![]() |
| Prince Harry with her lovely wife, Meghan Markle. |
Cahaya malam dari Terang bulan menyiram indah kegelapan artificial forest, dihiasi Kabut tipis merayap anggun bersama kesunyian nokturnal yang memberikan rasa misterius bagi-nya yang berkepala fantasi. Sangat cocok bagi seniman asli Jakarta untuk berimaji (Your vampire blood keeps you active at night).
Disebut artificial forest karena setiap organisme yang hidup di dalamnya berada dalam kontrol Berger Scott Estate terkecuali serangga, hewan pertama yang sukses mengelilingi dunia.
Allen terlihat fokus memperhatikan google map melalui telepon genggam dengan sebelah tangan sambil menyetir sepeda. Ia sedang berspekulasi tentang jarak antara titik pengendalian RC dan titik terdeteksinya Drone oleh NASA. Karena Google kurang terakurasi, ia tidak boleh ceroboh dan tanpa sadar melewati garis batas radar NASA. Ia tidak ingin rencana malam ini gagal seperti sebelumnya dan kembali mengecewakan George.
"Sepertinya ini tempat yang pas dan sesuai untuk pengendalian RC" ujar Allen kepada teman-temannya ketika mendapatkan tanah landai dikelilingi semak belukar yang dapat menyembunyikan mereka dari patroli keamanan NASA. Ia bicara dengan suara rendah dan sangat berhati-hati agar tidak terdengar oleh sekitar karena untuk keberhasilan misi kali ini berada di bawah tanggung jawabnya.
Dari segala yang telah mereka lewati bersama, jika menjumpai masalah terkait aksi dan tindakan yang tidak hanya membutuhkan kecerdasan namun juga keberanian biasa di bawah kepemimpinan Joseph atau George, dan untuk masalah yang ditindaklanjuti melalui belakang meja atau panggung seperti misi kali ini biasa di bawah kepemimpinan Allen.
Mereka semua menekan rem pada saat bersamaan dan menuruni sepeda masing-masing kemudian meletakkannya di semak belukar agar tidak mudah terlihat. Allen mengambil spot pengendalian RC diikuti oleh Joseph dan Edi.
Allen mengeluarkan peralatan pengendalian RC dari dalam ransel, menaruh laptop di atas pangkuannya lalu menekan tombol power. Laptop menyala memasuki mode booting dan menampilkan opsi dari beberapa sistem operasi favoritnya. Ia memilih Windows kemudian laptop mulai beroperasi.
"Apa kau yakin dengan tempat ini ?" Tanya Joseph sambil celingak-celinguk sekitar.
"Ya, jarak titik Drone terdeteksi oleh NASA berada 30 m di depan." Allen menjawab
"Kita masih bisa mendekat dengan jarak segitu." Joshep menyambung
"Terlalu berbahaya, aku tidak ingin mengambil resiko sejauh itu." Timpal Allen
Joseph tidak menjawab namun ia masih celingak-celinguk kemudian beranjak dan memeriksa sekitar untuk memastikan bahwa mereka dalam keadaan aman.
Allen membuka browser kemudian memasukan IP Address pada kolom website. Ia menghostingnya agar dapat mengendalikan RC dari seluruh penjuru plenat bumi namun teknologi sederhana untuk menghindari sensor NASA tidak memiliki cukup daya bagi RC untuk bepergian jarak jauh dari Berger Scott Estate ke Pesawat antariksa, itulah alasan dijalankannya misi malam ini yang sebagian besar rencananya diatur oleh Allen.
Mereka berempat mengagumi Kolner Dom, bukan hanya kekerenannya namun juga teknologinya yang mampu mendekati orbit bumi bahkan mendarat di dalamnya tanpa terdeteksi.
Ketidaksadaran atau pingsan karena menyentuh Kolner Dom dan radiasi kosmik yang menjangkit George setimpal dengan namanya yang akan menjadi sejarah sebagai orang pertama yang berinteraksi dengan Outer Space.
