilapisi oleh materi dari substansi tak kasat mata.

"Kita kedatangan tamu dari Mars." Edi berucap masih dengan tampang terpesona

Tanpa membalas perkataan Edi, mereka semua tancap gowes menuju bukit dengan menggunakan sepeda masing-masing. Kecuali Joseph, ia belum selesai berurusan dengan ban kempis. Sedikit lagi.

"Apa kau melihatnya?! Itu adalah hal terkeren yang pernah kusaksikan langsung dari mata kepalaku sendiri !!" Allen berucap dengan penuh semangat sambil mengendarai sepeda dengan kebut kepada Edi dan George yang juga mengebut.

"Malam ini kita akan menjadi orang yang pertama mendapatkannya!" Sambung George antusias.

Mereka memasuki artificial forest tanpa melalui  jalur joging yang diterangi oleh lampu jalan untuk memotong jalan dan kini tanpa percakapan. Semuanya fokus pada jalan di depan yang hanya sedikit diterangi lampu dari kepala sepeda dan kecepatan gowes mereka tidak berkurang karena rasa antusias.

Mereka keluar dari artificial forest dan jalan mulai sedikit menanjak. Jalanannya tanah berkerikil selebar 1,5 meter, diapit oleh rerumputan, menghadirkan pemandangan sejauh mata memandang di depan.

Sesampai di titik tertinggi bukit, mereka berhenti sebentar untuk bernafas pelan. Memandang ke dataran di bawah dan menemukan Kolner Dom terbalik di sana, ukurannya sedikit lebih kecil, berasap karena suhu dari panas atmosfer, sisi kanan dan kirinya mengeluarkan kedipan cahaya berwarna biru yang semakin melemah karena kehabisan daya.

"Ayo turun" ucap George meluncur turun setelah nafasnya kembali normal lalu kemudian diikuti oleh Edi dan Allen.

Mereka bertiga menuruni bukit menggunakan sepeda dengan sangat berhati-hati karena dataran jalan yang tidak rata dan lebih terjal daripada saat mendaki.

George menekan rem setelah mendekati jarak 30 meter dari pesawat antariksa kemudian diikuti oleh Edi dan Allen. Ia beranjak dari sepeda lalu meletakkannya di tanah kemudian berjalan ke depan, berjongkok dan menggunakan telunjuknya untuk mencolek cairan aneh yang melebur pada permukaan tanah.

"Bukan oli dan lengket, kita tidak bisa mendekat lebih jauh menggunakan sepeda." Ucap George kepada sahabatnya di belakang sambil memandang tanah yang permukaannya terkontaminasi oleh substansi tak diketahui. Pandangan matanya menelusuri asal datangnya aliran zat cair tersebut dan mendapatkannya merembes keluar dari bagian pesawat antariksa. Hanya menetes, mungkin sebelumnya deras.

"Tidak dalam, kita dapat melanjutkannya dengan berjalan kaki." Lanjut George berbalik badan dan mendapatkan kedua sahabatnya sedang saling memandang satu sama lain mengisyaratkan ketidaksetujuan karena terlihat berbahaya untuk mendekat lebih jauh.

George memandang mereka sebentar. "Aku akan mendekatinya sendirian." Ucap George berbalik arah kemudian meletakan kakinya dengan hati-hati ke permukaan tanah yang telah terkontaminasi dan berjalan perlahan menuju pesawat antariksa.

"George!" Panggil Allen, namun George hanya terus berjalan.

"Cairan aneh ini bahkan tidak sampai ke mata kakiku." Bisik George dalam hati sambil terus berjalan perlahan.

"Rasanya dingin berjalan di dalam cairan ini" George berbisik dalam hati. "Apakah ini bahan bakar atau materi lainnya aku tidak tahu pasti, yang kutahu malam ini atau besok, NASA akan mempublikasikan cairan yang pertama kali kusentuh ini sebagai sumber daya terlangka di planet bumi.

George telah berjalan cukup jauhl dan kini permukaan tanah di hadapannya tidak terkontaminasi. Ia mengangkat sebelah kakinya ke permukaan tanah tak terkontaminasi dengan perasaan lega kemudian mengangkat sebelah kakinya lagi.

Sekarang ia berada sangat dekat dengan pesawat antariksa yang hanya berjarak satu meter dari tempatnya berdiri. Dengan seksama Ia memperhatikan permukaan pesawat bertekstur gotik yang setiap beberapa detik mengeluarkan percikan listrik berwarna biru seakan memberi kesan "Dilarang datang mendekat."

"Apa itu ? daya atau lapisan pelindung ?" Bisik George penasaran dalam hati.

Cekiiitt... (Suara rem yang menempel pada ban belakang sepeda Joseph.)

"Di mana George?" Tanya Joseph kepada sahabatnya yang menjawab dengan memalingkan pandangan mereka ke arah pesawat antariksa untuk menunjukannya kepada Joseph.

"Kalian membiarkannya pergi sendiri ?" Tanya Joseph dengan ekspresi wajah sedikit kaget sambil meletakan sepeda di tanah dan berlari menuju pesawat antariksa tanpa menunggu jawaban dari sahabatnya.

Ia terhenti karena melihat permukaan tanah di hadapannya dalam kondisi tidak biasa lalu kembali memberikan pandanganya kepada George.

"George, tunggu!! Terlalu berbahaya, jangan bertindak apapun tanpaku!" Teriak Joseph kepada George.

George tidak berbalik badan untuk mendengarkan perkataan Joseph dan ia menyentuh pesawat antariksa dengan menggunakan jari telunjuknya karena rasa ingin tahu.

George bahkan belum sempat menyentuhnya namun percikan berwarna biru pada permukaan pesawat bereaksi terhadap tindakan George dan membuatnya tak sadarkan diri kemudian jatuh ke tanah.

Joseph melihat kejadian itu lalu berteriak, "Tidak! George!!" Ia sedikit mengeluarkan air mata dan berlari menghampiri George tanpa memikirkan permukaan tanah yang terkontaminasi kemudian diikuti oleh Edi dan Allen di belakangnya.

Sesampainya di dekat pesawat, Joseph menaruh George yang berpostur tubuh lebih kecil di pangkuan lengannya. Ia menampar pelan sebelah pipi sebanyak 3 kali berharap dapat menyadarkannya namun tindakannya tidak membuahkan hasil, kemudian ia menaruh sebelah telinganya ke atas dada George dan mendapatkan jantung sahabatnya masih berdetak.

"Masih hidup" Ucap Joseph lega kepada Edi dan Allen. Mereka bertiga mengeluarkan air mata.

*****

Saat ini, Jam 9 pagi.

Anna membuka mata. Pandangannya mendapatkan daun-daun berguguran di luar jendela. Ia mengucek kedua mata kemudian menaruh bahu tangan di dahinya. "Aku merasa baik dan sehat." Anna berbisik dalam hati. Ia mendapatkan telepon genggam miliknya sedang berkedap-kedip di atas meja belajar kemudian beranjak dari tempat tidur dan berjalan menghampirinya sambil menguap tidak sopan ala remaja (karena sedang sendirian) dan meregangkan kedua tangan.

