Apa maksudmu bahwa opini bukan 100 persen ide murni?
Opini bukanlah buah pikiran. Opini hanya bersifat mengkritik, tidak menciptakan atau menggagas. Pernyataan ini bukan kesadaran originalku, aku mempelajarinya dari sebuah buku karya Hans Albert Rekonstruksi Nalar Kritis.
Sama halnya dengan Quotes (kata-kata mutiara), motivasi dsb. Quotes bukanlah buah pikiran, quotes hanya sekedar perkataan.
Kamu sedang membaca sebuah buku novel, kamu tidak hanya sedang membaca kata-kata tetapi kamu sedang merasuki dunia ide si pengarang novel tersebut.
Jangan-jangan kamu adalah tipe orang yang jarang membaca buku sampai begini saja tidak mengerti?
Hee... xD xD xD
Waduh susah juga jika harus menjelaskan dengan cara formal. aku bukan sebuah kurikulum pendidikan yang memiliki titel, aku hanya seorang "Free Thinker" alias pemikir bebas atau pemikir mandiri.
(Ia yang merupakan ia yang lain di dalam diriku tampak ke permukaan dengan berubah-ubah persona. Terkadang ia muncul sebagai ia yang mengerti, terkadang ia muncul sebagai ia yang polos tidak mengerti apa-apa, terkadang ia sebagai ia yang tidak cukup berupaya untuk mengetahui apa yang tidak diketahui, terkadang ia sebagai ia yang tidak cukup berupaya untuk mengerti atau menyerah untuk mengerti. Ada lebih dari satu ia yang lain di dalam diriku)
Baiklah, aku akan menjelaskannya dengan sesederhana mungkin. Jika kamu tidak suka membaca buku, kamu merupakan termasuk tipe orang yang lebih suka hidup di dunia materi. Nah, karena kamu juga termasuk orang awam yang baru mengenal apa itu dunia ide dan dunia materi, yang dimaksud dunia materi di sini bukanlah materialisme yang telah banyak dikenal di dunia orang awam. Dunia materi di sini adalah tipe orang yang lebih menaruh perhatian pikirannya pada dunia nyata contohnya pergaulan sehari-hari. Mereka (Orang-orang dunia materi) lebih suka memperhatikan secara visual daripada membaca buku. Memperhatikan dan mempelajari tingkah laku teman-temannya, mempelajari apa arti kehidupan melalui pengalaman empiris mereka, mempelajari apa arti sahabat sejati atau persaudaraan, dan berbagai retorika kehidupan lainnya.
Yang barusan aku jabarkan di atas merupakan contoh level awam dari dunia materi, contoh level selanjutnya dapat kamu ambil dari refleksi bangunan tua pada permukaan danau.
Bukan sebuah opini namun aku hanya memberitahu bahwa aktivitas otak lebih bekerja dengan membaca daripada memperhatikan secara visual. Kamu akan lebih tenggelam saat membaca sebuah buku novel daripada memperhatikan versi visualnya di televisi.
Jadi kesimpulannya, ketika aku sedang membaca sebuah buku aku sedang melihat apa yang telah dilakukan pikiran si pengarang buku tersebut terhadap buah pikiran miliknya di dunia ide menjadi sebuah buku di dunia materi (dunia nyata) ?
Tepat sekali. Contoh lainnya selagi kamu sedang berjalan di trotoar pinggir jalan sambil melihat gedung-gedung berjejeran saat itu kamu sedang melihat pikiran-pikiran para arsitek. Kamu sedang asyk dengan gagdet di tanganmu saat itu juga kamu sedang asyk dengan pikiran si pembuat gadget tersebut. Dan masih banyak contoh lainnya, aku yakin kamu bisa memikirkannya meski kamu bukan tipe idealis.
Barusan adalah contoh dunia ide individual. Bagaimana dengan contoh dunia ide sosial? Dunia ide di mana terdapat lebih dari satu orang di dalamnya? Apakah ada dunia seperti itu? "Perfect Circle"
1. Dunia Ide Sosial Satu Arah
Definisi dasar dari kegiatan sosial adalah interaksi individu terhadap individu lainnya di mana di dalam interaksi tersebut terdapat dua individu atau lebih.