Kita tidak dapat menyebutnya sebagai Organisme atau Organisme multiseluler yang dapat dilihat oleh mata atau Senyawa kimia (kita adalah senyawa kimia yang saling bereaksi melalui interaksi di dalam kehidupan sehari-hari dan senyawa-senyawa kimia yang saling bercocokan akan menghasilkan reaksi kimia berupa kebahagiaan. Contoh : ketika kamu dan saya berdekatan untuk berinteraksi, kenudian senyawa kimia dari kamu dan saya menimbulkan reaksi kimia berupa romansa, maka senyawa kimia dari kamu dan saya cocok untuk saling berbagi rasa atau cinta dalam sudut pandang Ilmu pengetahuan alam ; Romansa kimia saya ; My Chemical Romance) atau hal itu, kita hanya dapat menyebutnya sebagai Makhluk luar angkasa karena kita belum mempelajari secara faktual tentang bagaimana cara tubuh mereka bekerja, karena alasan itu NASA hadir dan mendatangkan ilmuwan-ilmuwan unggulan dari penjuru dunia untuk mempelajari apa yang sedang terjadi. Mereka juga mendapatkan bantuan militer internasional dan Central Intelegent Agensi untuk keamanan maksimal karena semua orang terlihat sangat ingin mendekati Pesawat Antariksa yang mendapat banyak perhatian dari seluruh penjuru planet Bumi.
Joseph kembali dari patroli dan menaruh dirinya di samping Allen, "Aman". Ucap Joseph sambil memandang layar laptop yang menampilkan kokpit kemudi RC berupa tombol-tombol pengatur arah kiri-kanan, depan-mundur dan pengaturan sistem Audio-visual.
"Semuanya sudah oke, sekarang saatnya bagi RC untuk tinggal landas." Ucap Allen
Sebelum tinggal landas, Edi memandang ke arah RC kemudian berucap "kami mempercayaimu, brother." Dengan nada dramatis Edi berkata kepada sang RC yang meluncur meninggalkan dirinya, Joseph, dan Allen untuk menjalankan misi.
"Kamu juga membeli remotenya ? Meski pengendaliannya hanya melalui internet ?" Tanya Joseph kepada Allen.
"Aku masih ingin memilikinya setelah misi ini selesai." Jawab Allen kepada Joseph yang diam saja dan hanya melihat apa yang RC lihat melalui layar laptop.
*
Layar pada monitor menampilkan jalan landai tidak merata melalui kamera RC dalam Visi Malam. Allen mengendarai RC dengan selalu mendekati pohon dan semak belukar untuk menghindari kontak dengan patroli NASA. Melalui kokpit mereka bertiga dapat melihat apa yang tertangkap oleh kamera pada RC namun hanya Allen yang dapat mendengar Audio dari radius pendengaran RC melalui headset karena fokus mereka bertiga berbeda meski sedang memperhatikan obyek yang sama, Allen 100% fokus terhadap RC sedangkan Joseph dan Edi membagi fokus mereka berdua terhadap sekitar.
"Berhenti !" Bisik Joseph lekas, ia menyadari sesuatu. "Aku melihat cahaya yang mungkin berasal dari senter patroli NASA" sambung Joseph.
Allen menghentikan RC dan mengubah kamera menjadi mode thermal. Kini ia dapat dengan mudah membedakan suhu panas dari materi yang ditangkap oleh kamera. Beberapa tumbuhan bersuhu panas saat malam karena mereka meng-absorb suhu panas dari matahari dan meradiasi-nya pada malam hari, namun tidak setebal hewan dan manusia (ada yang tebal dan ada yang tipis), kamera thermal mutakhir dapat dengan mudah membedakan ketiganya.
Allen mendapatkan obyek bersuhu panas tidak jauh dari RC berada. Ia mengarahkan fokus kamera terhadapnya dan memutar lensa untuk zooming kemudian memperhatikan perilaku obyek tersebut untuk mengetahui apakah ia hewan atau patroli keamanan NASA. Obyek tersebut hanya diam saja, cukup lama, kemudian ia melakukan gerakan tiba-tiba dan berlari karena menyadari kehadiran manusia yaitu patroli keamanan NASA.
"Mereka hanya lewat." Ucap Allen, ia kembali mengubah mode kamera menjadi visi malam, Kemudian RC kembali melaju setelah berada di luar jangkauan Patroli NASA yang telah menjauh.