New Message
From : Andri
To : Anna Szabo

Jangan berteriak di malam hari, itu tidak sopan. Aku mengerti kamu menunggu pesan teks dariku (No context my chemical romance).

Langit di sini dalam waktu twilight/senja.
Selamat pagi, aku mencintaimu.

*****

Sore yang permai di taman Berger Scott Estate.

Joseph melempar bola ke atas ranjang. Dung! lemparannya membentur pinggir ranjang dan bolanya kembali memantul ke arah Joseph. Dung dung dung! Ia memantul bola ke lantai lapangan sebanyak beberapa kali kemudian kembali melemparnya ke atas ranjang. Dung! Namun hasilnya masih tetap sama seperti sebelumnya.


Prince Louis (picture Illustration by Lennie Arifin)

Sementara Allen sedang sibuk bersama laptop untuk memilah-milah barang yang harus tersedia dalam waktu dekat ini di pinggir lapangan. Teknologinya tidak boleh terlalu tinggi namun spesifikasinya harus sesuai dengan seleksi. Tanpa sengaja Ia mendapatkan artikel mengenai chip keluaran terbaru dari AVG yang menciptakan intelegensi artifisial dengan kemampuan ide murni. Robot yang tidak hanya memberikan informasi atau merefleksi ide manusia (ide buatan). Disebut ide murni karena pengetahuan yang ia miliki bukan hanya berasal dari program komputer di dalam dirinya namun juga berdasarkan pengalaman hidupnya di dunia.

Selagi asyik meluncur di internet, pandangannya teralihkan oleh Watson dan María yang berjalan melewati taman. Allen berucap kepada Joseph "Hey, lihat! Ada kupu-kupu masuk ke jaring kita, apakah aku harus mengganggunya ?" Cukup keras sampai terdengar oleh Watson dan Maria. "Terserah." Jawab Joseph, flush! Lemparan bola Joseph masuk dengan mulus ke dalam ranjang.

Allen mengambil permen karet yang sudah tidak terasa dari dalam mulutnya kemudian melemparnya ke arah Watson. Pluk! Hinggap dan menempel di rambut merah Watson yang spontan bereaksi kaget campur jijik kemudian menangis.

"Hahaha kamu harus memotongnya untuk pergi ke sekolah besok." Ucap Allen sambil tertawa.

Watson berjalan meninggalkan taman dengan kepala menyender di pelukan maria, sahabatnya. "Kenapa kamu selalu memikirkan kehadiran kami ?! Pikirkan dirimu sendiri!" Maria berucap dengan nada jutek namun Allen terlihat tidak mendengarkannya, ia kembali sibuk bersama internet.

Tidak jauh dari taman, Watson dan Maria berpapasan dengan Edi yang menggunakan sepeda. Mereka saling memandang namun Edi terlihat cuek mendapatkan Watson sedang bersedih dan kembali memalingkan wajah ke jalan.

Setelah menunggu dan mendapatkan kehadiran Edi, mereka langsung tancap gowes menuju garasi rumah paman Ben yang berjarak tidak jauh dari rumah utama. Hanya beberapa belas meter di belakangnya, artificial forest. Mereka biasa beraktivitas musik di tempat itu jika tidak dapat menemukannya di taman.

Dari jauh, mereka mendapatkan Paman Brad sedang berbincang bersama rekan bisnisnya melalui pesawat telepon di pinggir garasi. Paman Brad adalah seorang mahasiswa bisnis dan merupakan pemilik Kedai Turki yang menyediakan Kebab dan berbagai macam hidangan makanan khas Timur Tengah. Satu persatu Edi, Allen, dan Joseph berjalan melewati Paman Brad yang sedang berbincang di pesawat telepon dan satu persatu belakang kepala mereka bertiga diklepak oleh Paman Brad yang masih sibuk berbincang di pesawat telepon. "Adaaaww! Itu tidak lucu Brad!" Ucap Joseph terpental selangkah (hanya Joseph yang memanggil paman Ben dkk hanya dengan menggunakan nama; George memanggil Mike hanya dengan menggunakan nama karena ia adalah kakak kandungnya namun ia memanggil sahabat-sahabat Mike dengan menggunakan paman). Paman Brad tertawa kecil sendirian seperti anak kecil.

Joseph, Edi, dan Allen mendapatkan bandmates asal Berger Scott Estate dalam kondisi komplit di garasi. "Paman Ben!" Ucap Allen antusias sambil menghampirinya sementara Joseph menghampiri Mike dan Edi terlihat sibuk mengobrol dengan Rob yang sedang duduk bersama drum kesayangannya.

"Apakah aku bisa mendapatkan

Node MCU WIFI ESP-32S
Motor Driver L298N
4WD Smart Robot Car Kit
4 DC Motor
4 Wheel
Breadboard 400-Tie
2 Battery 1800mah Battery
Battery Box
Jumper Wire 20cm 20 pcs
Hot Glue Gun
2 Glue Sticks
1 Switch

dalam waktu dekat ?"

"Malam ini juga bisa." Jawab Paman Ben.

Saturday, June 24, 2023

Charlotte and The Forbidden Book

Prince William with her lovely family


Dimensi ruang bercahaya temaram, sedikit berembun, dan berhawa dingin. Burung-burung berkicau diselingi suara-suara lain seperti suara koran (The Telegraph; Surat kabar Inggris berbahasa Indonesia yang hanya beredar untuk kalangan tertentu, diikat menggunakan karet bersama surat kabar lokal) yang dilempar ke dalam pagar ditemani dengan ucapan "Surat kabar pagi!" Atau suara mesin pendingin udara yang disamarkan oleh kesadaran. Semua itu bukan ilusi. Kenapa bukan ? Karena suara-suara itu merupakan bagian primer yang membentuk kesadaran kamu semasa hidup di dunia. Jika ada bagian primer, apakah ada yang disebut suara ilusi? Ada. Ilusi adalah bagian primer yang diterima oleh kesadaran kamu sebagai bagian sekunder karena kamu berpikir bahwa suara yang kamu dengar bukanlah bagian primer. Jika kamu mendengarkan dengan baik, kamu akan menyadari bahwa itu adalah bagian primer meskipun yang kamu dengar adalah bagian sekunder.

What you think you become.

Dengan kekuatan pikiran kamu dapat menciptakan ilusi kamu sendiri, yang awalnya pikiran kamu dikendalikan oleh bagian primer-sekunder sehingga membuat kamu berpikir bahwa semua itu adalah ilusi bagian sekunder, kamu dapat mengambil alih ilusi tersebut sehingga membuatnya menjadi bagian primer.