Di sini aku juga akan memberikan contoh dasar dari dunia ide sosial yaitu kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Ketika murid-murid sedang mendengarkan penjelasan dari seorang guru di depan kelas, mereka tidak hanya sedang mendengarkan hanya sekedar kata-kata namun mereka sedang bergumul ke dalam dunia ide yang diciptakan/digagas oleh guru tersebut.
Kita ambil contoh di sini misalnya si guru sedang menjelaskan rumus matematika. Matematika adalah contoh buah pikiran yang berasal dari dunia ide.
Atau misalnya si guru sedang menjelaskan kelas biologi. Biologi adalah ilmu pasti dari dunia materi yang diserap oleh indera lalu kemudian dipikirkan di dunia ide (berpikir untuk melihat) contoh biologis di sini misalnya adalah sebatang pohon. Setelah memperhatikan sebatang pohon selama berbulan-bulan nalarku menangkap bahwa pohon adalah sesuatu yang hidup karena ia bertumbuh tinggi dan pigmen pada kulit daun berubah warna seiring berjalannya waktu seperti warna rambut pada manusia. Ini adalah contoh obyek dari dunia materi (sebatang pohon) yang diamati oleh indera penglihatan (mata) kemudian dipikiran di dunia ide.
Karena dinamakan dunia ide satu arah, bukan berarti bahwa hanya ada satu mediator di dalam interaksi dunia ide tersebut. Para murid juga memiliki peran sebagai feedback (umpan balik) terhadap buah pikiran yang di sampaikan oleh guru (mediator).
2. Dunia Ide Sosial-Materi
Dunia ide Sosial-Materi merupakan tempat di mana terjadinya interaksi sosial yang mana individu-individu di dalam dunia ide tersebut sadar atau tidak sadar bahwa mereka adalah bagian dari sebuah ide dari individu atau individu-individu lainnya.
a. Dunia Ide Sosial-Materi Modern
Sedikit kembali kepada pembahasanku sebelumnya. Apa kau menyadari bahwa sudah tidak ada yang benar-benar liar di dunia ini? (Kecuali lautan) Segalanya yang terjamah telah berada di bawah campur tangan manusia dan aku bukan hanya berpikir tentang ruang namun juga yang berada di dalamnya.
Dunia telah kehilangan naturalisasi mutlak. Tidak ada lagi yang namanya hutan liar yang benar-benar liar, yang ada hanyalah hutan liar alami campur tangan manusia. Bukan hanya kepada hewan namun hal ini juga berlaku kepada populasi manusia.
Agar mudah dimengerti aku akan memberi contoh sederhana skala kecil dunia ide Sosial-Materi modern.
Kamu hendak pergi keluar rumah untuk mengunjungi tempat biasa kamu berkumpul bersama teman-temanmu.
Apakah segalanya yang terjadi sejak langkah pertama dari pintu rumahmu sampai tempat tujuanmu adalah sebuah kebetulan? Seperti kejadian burung-burung yang bertengger di kabel tiang listrik, kejadian anak kecil sepulang sekolah dasar dalam perjalanan menuju rumah yang berpapasan denganmu di bilah jalan, kejadian tukang bakso yang memarkir gerobaknya di tempat biasa ia mangkal, kejadian tukang gorengan yang berpapasan denganmu setelah sebelumnya kamu berpapasan dengan anak kecil sekolah dasar, kejadian gerombolan anak kecil lelaki dan perempuan yang sedang bermain batu bete dengan perasaan riang, kejadian pertandingan sepak bola yang sedang berlangsung di lapangan perempatan, serta kejadian-kejadian lainnya yang terjadi selama kamu berjalan kaki dari rumah menuju tempat tujuan.
Apakah semua kejadian-kejadian itu merupakan kebetulan? Atau apakah semua atau sebagian dari kejadian-kejadian itu merupakan ide dari individu atau beberapa individu?
Definisi kebetulan atau ketidangaksengajaan melalui sudut pandang filosofi adalah bagian dari sebuah proses kejadian naturalisasi mutlak. Seperti ketidaksengajaan terjadinya pembentukan atmosfer yang melindungi planet bumi dari radiasi kosmik sehingga memungkinkan terjadinya kehidupan. Ini yang aku maksud dengan keadaan liar yang benar-benar liar dari kebetulan atau ketidaksengajaan naturalisasi mutlak.