Beberapa meter di depan merupakan batas radius dari jangkauan radar NASA bagi segala hal yang mencoba untuk mendekati pesawat antariksa tidak terkecuali RC milik Allen. Ia berharap teknologi sederhana miliknya dapat menghindari sensor dari radar dan berkesempatan untuk mendekati pesawat antariksa.
Allen menghentikan laju RC dan mengambil nafas panjang, "Apa kita perlu berdoa ?" Tanya ia kepada dua sahabatnya. "Terserah" jawab Edi, namun ketiga anak itu terlihat sedang bernurani dan berbisik di dalam hati pertanda sedang berdoa sebentar kemudian Allen kembali melanjutkan laju RC dengan sangat pelan. "Ingat prosedurnya, jika terdeteksi kita semua tahu apa yang harus dilakukan dan jika tidak, jangan bereaksi berlebihan sehingga menimbulkan suara yang tidak perlu." Allen kembali mengingatkan prosedur tindakan misi kepada dua sahabatnya. Joseph dan Edi mengangguk kepada Allen kemudian mereka bertiga kembali menaruh perhatian pada layar laptop.
RC melaju dengan pelan...
50 cm..
40 cm..
30 cm..
.... Tiba-tiba Edi memegang tangan Allen yang sedang mengendalikan RC melalui Mouse, tangannya berkeringat karena menaruh Energi berlebihan pada kelangsungan misi malam ini. Sontak Allen menoleh kepada Edi yang juga sedang menolehnya. "Aku mencintaimu" ucap Edi kemudian ia menoleh kepada Joseph yang juga sedang menolehnya "Aku juga mencintaimu" ucap Edi kepada Joseph.
"Ini percakapan dan adegan yang tidak perlu Ed" ucap Allen kemudian ia kembali melajukan RC miliknya.
20 cm...
10 cm...
Allen mengubah kecepatan RC menjadi sangat pelan...
5 cm....
3 cm....
....... Mereka bertiga memejamkan mata dan menunggu suara dari alarm radar NASA.
3 detik...
2 detik...
1 detik...sunyi......
Dengan ekspresi riang nan gembira, mereka menghembuskan nafas lega yang sangat panjang seakan sedang berada di permukaan air sehabis melakukan penyelaman bawah laut dan berhasil menemukan tumbuhan jenis baru.
"Aku benar-benar mencintaimu dan ini merupakan percakapan dan adegan yang diperlukan." Edi kembali berucap kepada Joseph dan Allen.
![]() |
| Pic Illustration by Lennie Arifin |
*****
Paman William menyalakan lampu yang terletak di atas bufet di samping tempat tidur tanpa beranjak. Ia membasuh kedua mata terpejamnya kemudian berkedap-kedip untuk menghilangkan kabut dari pandangan matanya, kemudian mengambil telepon genggam yang masih menyala di samping lampu tidur. Ia lupa menonaktifkannya dan tidak biasa menerima pesan pada malam hari.
Pesan dari Harry, adik kandung paman William yang sedang melakukan riset zoologi di Afrika. Ia ditemani oleh istri terkasihnya Meghan.
Di situ tertulis,
Aku mengabari mama untuk penundaan atas kepulanganku pada akhir tahun ini dan akan mengusahakan untuk pulang pada pertengahan tahun depan, kemudian ia mengnginkanku untuk ber-izin kepadamu terlebih dahulu agar diperbolehkan. Kirimkan salamku kepada Charlotte dan Anna, aku merindukan dan mennyayangi mereka.
Paman William mengerti tabiat dari paman Harry yang tidak dapat menahan diri ketika berada di lokasi margasatwa terbesar di dunia. Namun, ia khawatir jika adiknya terbuai dan menetap untuk tinggal permanen di sana.
Paman William membalas,
Dinamakan keluarga karena lebih baik bersama. Aku mengharapkan kepulanganmu. Kami juga menyayangimu.
![]() |
| Ratu Elizabeth II dan Pangeran Phillip dalam kunjungannya di Masjid Istiqlal, Jakarta. |
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)


.jpeg)
.jpeg)



.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