Pada ruang keluarga terdengar suara televisi menampilkan proyeksi gambar berjalan. Remotenya digenggam lemas oleh Joseph (adik lelaki Anna yang tiba di dunia dengan kecepatan cahaya 7 tahun lebih lama) dengan statistik kesadaran seperempat bangun dan lainnya terlelap. Ia sedang menunggu acara televisi kartun favoritnya yang biasa ia tonton setiap hari di minggu pagi.

Gon (Anjing coklat milik keluarga E.S/Elizabeth Szabo) sedang tertidur pulas di samping Joseph. Ia selalu mengikuti kemanapun Joseph pergi di dalam rumah. Seperti pada minggu pagi ini, Joseph bangun lebih awal untuk menonton televisi dan itu  membuat Gon terjaga dan kemudian mengikuti Joseph berjalan menuju ruang keluarga.

Rupanya bukan hanya kesadaran Joseph yang aktif di rumah ini. Di dapur juga terdapat suara yaitu suara dentingan dari sendok yang menyenggol Piring.

Charlotte sedang melahap sereal crunchnya dengan sedikit terburu-buru, ada sesuatu yang menantinya. Sesendok lagi aaaammm.. ia menyelesaikan  ritual konsumtif paginya diakhiri dengan segelas susu sapi murni dan meninggalkan zat cair berwarna putih di atas bibirnya kemudian tersenyum sendirian. "Aku akan mengetahuinya dan kali ini mama tidak bisa menghalangiku." Bisik Charlotte dalam hati.

Ia beranjak dari meja makan kemudian menaruh kembali kotak susu ke dalam kulkas untuk menjaga rasa agar tetap segar lalu melirik jam digital yang dipajang  di samping kulkas di atas bufet dapur, "5:45." Celotehnya dalam hati sambil mencuci tangan menggunakan air dari keran menyala kemudian menyeka kedua tangan dan mulutnya dengan tisu.

Charlotte berjalan meninggalkan dapur untuk menuju halaman belakang dan saat melewati ruang keluarga, kehadirannya membuat Gon terjaga yang lantas melompat dari sofa dan berlari menghampiri Charlotte karena tertarik.

"Kamu ingin ikut denganku, Gon ?"

Gon menjawab komunikasi Charlotte dengan bahasa tubuh ekor yang meliak-liuk pertanda suasana hati bahagia.

"Baiklah sayang, Ikuti aku dan jangan menimbulkan suara apapun yang dapat membangunkan papa dan mama." Perintah Charlotte kepada kesatria coklatnya.

Kemudian mereka berdua berjalan menuju halaman belakang rumah. Sesampainya di sana, Charlotte membuka pagar besi yang tidak pernah dalam keadaan terkunci. Sedikit rasa dingin menyentuh bagian kulitnya yang paling peka, telapak tangan.

Kini mereka berdua telah melewati garis yurisdiksi keluarga E.S yaitu pagar besi. Dan setelah berjalan beberapa meter meninggalkan rumah ia berkata kepada kesatria coklatnya "Wewenang untuk mendominasi suara telah dicabut dan kau bebas untuk bertindak apapun."

Bukannya mendengarkan ultimatum sang Princess ia malah berlari mengejar kupu-kupu. "Gon, kembali ke sini!" Perintah Charlotte kepada Gon yang tidak menggubrisnya. "Gon!" Ucap Charlotte kembali dan  kemudian Gon kembali menghampirinya dengan ekor masih meliak-liuk.

Rumah keluarga E.S membelakangi artificial forest yang diperuntukkan untuk penduduk sekitar sebagai area joging, makan sore, refreshing dan berbagai macam aktivitas sehat. Dihuni oleh pohon ceri dan beberapa jenis pohon lain. Bibit, akar, atau batang pohon diserumnisasi untuk menghasilkan warna daun berbeda sesuai selera di setiap musim yang berbeda.

Keluarga Elizabeth-Szabo bertetangga dengan baik dengan keluarga Watson yang berbahasa Perancis di setiap hari Minggu. 17 tahun lalu pada saat keluarga Elizabeth-Szabo baru pindah dari Sheffield-Inggris ke lingkungan ini, keluarga Watson mengunjungi mereka dengan membawa sebotol anggur tua Jerman dan roti buaya. Kesan pertama seperti itu tidak baik jika dilupakan.


Illustration by Lennie Arifin


Sesekali Charlotte berpapasan dengan orang dewasa yang sedang melakukan aktivitas lari pagi. Mereka terlihat begitu baik dengan tubuh bugar nan walafiat. Kebanyakan dari-nya menggunakan bluetooth earphone yang dikendalikan oleh Jarvis untuk mengatur durasi waktu joging, keadaan trek beberapa meter di depan, dan musik.

Charlotte telah berjalan sejauh kira-kira 350 meter, ia keluar dari rute joging dan kembali memasuki Properti E.S namun kali ini tanpa garis yurisdiksi. "Selamat Gon, Kita tiba di kabin tanpa diketahui papa dan mama." Namun tujuannya bukanlah kabin tetapi gudang mini yang berdiri hanya beberapa meter di samping kabin.

Mereka berdua menghampiri gudang dan mendapatkannya dalam keadaan digembok. "Aku telah menyiapkannya sejak malam." Ujar Charlotte dalam hati sambil merogoh-rogoh saku celana dan di dalam sana tangannya mendapatkan kunci-kunci yang setiap kepalanya dikaitkan oleh aluminium utama. Ia mengeluarkan mereka dari dalam saku dan memperhatikan kunci-kunci tersebut. "Salah satu dari kalian pasti memiliki gembok ini." Ucap Charlotte sambil melirik gembok.

Kemudian ia mencoba kunci-kunci itu satu persatu mencari apakah ada yang cocok dan setelah mencoba beberapa ia mendengar suara "cekrik" sebagai isyarat bahwa kunci telah terbuka. Mereka berdua masuk ke dalam gudang.

Udara di dalam sedikit lembab dan meski karisma cahaya pagi berhasil masuk melalui celah kayu dari dinding gudang, itu tidak cukup bagi Charlotte untuk menemukan apa yang ia cari.

"Setelah berabad-abad lamanya kita adalah orang pertama yang merasakan udara di tempat ini." Ambisius Charlotte berkata kepada kesatria coklat. "Oksigen yang kita hirup saat ini telah berumur berabad-abad lamanya tak tersentuh oleh manusia." Lanjut Charlotte lugu.

Pandangannya menuju ke tengah ruangan mencari tali bohlam yang merupakan penerang gudang. Ia menemukannya dan menarik tali tersebut. Kini ia dapat melihat dengan baik dan mulai mencari apa yang ia inginkan.

Isi gudang tersebut adalah barang-barang keperluan aktivitas kabin dan beberapa barang lama tak terpakai yang masih disimpan dengan baik. Mereka disimpan di dalam lemari-lemari kayu terbuka yang menggunakan paku sebagai pengait barang dan papan-papan bertingkat sebagai tempat menaruh barang. Ada juga beberapa papan yang ditempel di dinding gudang untuk menaruh barang utama agar mudah ditemukan.