Ketidaksengajaan jarak ideal antara matahari dengan planet bumi sehingga memungkinkan terjadinya pertumbuhan organis pada tanaman. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi jika seandainya jarak antara matahari dan planet bumi lebih dekat atau lebih jauh, mungkin saja tanaman di planet bumi tidak mengalami ketidaksengajaan kejadian pertumbuhan organis.
Lalu kemudian muncul ide pada manusia untuk memanfaatkan anugrah ketidaksengajaan kejadian itu. Aku bukan tipe nokturnal, setiap akhir pekan pada sore hari aku bersama teman-temanku rutin menikmati sejuknya matahari November di taman dekat rumahku. Aku sengaja dan aku menikmatinya.
Rule dan Tipikal adalah jenis kepribadian dominan yang terdapat pada populasi dalam dunia ide Sosial-Materi modern. Rule adalah ide yang mengatur sedangkan Tipikal adalah ide yang diatur. Mengapa Rule merupakan jenis ide yang mengatur sedangkan Tipikal merupakan jenis ide yang diatur? Jawabannya adalah karena "keniscayaan". Unsur ketidak terlalu rumitan ide yang terkandung pada Rule lebih suka memikirkan, memperhatikan, dan mempelajari sesama manusia sedangkan unsur ide yang terkandung pada Tipikal lebih suka mempelajari segalanya.
Rule,
anak nakal di sekolah yang tidak suka memperhatikan guru selama kelas berlangsung biasanya lebih mengerti manusia (teman-temannya) daripada anak cerdas secara akademik yang fokus menaruh perhatiannya pada guru selama kelas berlangsung. Dan bukan hanya mengerti namun ia juga mengatur "ide" tentang kesengajaan-kesengajaan kejadian yang terjadi pada dunia ide sosial-materi. Aku menyebutnya "ide" Karena ide merupakan sesuatu yang berasal dari dalam diri manusia begitu pula dengan kesengajaan-kesengajaan.
Dari sudut pandang filosofi, kesengajaan adalah sebuah ide.
Sedangkan Tipikal,
unsur ide yang mengejar kesempurnaan, memiliki banyak sudut pandang dan memutarbalikan ruang akan refleksi kenyataan di dalam pikirannya membuatnya menjadi pribadi ide yang sulit dipahami. Unsur ide ini terkadang sering atau jarang ditemukan pada populasi ide (aku menyebut manusia sebagai ide bukan sebagai materi karena kita sedang berada dalam dunia ide. Pada dunia materi, manusia disebut sebagai materi karena terbentuk dari atom-atom. Kita akan membahas ini di lain waktu) pada dunia ide sosial-materi. Jika jarang, karena unsur keelitan dalam ide Tipikal akan menemukan banyak ketidakcocokan dalam hidupnya. Satu-satunya harapan untuk mengimbangi unsur ide Tipikal adalah ide dominan lainnya yaitu Rule.
Kerumitan Tipikal yang membuatnya sulit dipahami bukan berarti ketidakcocokan terhadap Rule. Pada awalnya mungkin Rule tidak penuh memahami Tipikal namun karena sifat Rule yang pada dasarnya sangat menyukai untuk memperhatikan dan mempelajari manusia (teman-temannya) membuatnya mengerti pada akhirnya bahkan mengatur.
Aku mengerti! Pikiran simple dari Rule menjadikannya pribadi yang lebih licik sehingga dia menjadi pribadi ide yang mengatur xD
Idiot, sekarang bukan saatnya berpikir jenaka.
Pengalaman empiris bahkan sejarah telah membuktikan bahwa keniscayaan akan keteraturan berada di tangan ide yang lebih simpel yaitu Rule.
Aku.. Aku..
Apa?
Aku tidak tahu...
Aku tidak tahu apa yang harus kurasakan dan aku tidak tahu apa yang harus kupikirkan.
Tiba-tiba ini muncul begitu saja.
Sepertinya... Ada seseorang yang harus kupikirkan dan itu harus.
Aku memang tidak serumit dan sepintar dirimu namun jika seseorang itu adalah wanita,
kamu cukup mengatakan "Aku mencintaimu"
Setelah itu kamu akan merasa lebih baik, percaya padaku.