Masih bingung dengan perbedaan antara nalar dan logika ? Singkatnya, nalar adalah kapasitas pikiran sedangkan logika adalah cara berpikir (saya tidak menempatkan logika sebagai logos karena artikel ini dimaksudkan untuk bacaan ringan).
Proses penanaman nalar yang baik terhadap diri seseorang seharusnya sudah dimulai sejak masa kanak-kanak. Kita juga dapat menemukan anak yang bernalar baik namun tanpa bimbingan intelektual dari orangtua. Itu adalah anugerah.
Semakin mantap nalar seseorang maka semakin cepat ia menyadari (realize) sesuatu. Dan terkadang ia yang bernalar mantap mampu memahami tanpa harus mempelajarinya selama bertahun-tahun di ruang kelas. Dengan kata lain cahaya pemahaman muncul begitu saja di dalam dirinya tanpa harus berusaha untuk memahami.
Salah satu ciri orang yang bernalar mantap dalam kehidupan sehari-hari adalah dia yang sulit untuk kita pahami namun dia dengan mudah dapat memahami kita. Dan ketidakseimbangan ini tidak ada sangkut pautnya dengan kerumitan dan kesederhanaan. Ini hanya menyangkut kualitas nalar.
Kembali kepada kesadaran, saya yakin bahwa kamu pernah menyadari akan adanya keganjilan. Kesadaran akan adanya kepingan rancu dalam sebuah kesatuan. Pada saat inilah nalar berfungsi. Nalar menyadari itu.
1. Kunjungan Manusia ke Bulan
Seperti yang sudah dikemukakan sebelumnya bahwa seseorang yang bernalar mantap dapat memahami sesuatu tanpa harus mempelajarinya di ruang kelas. Saya bukan seorang ahli fisika tapi saya menyadari akan adanya keganjilan tentang mendaratnya manusia di bulan.
Hukum fisika menyatakan bahwa gaya angkat adalah faktor utama bagi burung agar bisa terbang. Udara yang dikibas oleh sayap memberi tekanan ke bawah lalu berbalik dan menghasilkan gaya angkat bagi burung.
Sekarang coba kamu bayangkan dirimu sedang mengambang di ruang angkasa lengkap dengan seragam dan perlengkapan astronout. Juga bayangkan jahitan bordir bendera merah putih terpampang pada seragam astronotmu biar asyik.
Kamu mengeluarkan kipas tangan khas Cina dari saku dan dengan kipas itu kamu mengibas udara ke arah dada. Apakah kamu merasakan sesuatu ? Tidak, karena kamu sedang berada di dalam kehampaan. Tidak ada udara di ruang hampa. Tidak ada secuilpun molekul khusus yang terkibas oleh kipas di ruang hampa.
Maka kesimpulannya, tak ada satupun mesin di planet bumi yang mampu menggerakan pesawat di ruang angkasa.
Sebenarnya sudah tidak relevan lagi membicarakan pendaratan manusia di bulan karena maksud sebenarnya bangsa barat bukan untuk mengartikannya secara harfiah.
Namun saran saya kepada netizen agar jangan dulu memberitahu kebenaran ini kepada anak-anak. Itu akan merusak mimpi yang selama ini mereka bangun. Mimpi yang memotivasi mereka untuk menjadi lebih baik. Ini merupakan satu contoh kesalahan yang benar yang dikemukakan oleh John Lennon, "I may be wrong but I am always right".
2. Segitiga bermuda
Terasa begitu menggelikan dan lucu terhadap mereka yang membahas segitiga bermuda dengan begitu serius. Mereka menyebarkan fakta yang bahkan belum pernah dilihat oleh kedua mata kepala mereka yang menyatakan bahwa segala yang melintas di atasnya akan terhisap dan tak akan bisa kembali.
Sama seperti lubang hitam, segitiga bermuda merupakan fenomena yang dimaksudkan untuk tidak diartikan secara harfiah.
3. Alam
Alam. Dalam hidup ini tidak ada yang lebih tua dari alam. Di India, pandangan suci terhadap alam telah bertahan selama 3000 tahun peradaban manusia. Sistem alamiah berhasil menata rantai kehidupan dengan sempurna. Alam menyediakan air untuk diminum, buah untuk dimakan, tetumbuhan untuk mengobati, hujan untuk petani dan masih banyak lagi yang alam bisa lakukan.
Amarahnya yang sedahsyat gempa dan setenang wabah menundukkan kepala umat manusia. Sampai teknologi berhasil ditemukan.
Di zaman serba canggih seperti sekarang sudah tidak ada lagi urusan yang tidak dicampuri oleh manusia, bahkan alam.
Sektor agraris semakin menanjak berkat bantuan para ilmuwan yang mengatur turunnya hujan. Alam tidak lagi mengatur dirinya sendiri. Ini terdengar agak sedikit arogan namun bermaksud baik.
Turut andilnya manusia terhadap sistem alamiah berhasil menyelamatkan populasi hewan yang terancam punah.
Di penjuru dunia, tidak ada lagi hutan, gurun, lembah, sungai yang benar-benar liar secara alami, semuanya sudah dibuat liar secara buatan. Kecuali laut, masih banyak daerah laut yang tidak atau belum bisa diatur oleh manusia, ini akan kita bahas lain waktu.
Salah satu contoh dari habitat liar buatan adalah habitat di mana populasi singa dan wildebeest bertemu. Peperangan antara dua populasi ini sudah berlangsung sejak lama sekali dan dikhawatirkan akan terjadinya ketidakseimbangan sistem jika dibiarkan liar secara alami.
Para pengamat hewan mempelajari tiap inci skema dari rute Migrasi populasi wilderbeast. Setelah mendapatkan pola dari skema tersebut, kemudian mereka meletakkan kelompok-kelompok singa di tiap titik berbeda pada setiap pola. Alhasil setiap kelompok singa mendapatkan pasokan mangsa yang berkucupan dan populasi wildebeest terjaga dari kepunahan karena tidak dimangsa dengan berlebihan.
Itu adalah contoh habitat liar secara buatan dari hewan, bagaimana dengan manusia?
Hal ini juga berlaku bagi manusia. Apa kamu tidak pernah merasa diamati? Apa kamu tidak pernah mengalami suatu kebetulan? Kebetulan dengan skala satu milyar banding satu? Dan kebetulan itu terjadi lebih dari satu kali bahkan, terjadi berulang-ulang kali.
Apa kamu percaya takdir? Takdir yang mengalir secara alami? atau takdir buatan manusia dari balik tirai? Pernahkah kamu mengalami keganjilan sewaktu kamu menonton televesi? Si aktor di televisi meniru gerakanmu dengan simultan? Dan ketika kamu bertanya-tanya sendirian si aktor di televisi langsung menjawab pertanyaanmu? apa sih tujuan lain dari terciptanya media? Dari terciptanya telepon genggam?
Pernahkah terbesit dalam benakmu bahwa orang-orang berpengaruh dari perusahaan yang memproduksi telepon genggam memiliki akses penuh pada setiap telepon genggam yang kita gunakan setiap hari? Apa tujuan lain dari terciptanya kamera depan?