Charlotte telah menghabiskan waktu sebanyak setengah jam untuk mencari namun ia belum mendapatkan apapun. "Aku belum menemukannya, Gon. Bagaimana denganmu?" Ucap Charlotte sambil terus mencari tanpa melihat ke arah Gon. "Guk guk." Sahut Gon dari sisi lain gudang.

Kini semua lemari dalam setiap inci telah dijelajah oleh kapitan PiChar dan hasilnya nihil. Matanya tertuju pada setiap dinding dan memeriksa papan-papan yang ditempeli oleh paku. Matanya tidak menemukan apapun namun bagi seorang kapitan, apa yang terlihat bisa saja hanya berupa ilusi, melihat saja tidaklah cukup, pergi dan dapatkan apa yang kamu inginkan. kapitan berjalan menuju dinding lain gudang.

Langkah kaki Charlotte tersandung oleh sesuatu di bawah karpet pada saat ia melewati tepat di tengah ruang gudang. "Adaaww! Apa'an tuh?" Sontak kapitan sedikit kaget.

Ia menunduk sebentar untuk memeriksa karpet dengan diameter beberapa puluh cm di lantai kayu gudang lalu berjongkok dengan menaruh sebelah lututnya sebagai penumpu.

kemudian ia menyibak kain karpet untuk menemukan apa yang disembunyikan oleh karpet sang ilusioner. Taa-taaa! ucap kapitan antusias saat ia menemukan gagang besi berkarat yang digerendel pada lantai kayu gudang. "Apa ini?" Tanya Charlotte dalam hati. Ia memeriksa sekitar gagang kayu dan meniup debu-debu yang menyembunyikan celah-celah laci pada lantai gudang.

Telapak tangannya masuk ke dalam gagang besi dan mencoba membuka laci tersebut. "Uuuuhhh.." geram Charlotte berusaha untuk membukanya. Agak berat dan membuat Charlotte untuk memasukkan kedua tangannya ke dalam gagang besi. Ia mencoba kembali membukanya. "Uuuuhhh..." Charlotte kembali bergeram namun kali ini diikuti suara decit karat gerendel pada setiap celah laci. Praaakk.. laci berhasil terbuka dan dengan lekas Charlotte melongok ke dalam laci. Ia menemukan apa yang ia cari.

Buku.

*****

Di meja makan kayu persis di depan kabin, Charlotte sibuk memeriksa buku sedangkan Gon asyik berlarian ke sana ke mari di sekitar kabin.

Paman Van di perbolehkan untuk menempati kabin beberapa kali dalam seminggu. Van Der Boerhanuddin atau lebih dikenal Van Der Boer oleh teman-temannya namun Charlotte biasa memanggilnya paman Van. Ia adalah mahasiswa sastra yang menggunakan kabin sebagai tempat menulis novel atau juga artikel free lance lokal untuk Royal Family kerajaan Inggris. Terkadang ia juga ditemani oleh kekasihnya bibi Marie (Marie Diana Lavieska) saat menempati kabin. Paman Van merupakan keturunan Indo dan Belanda-Ceko yang merupakan satu dari sekian banyak negara super power. Ia tinggal bersama keluarga yang menyayanginya dengan baik hanya beberapa blok dari rumah keluarga Elizabeth-Szabo.

"Bagaimana cara membukanya?" Bisik Charlotte dalam hati.

*****

Charlotte mengalami kesulitan dalam membuka gembok Buku yang dilarang oleh mamanya itu. Ia mendapatkan gembok dengan sistem Anagram numerik berupa 4 digit angka dari 0 sampai 9. Untuk membuka enkripsi dari 4 digit numerik, ia membutuhkan buku dan pulpen beserta minimal 160 baris angka hanya untuk langkah pertama saja namun, ia tidak memiliki waktu sebanyak itu.

Ia memeriksa seluruh cover buku untuk mencoba mendapatkan clues kemudian membaliknya untuk memeriksa cover dari sisi lain buku. Nihil.

Ia berpikir sejenak. Redup. Kemudian dengan tiba-tiba kesadarannya menjadi terang. "Aha! Bagaimana dengan hari ulang tahunku."

Kriet..krieet..

ia mencari angka-angka yang merupakan tanggal lahirnya di dunia dengan memutar gerigi yang saling berhubungan kausal dengan gerigi-gerigi lain di dalam gembok.

Kriet..krieett.. Kriet..krieet...
Semua angka telah bertemu namun tidak terjadi apa-apa, tidak valid.

"Aku bukan anak kesayangan mama." Charlotte berujar dalam hati.

Redup lagi. Redup, redup, redup.
"Aha!" Charlotte kembali berujar dengan kesadaran bersinar. "Bagaimana dengan ulang tahun Joseph."

Krieett..krieett..
kembali ia memutar gerigi-gerigi yang saling berhubungan kausal itu.

Kriet..krieet.. Krieett..krieet..
Semua angka dalam ulang tahun Joseph telah bertemu. Juga tidak terjadi apa-apa, belum valid.

Namun itu tidak meredupkan kesadaran Charlotte karena kali ini ia terlihat begitu antusias dan yakin bahwa angka-angka tersebut bisa jadi merupakan ulang tahun papanya.

Krieet..krieett..krieett..kriettt..
Gerigi-gerigi kausal saling memutar untuk memberi celah dan mengisi setiap ruang numerik dengan tepat.

Krieet..krieett..kriet..krieett..
Krieet..krieett..kriet..krieett..
Semua angka dalam ulang tahun papanya telah bertemu dan kali ini diikuti dengan suara mikro. Cekrik, tuas gembok terbuka. Absolutly!!!

Terlukis senyum di wajah Charlotte. Ia mencopot gembok yang mengapit cover buku dan menaruhnya di atas meja. Dengan lambat Ia meletakkan satu telapak tangannya di cover buku kemudian berpikir sejenak, "Kenapa mama melarangku membaca buku ini." 

(Ia mulai membuka buku.)

Di halaman depan buku ia mendapatkan satu kata dalam bahasa Inggris dengan huruf sambung monotypa corsiva yaitu Love. Halaman ini lebih tipis dari cover dan lebih tebal dari konten.

(Charlotte membuka halaman selanjutnya.)

Untuk putriku tersayang, Charlotte Elizabeth Szabo.

Kamu tidak diperbolehkan untuk membaca buku ini  sebelum berusia 14 tahun. Jika kamu tidak memenuhi kriteria tersebut, buku ini masih disimpan oleh mama dan kamu tidak diperuntukkan untuk membacanya.
Dan jika kamu telah memenuhi kriteria tersebut, papa berharap banyak hal baik darimu selama hidup di dunia.
Gunakan kekuatanmu untuk tujuan mulia. Lindungi orang-orang terdekatmu seperti sahabat-sahabatmu bukan untuk menyakiti mereka. Dan sering memaafkan kesalahan orang lain.
Apa yang papa tulis di buku ini merupakan pengulangan dari apa yang telah kamu pelajari di sekolah dan kehidupan.

Papamu tersayang,

Thomaschenn Arthur Williams III

(William Szabo)


Illustration by Lennie Arifin









(Charlotte membuka halaman selanjutnya.)

Siapa kamu ?

Itu adalah kalimat pertama yang dibaca oleh Charlotte. Kedua alisnya naik dengan dahi mengerut, ia berpikir sejenak.

"Aku adalah Charlotte."

Jika saat ini kamu berusia 11 tahun, kamu akan menjawab pertanyaanku dengan jawaban berupa nama yaitu aku adalah Charlotte. Aku tanya sekali lagi, siapa kamu ?

Kedua alis Charlotte kembali naik dengan dahi mengerut. Ia kembali berpikir sejenak.

"Aku adalah Charlotte, aku berusia 11 tahun dan aku tinggal bersama orangtua dan saudara-saudari yang menyayangiku."

Aku kembali dapat menebak jawaban dari pertanyaanku. Aku tidak membutuhkan berapa usiamu saat ini dan di mana kamu tinggal karena itu tidak menjelaskan siapa kamu dalam pengertian filosofis. Jawaban filosofis tidak berasal dari luar atau hafalan buku namun berasal dari dalam diri kamu sendiri dan jika kamu bertanya kepadaku tentang siapa aku maka aku akan menjawabnya dengan aku adalah hasil evolusi yang telah terjadi selama berjuta-juta tahun lamanya. Sekarang, aku tanya sekali lagi.

Siapa kamu ?

Charlotte menjawab, "Aku adalah hasil evolusi yang telah terjadi selama berjuta-juta tahun lamanya."

Jangan ulangi atau menduplikat jawaban dariku.

Alis Charlotte kembali naik dengan dahi mengerut dan kali ini ia mengungkapkan apa yang sedang ia pikirkan sedari tadi karena buku ini selalu mengetahui apa yang sedang ia pikirkan mengenai jawaban dari pertanyaan-pertanyaan.

"Papa? Apakah itu kamu? Apakah buku ini merupakan siaran langsung?" Tanya Charlotte terheran-heran.

Terdengar mesin halus dari kendaraan beroda empat yang berhenti tidak jauh dari tempat Charlotte berada.

Charlotte menoleh untuk melihat mobil tersebut kemudian ia mendapatkan Paman Van turun dari mobil diikuti dengan kekasihnya bibi Diana.

"Paman Van!!" Teriak Charlotte sambil berlari menuju sepupunya dan sesampainya di sana ia memeluk perut paman Van yang berpostur jauh lebih tinggi dari Charlotte.

Paman Van mengangkat Charlotte untuk menggendongnya. "Ya, tuhan! Charlotte seharusnya kamu sedang berada di gereja hari ini. Sedang apa kamu sendirian di sini? Mana papa dan mama ?"

Charlotte berpikir kilat untuk berbohong kemudian ia mendapatkan jawabannya. "Aku joging bersama Gon dan sekalian mampir ke sini."

Dahi Van mengerut. "Joging? Dengan piyama dan sandal kelinci?"

Charlotte tidak menjawab dan ia hanya tersenyum menampilkan gigi-gigi mungilnya.

"Aku khawatir jika paman Wiliam beserta keluarga di rumah juga sedang merasa khawatir karena ketiadaan Charlotte. Kamu ingin ikut denganku mengantarnya ke rumah ?" Tanya Van kepada Diana.

Diana menjawab "Ya, sekalian saja aku juga ikut."

"Gon!" Teriak Charlotte kepada Gon yang masih asyik dengan dunianya.

"Ayo pulang."

Gon berlari menghampiri Charlotte dan melompat ke dalam mobil.

*****

Dari bangku setir, Van membuka dashboard dan mengambil Coklat batang beserta air mineral kemudian memberikannya kepada Charlotte di belakang. "Kamu terlihat lapar, makan ini." Charlotte menerimanya, membuka bungkus cokelat, dan makan.

Beberapa meter di depan mereka akan melewati Kedai Turki. "Kamu ingin kebab ?" Tanya Van kepada Charlotte, "Aku makan di rumah saja." Kemudian Van memutar arah.

******

Mereka telah sampai di kediaman Elizabet-Szabo dan semuanya turun dari mobil. Charlotte hanya berlari masuk ke dalam rumah tanpa menggubris mamanya yang sedang berdiri di halaman. Begitu juga Gon.

"Terimakasih Van telah mengantar Charlotte pulang." Ucap Kat.

"Tidak apa-apa, aku hanya khawatir jika orang-orang di rumah juga sedang merasa khawatir." Jawab Van kepada kakak kandung dari ibunya.

"Kami mengira ia mengunjungi keluarga Mujiono, karena ia biasa mengunjungi mereka pada hari weekend."

"Oh... Baiklah, aku pamit dulu." Ucap Van kemudian ia memeluk bibinya lalu berjalan menuju mobil, di situ Diana berdiri di samping mobil. Ia tersenyum sebentar kepada bibi Kat kemudian masuk ke dalam mobil. Van dan Diana meninggalkan kediaman E.S dan meluncur menuju kabin.

*****

Di ruang keluarga, Charlotte sedang menonton televisi bersama Anna.

"Berikan remote TV-nya." Ucap Anna

"Siapa kamu ?" Charlotte malah bertanya.

Kedua alis Anna naik namun tanpa dahi mengerut. "Apa maksud pertanyaanmu ?" Anna malah balik bertanya.

Charlotte menjawab, "Itu merupakan pertanyaan kosmik. Aku tanya sekali lagi, siapa kamu ?"

"Ya, tuhan Charlotte. Kamu belum diperbolehkan berpikir seperti itu, pada usiamu saat ini kamu hanya dianjurkan untuk bersenang-senang. Sekarang, berikan remotenya!!" Anna masih ngotot soal remote TV.

"Siapa kamu ?!" Charlotte hanya mengulangi pertanyaan yang sama.

"Mama! Charlotte mulai bicara ngawur! Apakah aku boleh mengambil Kukis kepunya'annya ?!" Teriak Anna

"Tidak boleh!!" Charlotte dengan cepat menjawab.

"Jika begitu berikan remote TV-nya kepadaku !!"

*****

Di luar hujan.
Van dan Diana telah tiba di dalam kabin. Ia melepas mantel kemudian ia juga melepas mantel yang dikenakan oleh Diana dan menaruh mantel milik mereka berdua ke gantungan pakaian di tembok.

Ia menghadap Diana begitu dekat dengan kedua tangannya bertemu di pinggul belakang Diana kemudian mencium bibirnya. "Aku mencintaimu."

Ia berjalan ke arah bufet dapur tempat di mana kulkas mini berada, sedangkan Lavieska menyalakan penghangat ruangan dan berjalan menghampiri Van yang sedang memilih botol minum di dalam kulkas. "Soda atau non ?" Tanya Van dengan kepala di dalam kulkas. "Soda." Diana menjawab.

Van mengambil 2 botol soda dan menyerahkan satu kepada Diana. Mereka berdua berdiri saling berdekatan di dapur  dengan botol soda di tangan dan pinggul belakang menyender bufet.

"Apa yang kamu dapatkan hari ini, Han?" Tanya Diana yang biasa memanggil kekasihnya Van atau Boerhan.

Van meneguk birnya. "Aku mendapatkan hal baru mengenai Royal Family kerajaan Inggris."

"Apa itu ?"

Van menjawab, "Jika kita mengambil Wangsa/Dinasti/Genarasi dari nama keluarga Yang Mulia Paduka Putri Eugenie dan dengan sistematis meng-ekstrak namanya menjadi diagram pohon keluarga yang mendeskripsikan detail generasi dari nenek moyang sampai cicit termuda, ada Betawi di dalamnya."

Illustration by Lennie Arifin

Wednesday, June 14, 2023

First Love of the Universe


Queen Elizabeth II with her lovely husband Prince Phillip


Setelah melewati 3 belokan pertama dengan jarak beberapa puluh meter disetiapnya kini Anna dapat melihat Florist tempat ia biasa menemani neneknya menghabiskan pagi di hari Minggu pada musim semi. Pemilik Florist telah mengenal Nana sejak lama dan mereka berdua memiliki minat dan banyak kesamaan  sehingga meminum teh musim semi serasa seperti diskusi abad pertengahan. Pernah sekali itu Nana begitu antusias mendiskusikan tentang bagaimana bunga matahari mampu beradaptasi di banyak tempat hingga ia melewatkan waktu menikmati strawberry pie sore hari bersama Charlotte. Rasanya hangat mendengarkan Nana membicarakan bunga.

Anna berjalan tepat di depan Florist, melirik ke sana dan mendapati sahabat Nana sedang sibuk didatangi beberapa konsumen.

Kini hanya beberapa blok lagi ia akan tiba di rumah.

"Balik arah."
Sekarang Anna sudah terbiasa dengan kemunculan kekasihnya yang selalu datang tiba-tiba. Misterius.

"Tidak mau, memutar jalan sama dengan menambah jarak tempuh beberapa puluh meter." Jawab Anna.

"Kamu tidak mau bicara selama 30 menit."

Anna sedikit tersentak mendengarnya kemudian ia memelankan langkah kaki dengan mindik-mindik ke belokan sambil memegang tembok pagar rumah yang merupakan bahu jalan. Ia mengintip ke sebelah kanan dan menemukan tetangganya yaitu bibi Pi'un (pikun; sebutan yang berlaku hanya bagi Anna dan kekasihnya) sedang menghabiskan sore indahnya dengan ditemani oleh Dinda, keponakan bibi pi'un yang berusia 18 tahun.
Bibi pi'un sudah tidak memiliki kemampuan untuk berkomunikasi namun,  ia akan mengajakmu bicara ngelor ngidul selama setengah jam bahkan lebih sambil menggenggam tanganmu dan menangis jika kamu melepasnya. Anna tidak tahan dengan kerapuhan itu ditambah ia juga terlihat lelah karena banyak berpikir di kelas hari ini.

"Bagaimana kamu bisa mengetahuinya?"

"Jarak pandang kameranya 7 meter berdimensi."

Anna berbalik arah untuk memutar jalan mendengarkan perkataan kekasihnya.

"Kapan kamu pulang ?" Tanya Anna.

"Tidak tahu"

Kemudian muncul keheningan diantara mereka berdua. Yang terdengar hanya suara langkah sepatu Anna dan desit skateboard 15 meter di depan.

Alis Anna mengernyit "Apa yang terjadi ?" Bisik Anna pelan, terdapat sedikit kesedihan di dalamnya.

"Tidak ada."

"Lantas, kenapa kamu pergi tanpa bertemu denganku sebelumnya?" Tanya Anna lagi dengan alis masih mengernyit.

"Aku tidak tahu jika akan pergi selama ini."

Keheningan kembali menghampiri mereka berdua.
Deziiitt..deziiitt.. prak!
Skateboard Kean mempraktikan Grint and flip di depan. Bocah 9 tahun itu terlihat piawai mempraktikannya.

"Sampai kapan kita seperti ini? Kamu telah pergi selama berbulan-bulan..." Alisnya masih mengernyit dengan sedikit menunduk menghadap jalan. Sepi.

Beberapa langkah lagi Anna akan tiba di rumah. Kotak pos keluarga Szabo sudah terlihat di depan. Ia melirik jari manisnya untuk memeriksa apakah kekasihnya masih berada di situ. "Terima kasih untuk perjalanannya, sayang."

"Aku pulang." Sambung Anna.

***

Setelah melepaskan handuk dari kepala, Anna duduk di tepi tempat tidur di kamarnya. tangan kanannya memegang hair dryer dan tangan kirinya sibuk menggerai-gerai rambutnya yang masih basah. Ia baru selesai mandi.

Cuaca di luar begitu baik. Sore yang indah bersinar pirang menyentuh kulit putih Anna yang ditumbuhi bulu-bulu tipis yang juga berwarna pirang. Namun, hari yang indah tidak membuat Onyx kucing mungil Anna untuk bermain di luar.

Onyx berjalan mondar-mandir ke sana kemari karena gembira atas kehadiran Anna. Ia naik ke atas tempat tidur, jingkrak-jingkrak sebentar kemudian hinggap di kepala Anna yang masih sedikit basah. Anna melepas Onyx dari kepalanya lalu menaruhnya di tempat tidur. Onyx jingkrak-jingkrak lagi dan kembali hinggap di kepala Anna. "Astaga Onyx tidak bisakah kamu mencintai aku hanya untuk hari ini saja." Ucap Anna sedikit jengkel sambil kembali menaruh kucing mungilnya di atas tempat tidur. Onyx menuruti perkataan Anna, mengeong-ngeong pelan menghadap Anna kemudian turun dari tempat tidur dan berjalan menuju sudut ruangan ke tempat tidur mungil pribadinya.

Rambut Anna sudah mengering namun ia masih menggerai-gerai rambutnya dengan kedua tangan sambil berjalan ke arah jendela.

Anna melongok keluar mendapati angin kecil menyeka lembut wajahnya. Di hadapannya daun-daun berguguran, jatuh dengan pelan dan indah disoroti oleh cahaya sore yang pirang. Ia menoleh ke kebun halaman rumahnya dan mendapati Nana sedang mencium Bunga Tulip.

***

"Sesekali cintailah dirimu dengan mengelilingi beberapa keindahan." Ucap Nana yang sedang sibuk menyemprot bunga menggunakan potter aluminium mini di tangannya.

Dengan usia yang sudah berlanjut, Nana mengisi kasih hidupnya dengan aktivitas-aktivitas yang menghadirkan rasa sayang dan jenaka seperti menyiram bunga, mendengarkan piano (di samping jendela jika sedang hujan), menonton televisi bersama Charlotte (adik perempuan Anna yang masih duduk di sekolah dasar), menghabiskan sore dengan Pie Strawberry, minum teh konfesional atau teh musim semi jika sedang musim semi dan masih banyak lagi.

Nana telah hidup begitu lama dan melalui begitu banyak hal sehingga ia mudah mengerti perasaan orang lain. Anna sangat membutuhkannya. Meski berusia lanjut, Nana masih sangat mengenal organisme tumbuhan apalagi cucu-cucu tersayangnya.

Cara berjalan Nana masih terlihat segar dan keren 🤘

"Mengenai cinta pertama alam semesta, apakah Nana dapat menjelaskannya kembali namun dengan cara yang lebih sederhana tanpa kesinambungan ?" Anna menyambung perkataan Nana dengan subyek berbeda sambil menyemprot bunga mengikuti Nana.

"Kenapa kamu menanyakan kembali hal itu ? Kalian putus hubungan ?"

"Ah.. tidak, aku hanya ingin lebih mengerti." Jawab Anna sedikit menyembunyikan sesuatu di nada bicaranya.

Sambil terus menyemprot dan sesekali mencium untuk menikmati keindahan bunga-bunga yang menghadirkan rasa sayang itu Nana menjelaskan.

"Sewaktu planet bumi masih dalam keadaan primordial, radiasi kosmik (......) Siapa nama mantan kekasihmu ?" Tanya Nana sebelum menjelaskan lebih lanjut.

"Nana... Sudah kubilang kami masih sepasang kekasih, namanya Oliandri." Jawab Anna jenaka "masa Nana lupa ?" Anna melanjutkan dengan dahi mengerut.

"Jika kalian masih berpacaran berarti Oli bukan radiasi kosmik. Baiklah, anggap saja radiasi kosmik ini adalah lelaki lain atau mantan kekasihmu."

"Tapi Oli adalah kekasih pertamaku, tidak ada lelaki lainnya." Anna ketus

"Yah, anggap saja radiasi kosmik ini adalah mantan kekasihmu meskipun tidak ada yang lainnya."

"Baiklah." Anna masih ketus

"Pada saat itu, Atmosfer horizon primor...dial (root) planet bumi jauh berbeda dengan masa kini. Radiasi kosmik (mantan kekasihmu mu) masih dapat menyentuh horizon (kamu) primordial bumi, radiasi kosmik disebut sebagai lelaki karena ia bersifat aktif meradiasi horizon primordial.
Momentum itupun melahirkan molekul kompleks (DNA dalam sains modern) yang memberi peranan teramat penting dalam kehidupan organisme.
Perjalanan cinta sejati antara kosmik dan langit horizon tidak hanya sampai disitu. Molekul kompleks yang dilahirkan oleh sepasang kekasih itu jatuh ke kedalaman samudera.
Ia berevolusi menjadi organisme bersel satu dan memulai tahap awal kehidupan organisme.
Kemudian radiasi  kosmik (mantan kekasihmu) tidak bisa lagi menyentuh horizon (kamu)."

"Kenapa ?" Tanya Anna. Matanya sedikit basah karena rasa ingin tahu.

"Karena ia (Radiasi kosmik) telah diblokir oleh foto...sintesis dari tumbuhan." Nana melanjutkan dengan tangan masih sibuk menyemprot bunga.

Sekerjap Anna menghentikan aktivitasnya dengan kepala sedikit berpikir sementara Nana masih sibuk menyemprot dan mencium bunga yang baru disadari Anna.

"Bunga-bunga ini memiliki peran teramat penting terhadap cinta pertama alam semesta." Bisik Anna dalam hati.

"Kisah cinta yang brilian." Tiba-tiba muncul suara misterius diantara mereka berdua.

Sejenak Nana juga sontak menghentikan kesibukannya lalu menoleh ke arah Anna yang juga sedang menoleh ke arah Nana.

"Apa kamu mendengarnya ?" Tanya Nana dengan nada sedikit menyelidik

"Tidak.. aku tidak mendengar apa-apa." Jawab Anna mencoba menyembunyikan sesuatu dari Nana yang kemudian melanjutkan kesibukannya.

"Mendengarkan penjelasan Nana mengenai awal kehidupan membuatku menyayangi anda." Suara misterius itu datang lagi.

Sontak Nana kembali menghentikan aktivitasnya dan kali ini ia merasa yakin bahwa ia benar-benar mendengarnya.

"Siapa itu ?" Selidik Nana kepada Anna. "Kali ini aku yakin bukan hanya aku yang mendengarnya."

"Dia...dia..." Anna terdengar gugup untuk mengatakannya karena ia khawatir Nana akan jatuh pingsan jika mengatakan kebenaran bahwa cincin yang sedang ia kenakan terhubung dengan kehadiran kekasihnya.

"Dia...Dia... Adalah... Malaikat..." Gagap Anna "Dia dapat melihat kita tapi kita tidak dapat melihat dia." Sambung Anna kali ini dengan nada cukup meyakinkan.

"Apa maksudmu? Malaikat?" Nana terlihat bingung dan heran.

"Eh... Tidak. Dia adalah kekasihku dan ia sedang berada Inggris!" Jawab Anna yakin dan cepat.

......................... (Anna dan Nana)

Sejenak keduanya (Nana dan Anna) saling memandang dengan wajah bingung (Nana) dan tersenyum (Anna) tanpa mengucapkan sepatah kata.
.....................
Akhirnya Nana yang kembali memulai percakapan.

"Malaikat ? Inggris ? Kalian anak muda terkadang membuatku merasa lelah karena heran." Ucap Nana dengan tangan memegang dahi sambil berjalan pelan meninggalkan Anna.

"Nana mau ke mana ?"

"Mau minum teh." Nana menjawab tanpa menoleh ke belakang.

"Ingin aku temani menuju ruang minum teh ?" Sambung Anna menawarkan dirinya.

"Tidak perlu, sayang. Itu hanya 3 anak tangga." Kali ini juga tanpa menoleh ke belakang

"Ingin aku temani sambil bermain piano ?" Anna kembali menawarkan dirinya namun kali ini Nana tidak menjawabnya, ia hanya berjalan tanpa menoleh ke belakang.


Sore yang indah dengan cahaya pirang. 

Thursday, May 18, 2023

Immortal Memory To The Queen

Queen Elizabeth II dikelilingi oleh keindahan 

Beyond Concentration, terlepas dari ilusi waktu dan melebur ke dalam keabadian. Matanya sedikit basah dengan kening mengkerut karena memikirkan pertanyaan dari Sigmund Freud yang menjadi soal ujian filsafatnya di hari yang indah ini. Di luar kelas begitu sepi, hanya beberapa mahasiswa dan staf universitas yang sesekali kedapatan berjalan di koridor.

"Ke mana perginya pikiran, ketika ia (pikiran) terlupakan ?"
Begitu pertanyaannya.

Itu adalah soal pertama setelah Anna mengisi identitas pada lembar jawaban yang ia dapatkan. Ia mengisi Nomor induk mahasiswa dengan nomor-nomor, hari dan tanggal, nama lengkap (Anna Szabo), dan mata ujian hari ini (Filsafat).

Ia merasa belum pernah dihadapi pertanyaan semacam itu semasa mempelajari filsafat. Namun, ia menyadari bahwa filsafat bukanlah pelajaran yang disadari hanya dengan teori formal atau metode praksis, melainkan juga melalui nalar masing-masing individu dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya untuk filsafat, standard universitas juga menerapkan soal-soal di luar metode praksis dengan harapan mahasiswa dapat mengembangkan pemahaman secara mandiri.

Karena terlepas dari ilusi, ia tidak menyadari bahwa sudah cukup lama ia meninggalkan lembar jawaban yang masih kosong dan polos tanpa jawaban dari pena di tangan kanannya. Tangannya mulus, berwarna putih pirang disinari oleh cahaya pagi yang menembus kaca jendela ruang kelas. Jari manisnya dihiasi oleh batu cincin yang diambil dari palung terdalam di dunia. Hadiah dari kekasihnya.

Sekarang ia memegang dahinya yang mengernyit karena cemas akan berpikir keras namun tidak menghasilkan apapun selain lembar jawaban yang masih saja kosong.

Sebersat-bersit Ia melirik batu cincin di jemarinya dengan harapan kekasihnya dapat membantu menjawab pertanyaan yang menurutnya agak menyebalkan.

"Jangan bengong"

Di tengah kegelisahannya tiba-tiba ia mendengar suara anak lelaki misterius yang tidak diketahui darimana asalnya.

Hari Ini merupakan hari ujian formal namun atitut Anna terlihat berbeda dengan yang lainnya. Ia celingak-celinguk memandang sekitar menyelidiki dari mana datangnya suara barusan.

"Jangan celingak-celinguk"

Ia kembali mendengar suara lelaki misterius itu namun sekarang ia merasa agak yakin bahwa suara tersebut berasal dari tempat yang tidak jauh dari meja tempat ia duduk, bahkan sangat dekat.

Khawatir disangka gila karena bicara sendiri, Anna berbisik pelan kepada dirinya sendiri, "Siapa kamu ?"

"Aku adalah kekasihmu."

Anna sedikit kaget karena tidak menyadari bahwa suara anak lelaki itu sangat mirip dengan suara kekasihnya.

"Sayang, sedang apa kamu di sini ? kenapa kita dapat berkomunikasi ? Bukankah kamu sedang sibuk dengan urusanmu hari ini?" Anna kembali berbisik pelan sekaligus merasa aneh karena kehadiran kekasihnya di hari ujian formal universitas. 

"Aku memasang alat pelacak pada batu cincin yang kuberikan kepadamu." Jawab kekasihnya.

Mendengar itu membuat Anna terlihat sedikit kesal karena merasa privasinya dilanggar oleh kekasihnya sendiri. Anna adalah perempuan yang sedikit independen.

"Ini tidak sopan, meskipun kita saling mencintai namun privasi adalah keharusan!' bisik Anna pelan dengan sedikit kegusaran pada nadanya. "Baiklah, kita akan bahas ini di rumah nanti karena kebetulan aku sedang membutuhkanmu untuk menjawab soal ujian yang menyebalkan ini."

"Aku tahu, di pelacak juga terdapat kamera."

Anna kembali terlihat gusar namun tidak mengindahkannya. "Bagaimana aku bisa menjawab pertanyaan ini ?" Sebelum kekasihnya menjawab, Anna mendekatkan batu cincin ke sebelah telinga agar tidak terdengar oleh yang lain.

Kemana perginya pikiran ketika ia (pikiran) terlupakan?
- Sigmund Freud

Di dunia materi tidak ada yang benar-benar hilang dari ada menjadi ketiadaan atau kehampaan. Substansi yang sebelumnya ada tidak berasal dari kondisi ketiadaan melainkan kondisi selalu ada. Ia tidak hilang namun berubah menjadi substansi berbeda atau substansi yang sama dengan sifat berbeda. Materi dari Air yang mengering karena suhu panas tidak menghilang namun menjadi sesuatu yang lain yaitu menguap menjadi Gas.

Saat kita memikirkan atau mengalami momentum di dalam kehidupan, atom-atom pikiran kita menempati tempatnya masing-masing dan saat kita memikirkan atau mengalami momentum selanjutnya, atom-atom pikiran kita berpindah tempat dengan menempati tempatnya masing-masing.

Nah saat kita mengingat kembali pikiran akan momentum yang telah dialami sebelumnya, atom-atom pikiran kita kembali menempati tempatnya masing-masing pada saat kita memikirkan momentum tersebut.

"Jadi kesimpulannya adalah ?" Tanya kekasih.

"Aku belum begitu mengerti ?" Jawab Anna pelan.

"Kesimpulannya adalah pikiran yang dilupakan itu dikarenakan atom-atom tidak bisa kembali menempati tempatnya masing-masing  pada saat mengingat pikiran tersebut. Ini menurut Jostein Gaarder."

Setiap orang memiliki kapasitas pikiran akan suatu ingatan. Karena begitu banyaknya memori, sebagian besar ingatan tersimpan di alam bawah sadar kita dan beberapa membutuhkan rangsangan untuk kembali mengingat pikiran-pikiran tersebut. Banyaknya momentum yang kita alami dalam hidup ini membuat pikiran yang terlupakan menjadi pikiran lain yang berbeda. Pikiran lama yang terlupakan (air) menjadi  pikiran yang lain (es).

"Ini menurut aku." Kekasih

"Aku harus memilih yang mana ? Kamu atau Jostein ?" Bisik Anna pelan

"Terserah kamu, dua-duanya saja."

"Baik, aku akan tulis dua-duanya. Jangan pergi dulu aku masih membutuhkan..." tiba-tiba Anna merasa koneksi antara mereka berdua terputus. "Sayang? Sayang? Kamu masih di situ? Sayang?." Bisik Anna kontinuitas dengan nada agak meninggi. Namun, sepertinya kekasihnya sudah pergi meninggalkannya.

"Anna, apa yang sedang kamu pikirkan? bicara sayang-sayang sendiri di ujian filsafat saya."
Anna mendapat teguran dari dosen filsafatnya.

Berharap tidak mendapatkan perhatian lebih, Anna hanya menunduk menghadap lembar jawaban dan tidak mengindahkan teguran dosen berkepala botak yang menurut Anna terlalu sering memikirkan kehidupan daripada menjalaninya.

"Mengenai batu cincin, kita akan bicarakan ini nanti." Bisik Anna pelan berharap kekasihnya masih ada di situ.

:D